Bendera Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). (Semarangpos.com)

Solopos.com, KLATEN -- Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dicoret dari daftar penerima bantuan keuangan Pemkab Klaten. Hal itu karena partau politik tersebut tak memperoleh kursi https://soloraya.solopos.com/read/20190512/493/991528/9-srikandi-melenggang-ke-dprd-klaten-2-di-antaranya-ibu-dan-anak" title="9 Srikandi Melenggang ke DPRD Klaten, 2 Di Antaranya Ibu dan Anak">DPRD Klaten 2019-2024.

Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Klaten tak akan mengalirkan bantuan keuangan ke Partai Hanura selama kurun waktu 2019-2024. Pada periode 2014-2019, Partai Hanura memperoleh bantuan dana dari Pemkab Klaten karena mendapat dua kursi DPRD.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, Partai Hanura memperoleh 27.182 suara sah di Pemilu 2014. Partai Hanura memperoleh dua kursi di https://soloraya.solopos.com/read/20190822/493/1013766/belasan-eks-legislator-tak-hadiri-pelantikan-anggota-dprd-klaten-2019-2024" title="Belasan Eks Legislator Tak Hadiri Pelantikan Anggota DPRD Klaten 2019-2024">DPRD Klaten periode 2019-2024.

Dua legislator dari Partai Hanura di periode itu, yakni Mifta Huda dan Sukari. Pada Pemilu 2019, Partai Hanura tidak memperoleh kursi di DPRD periode 2019-2024.

“Pada 2019 ini, bantuan parpol terbagi menjadi dua bagian. Delapan bulan pertama diperoleh 10 parpol [yang meraih kursi di DPRD Klaten 2014-2019]. Lalu, empat bulan berikutnya diperoleh sembilan parpol [yang mendapat kursi dihttps://soloraya.solopos.com/read/20190517/493/992772/eks-sekretaris-disdik-klaten-jadi-tersangka-koruptor-istri-dan-anaknya-jadi-legislator" title="Eks Sekretaris Disdik Klaten Jadi Tersangka Koruptor, Istri dan Anaknya Jadi Legislator"> DPRD Klaten 2019-2024],” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kesbangpol Klaten, Lilik Yunanto, saat ditemui wartawan di kompleks Setda Klaten, Jumat (30/8/2019).

Lilik Yunanto mengatakan total bantuan yang dicairkan ke parpol berdasarkan perolehan suara di DPRD Klaten periode 2014-2019 selama delapan bulan senilai Rp723.101.000.

Jumlah terbesar diperoleh PDIP senilai Rp257.710.000. Sedangkan jumlah terkecil diperoleh Partai Nasdem senilai Rp25.955.000.

Selain PDIP dan Partai Nasdem, delapan parpol lain yang memperoleh bantuan keuangan, yakni PKB, PKS, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PAN, Partai Hanura, Partai Golkar, dan PPP.

“Jumlah bantuan keuangan yang dicairkan delapan bulan pada 2019 senilai Rp723.101.000. Dari bantuan itu, Partai Nasdem dan Partai Gerindra belum mengambil karena masih melengkapi administrasi,” katanya.

Lilik Yunanto mengatakan PDIP yang kembali memperoleh suara dan kursi terbanyak di DPRD periode 2019-2024, pada September -Desember 2019 akan memperoleh bantuan Rp144.743.500.

Parpol yang menerima bantuan terkecil di periode yang sama, yakni Partai Nasdem senilai Rp13.182.500. Sedangkan Partai Hanura tidak memperoleh bantuan keuangan dana parpol menyusul tidak adanya wakil di DPRD Klaten.

“Bantuan keuangan untuk parpol paling lambat dicairkan ke seluruh parpol sebelum Desember 2019. Nilai bantuan keuangan itu Rp1.500 per suara,” katanya.

Ketua Majelis Pertimbangan Daerah DPD PKS Klaten, Sri Widada, mengatakan perolehan suara PKS di Pemilu 2019 meningkat dibandingkan 2014 lalu. Salah satu kunci naiknya suara itu karena totalitas seluruh kader dan simpatisan PKS.

“Perolehan suara sah PKS terbanyak nomor tiga [di Klaten],” katanya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten