Partai Golkar Jateng Akui Sulitnya Rekrut Kader Muda
Ilustrasi bendera Partai Golkar (JIBI/Solopos/Dok.)

Partai Golkar Jateng mengaku kesulitan merekrut kader muda potensial.

Solopos.com, SEMARANG — Berkarya di kancah politik tak menarik bagi generasi muda? Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah Wisnu Suhardono, Kamis (20/10/2016), mengakui betapa sulitnya mencari kader muda potensial untuk regenerasi di struktur kepartaian, belakangan hari ini.

"Terutama untuk pengurus di tingkat desa atau kecamatan dan kelurahan," katanya, di sela Tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-52 Partai Golkar di Kantor DPD I Partai Golkar Jateng, Kota Semarang.

Menurut dia, jajaran pengurus Golkar di kelurahan-kelurahan sekarang ini kebanyakan adalah generasi yang dikategorikan sebagai kultur, yakni mereka yang cinta dengan Golkar sejak era Orde Baru. "Tinggal berapa sekarang [kader]? Karena mereka sekarang ini kan berarti sudah tua. Makanya, regenerasi kepartaian di tangan anak-anak muda sangat diperlukan," katanya.

Ia menyebutkan setidaknya ada tiga unsur dalam kepartaian, yakni struktural, kultural, dan simpatisan yang masing-masing harus terus diperkuat dengan kaderisasi secara terus menerus. Kalau untuk kultural, kata dia, rentang usianya di atas 50 tahunan, sementara simpatisan berada di rentang usia 18-40 tahun yang harus di pupuk agar menjadi kader-kader muda yang potensial.

"Dari 35 ketua DPD II kabupaten/kota, 21 orang di antaranya ganti orang baru. Dari 21 orang itu, 19 orang di antaranya ternyata generasi muda. Ini yang menjadi semangat kami," katanya.

Apalagi, kata dia, sebagian memang belum dikenalnya dan baru lapor setelah terpilih yang membuktikan tidak adanya intervensi sehingga demokrasi dan regenerasi berjalan secara alami. "Makanya, ini harus menjadi introspeksi. Bagaimana doktrin dan pendekatan yang dilakukan kepada generasi muda? Kami akan evaluasi seiring era kompetitif dan keterbukaan," pungkas Wisnu.

Sementara itu, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Semarang Petit Widiatmoko membenarkan sulitnya sekarang ini mencari kader muda potensial yang sebenarnya dirasakan semua partai politik. "Tidak hanya Golkar, semua partai politik juga merasakan. Dipengaruhi juga dengan banyaknya pemberitaan mengenai kesalahan yang dilakukan kader politik (politikus, red.)," katanya.

Maka dari itu, Petit mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama membangun demokrasi melalui peran parpol dan sama-sama berjuang membangun dan menegakkan kembali peran parpol.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho