Pariwisata Solo Butuh Atraksi dan Inovasi

Asita Jogja memberikan masukan perihal pariwisata Kota Solo yang masih membutuhkan atraksi dan inovasi agar wisatawan lebih lama berkunjung di Kota Solo.

 Warga berswafoto di depan seni instalasi wayang jerami di Plaza Balai Kota Solo, Selasa (30/11/2021) malam. (Solopos/Mariyana Ricky P.D.)

SOLOPOS.COM - Warga berswafoto di depan seni instalasi wayang jerami di Plaza Balai Kota Solo, Selasa (30/11/2021) malam. (Solopos/Mariyana Ricky P.D.)

Solopos.com, SOLO — Solo disebut sebagai salah satu kota dengan segudang potensi pariwisata. Namun, dinilai masih perlu memperhatikan sektor pendukung pariwisata, seperti atraksi dan fasilitas lain.

Sejumlah destinasi wisata ada di Solo, sebut saja wisata sejarah, wisata religi, wisata budaya, wisata belanja, wisata kuliner, dan sebagainya. Namun, sejumlah orang melihat Kota Solo masih perlu berinovasi agar menambah daya tarik.

PromosiPengisian Penjabat Kepala Daerah Rawan Korupsi dan Politisasi

Dengan begitu, tamu akan merasa lebih puas berada di Solo bahkan datang kembali. Wakil Ketua Bidang Pengembangan Produk DPD Association of The Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Andri Supriatna, mengatakan saat mengunjungi Solo, Rabu (19/1/2022) merasa terhibur dengan kendaraan wisata berbasis listrik.

Baca Juga : Top! Tawangmangu Jadi Destinasi Wisata Kesehatan, Ini Alasannya

Dia bersama rombongannya memanfaatkan kendaraan tersebut untuk mengunjungi beberapa lokasi, seperti balai kota, Keraton Solo, dan Pura Mangkunegaran.

“Menurut saya itu daya tarik. Kebetulan saya pemain inbound. Biasanya dulu hanya Mangkunegaran, Pasar Antik Triwindu, [Keraton] Kasusanan, lalu ke Sukuh [Karanganyar]. Saat ini yang lebih rebound kan [wisatawan] domestik. Pasar domestik disuguhkan pemandangan kota dengan kendaraan listrik juga menarik. Yang jelas mobilnya mencukupi, cara registrasi jelas. Itu akan menambah produk knowledge untuk dipasarkan,” jelas dia, Rabu.

Andri juga menyampaikan masukan agar wisatawan lebih lama tinggal di Solo. Menurutnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Salah satu cara memperpanjang waktu tinggal adalah menambah atraksi.

Baca Juga : 8 Wisata Seru di Sukoharjo, Ada yang Baru dan Lagi Ngehit Hlo

Atraksi Sore Hari

Ia mendorong Solo berkolaborasi dengan daerah sekitar dan menambah inovasi dalam hal destinasi. “Tambah lagi atraksi. Tidak masalah sebenarnya kombinasi dengan daerah sekitar, tapi length of stay tetap di Solo. Seperti Jogja kalau mengandalkan tamu di kota saja juga tidak akan panjang [waktu tinggal]. Caranya kolaborasi dengan daerah sekitar untuk menahan tamu,” ungkap dia.

Menurut Andri wilayah sekitar Solo juga memiliki potensi besar. Seperti, Karanganyar dengan pemandangan alam, Sragen ada Sangiran, Boyolali dan sebagainya. “Di Sragen, Masaran ada sentra batik yang menjadi langganan tamu dari Prancis. Bekonang [Sukoharjo] ada sentra gamelan. Museum Keris sudah tiga kali datang, sangat menarik,” kata dia.

Masih mengenai atraksi, sebagai kota budaya, Andri menyampaikan mestinya Solo bisa menampilkan satu pertunjukkan rutin kepada tamu.

Baca Juga : 8 Destinasi Seru di Klaten: Wisata Air, Adrenalin, Sejarah, hingga Alam

“Ini yang saya selalu bicara di forum Jogja. Di Jogja tidak ada perform sore, sama di Solo. Padahal banyak seniman. Sore bikin pertunjukkan. Tidak perlu full story, cukup beberapa potongan saja tapi rutin. Seperti di Bali ada barong, setiap hari,” tutur dia.

Pasar Wisata Belanja

Selain atraksi, wisata belanja juga perlu diperhatikan. Wisata itu diminati sejumlah kalangan. Ia menyinggung tentang penataan agar dibuat lebih menarik.

“Selain itu, di Solo ini agak susah mencari restoran yang bisa untuk pariwisata. Mungkin ke depan ada beberapa restoran yang bisa mendukung untuk pariwisata,” lanjut dia.

Baca Juga : 6 Tempat Wisata Hit di Wonogiri, Ada yang Bernuansa Bali Hlo!

Sementara itu, Ketua Asita Solo, Pri Siswanto, mengatakan tantangan pariwisata di Solo saat ini destinasi dan promosi. Apalagi akses menuju Solo semakin terbuka dengan akan dibangun tol Solo-Jogja. Pri menyebut hal itu sebagai tantangan tersendiri.

“Aksesnya lebih terbuka, memang. Tapi tantangannya, jangan sampai nanti orang hanya datang sebentar ke Solo kemudian menginapnya di Jogja. Tantangan ada di destinasi dan promosi menurut saya,” ujar dia.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Riset Belanda Ungkap Tiga dari 10 Situs Jawa Kuno di Boyolali Hilang

+ PLUS Riset Belanda Ungkap Tiga dari 10 Situs Jawa Kuno di Boyolali Hilang

Masa Jawa Kuno meninggalkan sejumlah peradaban di Kota Susu Boyolali, di mana berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Leiden Belanda dalam riset disertasinya pada 2009, mengungkap tiga dari 10 situs dinyatakan hilang.

Berita Terkini

Disdik Dan DKK Solo Bertemu Bahas Antisipasi Hepatitis Akut, Hasilnya?

Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Solo mengadakan pertemuan untuk membahas upaya dan langkah antisipasi penularan hepatitis akut di sekolah-sekolah.

Pemkab Wonogiri Siapkan Bangsal Isolasi Hepatitis Akut

Pemerintah kabupaten (Pemkab) Wonogiri telah mengantisipasi munculnya penyakit hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya.

Bawaslu Boyolali Gandeng Penyandang Disabilitas untuk Awasi Pemilu

Sosialisasi diadakan untuk meningkatkan peran pengawasan partisipatif penyandang disabilitas dalam pemilihan umum (pemilu).

Bawa Sapi Bergejala PMK di Wonogiri, Peternak akan di-Blacklist

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri secara tegas berupaya mencegah wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK pada hewan ternak.

Solo Ditunjuk Siapkan SDM Industri Mobil Listrik Dunia, Ini Kata Gibran

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyebut Solo Technopark yang ditunjuk jadi penyedia SDM untuk pengembangan industri mobil listrik dunia sangat sibuk setahun terakhir ini.

Riset Belanda Ungkap Tiga dari 10 Situs Jawa Kuno di Boyolali Hilang

Masa Jawa Kuno meninggalkan sejumlah peradaban di Kota Susu Boyolali, di mana berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Leiden Belanda dalam riset disertasinya pada 2009, mengungkap tiga dari 10 situs dinyatakan hilang.

Info Lur! 2.241 Loker Tersedia di Virtual Job Fair 2022 Wonogiri

Sebanyak 2.241 lowongan kerja dari 25 perusahaan tersedia pada Wonogiri Virtual Job Fair 2022.

Salah Satu Peritel Terbesar Asia Masuk Solo, Sudah Survei Lokasi Loh!

Salah satu perusahaan ritel atau peritel terbesar di Asia, PT Lulu Group Retail berekspansi ke Solo dan tengah melakukan survei lokasi.

Wuih, Crazy Rich Grobogan Joko Suranto Juga Bangun Jalan di Bandung Euy

Pengusaha berjuluk crazy rich Grobogan, Joko Suranto, ternyata juga pernah membangun jalan di Cicalengka, Bandung, Jawa Barat, pakai uang pribadi senilai Rp1 miliar.

Disparbudpora Klaten Petakan Taman Nyi Ageng Rakit, untuk Apa?

Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten memetakan Taman Nyi Ageng Rakit.

Tunggu SE Wali Kota, Satpol PP Solo Minta Warga Tetap Pakai Masker

Satpol PP Solo mengimbau masyarakat tetap memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan atau tempat terbuka karena belum ada SE Wali Kota yang mengatur boleh lepas masker.

Disdukcapil Klaten Luncurkan Sakura Pengganti Sipon Keduten, Apa Itu?

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Klaten meluncurkan pelayanan online baru bernama Sakura, akronim dari Sistem Layanan Administrasi Kependudukan Dalam Jaringan.

249 Calhaj Boyolali Tidak Bisa Naik Haji Tahun 2022, Ini Sebabnya

Kuota haji Boyolali pada 2022 sebanyak 317 calon jemaah haji dengan 91 cadangan.

Tali Pusar Masih Menempel, Ini Usia Bayi yang Membusuk di Bengawan Solo

Tali pusar masih menempel di perut bayi yang jasadnya ditemukan membusuk di pinggri Bengawan Solo di Jaten, Karanganyar.

8 Calhaj Klaten Tunda Keberangkatan Tahun Ini, Kenapa?

Kabupaten Klaten mendapatkan kuota pemberangkatan haji sebanyak 493 calon jemaah haji (calhaj) di tahun ini.