Parents, Ini Tips Membantu Anak Hadapi Situasi New Normal
Ilustrasi orang memakai masker. (Freepik)

Solopos.com, JAKARTA  -- Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini membuat perubahan dalam tatanan kehidupan masyarakat. Berbagai persiapan mau tak mau harus dilakukan demi menghadapi masa kenormalan baru (new normal).

Namun situasi new normal bisa menjadi hal yang sulit dan menakutkan bagi anak. Oleh sebab itu, peran orang tua menjadi sangat penting untuk membantu anak tetap menghindari virus corona saat new normal berlangsung.

Berikut ini tips yang bisa diterapkan untuk mengatasi kecemasan anak dan membantunya tetap kuat (strong) menghadapi new normal,  seperti dikutip dari UNC Health:

1. Lindungi anak-anak dari berita menyedihkan, tetapi katakan yang sebenarnya.

Dokter anak UNC Health Edward M. Pickens mengungkapkan tidak ada alasan untuk mengekspos anak prasekolah terhadap peristiwa yang menakutkan. Oorang tua harus berhati-hati ketika mereka menonton berita dan harus memperhatikan topik yang mereka diskusikan dalam pendengaran anak-anak mereka.

Matahari "Lockdown", Bumi Bakal Berguncang & Cuaca Dingin

"Kami menciptakan realitas alternatif ini untuk anak-anak prasekolah, dengan Santa Claus dan Kelinci Paskah," kata  Pickens.

Dia menambahkan pendekatan ini tidak akan sama efektifnya dengan anak-anak usia sekolah. Anak-anak menjadi lebih canggih saat mereka tumbuh dewasa.

Oleh sebab itu, berikan informasi kepada anak-anak usia sekolah yang sesuai dengan usia dan tingkat perkembangan mereka. Anda harus mengatakan yang sebenarnya kepada mereka, tetapi Anda tidak perlu membuatnya benar-benar menakutkan.

2. Tawarkan jaminan, bukan kecemasan.

Orang tua harus tetap tenang agar si buah hati juga merasa tenang. Dalam masa-masa penuh tekanan menghadapi pandemi Covid-19, kadang-kadang Anda mungkin perlu "memalsukannya sampai Anda berhasil," atau meminta pasangan Anda untuk bersama anak Anda saat Anda menenangkan diri secara pribadi.

3. Bicara tentang emosi.

Tidak apa-apa untuk mengakui kepada anak Anda bahwa Anda sedih atau marah tentang apa yang terjadi di dunia. Bersikap terbuka dengan perasaan Anda dan memiliki percakapan itu dapat menawarkan anak-anak kesempatan untuk membicarakan ketakutan dan perasaan mereka juga.

4. Jarak sosial itu penting, jelaskan dengan baik kepada anak.

Di tengah pandemi ini, orang tua harus berbicara kepada anak-anak tentang mengapa penting untuk tetap terpisah dari teman-teman mereka.

Kelamaan Pakai Masker Bikin Wajah Iritasi? Begini Cara Mengatasinya

Setelah Anda menjelaskan pentingnya menjaga jarak, jelaskan dengan mereka tentang apa yang akan Anda lakukan sebagai keluarga untuk mematuhinya. Ini harus mencakup aturan untuk menjaga jarak dari anak-anak lain di lingkungan dan dari orang lain jika Anda pergi berjalan-jalan atau naik sepeda bersama keluarga.

5. Cari cara kreatif bagi anak-anak untuk tetap terhubung dengan teman sebaya.

Rekomendasi untuk tinggal di rumah selama wabah Covid-19 tidak berarti anak-anak Anda harus mengakhiri kontak dengan teman-teman, orang-orang terkasih atau komunitas mereka. Ingat, tujuannya adalah untuk memisahkan secara fisik, bukan emosional.

Viral Kamar Berdekorasi Koran, Modalnya Cuma Rp4.000

Pikirkan cara-cara kreatif untuk terhubung dengan orang lain. Dorong mereka untuk menggunakan platform online seperti Google Hangouts atau Zoom untuk tetap berkomunikasi.

6. Jangan malu jika harus harus mencari bantuan luar.

Beberapa anak lebih sensitif daripada yang lain dan kesulitan bangkit kembali dari berita yang menyedihkan. Jika kecemasan tampaknya mengganggu kehidupan sehari-hari anak Anda, ia menyarankan agar orang tua mencari bantuan dari terapis atau konselor.

7. Temukan cara untuk membantu diri Anda mengatasinya.

Para orang tua juga harus menjaga kesehatan mental selama pandemi Covid-19. Itu bisa berarti terlibat dalam kegiatan yang menghilangkan kecemasan, seperti berjalan-jalan di sekitar blok atau hobi, atau mencari bantuan profesional.

"Ini sangat melemahkan semangat ketika segalanya di luar kendali Anda. Jika Anda membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah emosional Anda sendiri, dapatkan itu," kata Dr. Pickens.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho