Ilustrasi pemungutan suara Pemilu 2019. (Instagram-@kpu_ri)

Solopos.com, MADIUN -- Angka partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 di Kota Madiun mencapai 79%. Angka partisipasi ini melampaui target yang ditetapkan 77,5%.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Madiun mencatat angka partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 melebihi tingkat partisipasi pemilih pada pemilihan umum sebelum-sebelumnya.

Pada Pilkada Kota Madiun 2018 angka partisipasi pemilih sebesar 72%. Sedangkan angka partisipasi pemilih pada Pemilu Legislatif dan Pilpres 2014 mencapai 74%.

Komisioner KPU Kota Madiun, Rokhani Hidayat, mengatakan angka partisipasi pemilih Pemilu 2019 melampaui target yang ditentukan yaitu mencapai 79%. Angka ini cukup tinggi dibandingkan pemilihan umum sebelum-sebelumnya.

Rokhani mengklaim target pemilih terlampaui karena upaya sosialisasi KPU ke masyarakat mengena. Selain itu, sosialisasi yang dilakukan PPK dan PPS juga lebih mengena ke masyarakat.

"Selain sosialisasi yang dilakukan KPU, basis massa di masing-masing calon juga sangat berpengaruh. Kan setiap calon baik capres maupun caleg memiliki massa pendukung," ujar dia, Kamis (2/5/2019).

Dia menyampaikan pemilih tunanetra juga mengalami kesulitan karena KPU hanya menyediakan dua surat suara khusus yaitu untuk pilpres dan DPD. Sedangkan pemilu DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kota tidak ada surat suara khusus sehingga perlu ada pendamping bagi para pemilih tunanetra.

"Kemarin juga ada dua TPS yang hitung ulang. Itu karena ada salah tulis di plano sama C1. Ada selisih akhirnya dihitung ulang," ujar dia.

Ketua Bawaslu Kota Madiun, Kokok Heru Purwoko, mengatakan tingkat partisipasi pemilih di Kota Madiun sebenarnya tidak meningkat. Namun, hal itu karena daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 sudah bersih.

"Bukan partisipasi meningkat. DPT Pemilu ini sudah tidak ada pemilih yang meninggal, anggota TNI/Polri maupun pemilih yang alamatnya sudah pindah yang tercatat dalam DPT. DPT-nya memang bersih dan valid," jelas Kokok.

Meski demikian, upaya sosialisasi yang dilakukan KPU memang telah menyentuh masyarakat sehingga para pemilih datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten

%d blogger menyukai ini: