Tutup Iklan

Parah! TPS Bangunsari Sragen Meluber Hingga Menutup Separuh Jalan

Kondisi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Bangunsari, Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, dikeluhkan warga sekitar dan pengguna jalan. Sampah di TPS tersebut kerap meluber hingga menutup separuh badan jalan.

Parah! TPS Bangunsari Sragen Meluber Hingga Menutup Separuh Jalan

SOLOPOS.COM - Seorang warga menyingkirkan ranting pohon dan dedaunan yang menutup separuh jalan di dekat TPS Bangunsari, Sragen Kulon, Sragen, Selasa (29/1/2019). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN -- Kondisi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Bangunsari, Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, dikeluhkan warga sekitar dan pengguna jalan. Sampah di TPS tersebut kerap meluber hingga menutup separuh badan jalan.

Pantauan Solopos.com di TPS yang berlokasi di sebelah barat Mako Batalyon Infanteri (Yonif) 408/Suhbrasta itu, Selasa (29/1/2019) sekitar pukul 10.00 WIB, sampah meluber hingga menutup garis putih pemisah lajur di tengah jalan.

Akibat luberan sampah itu, jalan antarkampung tersebut tak bisa dilintasi kendaraan roda empat bersimpangan dari dua arah berlawanan. Tidak hanya menutup separuh jalan, aroma menyengat dari sampah tersebut juga mengganggu kenyamanan warga sekitar dan pengguna jalan.

Selain sampah rumah tangga, daun dan ranting pepohonan juga menumpuk di lokasi itu. "Hampir setiap hari kondisinya seperti itu. Tadi pukul 09.00 WIB, sudah ada petugas yang membersihkan. Tapi, tak lama kemudian sampah sudah menumpuk lagi," jelas Ari Suhartono, 55, warga Kampung Bangunsari, Kelurahan Sragen Kulon, saat ditemui di lokasi.

Ari menambahkan sampah-sampah itu tidak hanya dari warga sekitar. Banyak pengguna jalan bukan warga sekitar yang membuang sampah di TPS itu.

Ari menjelaskan luberan sampah makin parah bila hujan tiba. Sampah yang meluber ke permukaan jalan tersebut bisa berserakan ke mana-mana setelah terbawa aliran air hujan. Kondisi tersebut sangat mengganggu pengguna jalan dan warga sekitar.

"Mestinya ada solusi atas masalah ini. Mungkin intensitas pengambilan sampahnya lebih ditingkatkan atau bagaimana," ucap Ari.

Hal senada disampaikan Suparno, 45, pengguna jalan asal Kampung Sine, Sragen Kulon, yang biasa melintasi kawasan Bangunsari. Menurutnya, keberadaan sampah yang menutup separuh dari lebar jalan tersebut sangat mengganggu dirinya.

"Kendaraan roda empat jelas harus antre melintas karena jalan di sebelah barat tak bisa dipakai setelah tertutup sampah. Sudah begitu, baunya sangat tidak enak," ucapnya.

Ditemui di kesempatan berbeda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sragen Nugroho Eko Prabowo mengatakan terdapat empat TPS yang belakangan overload. Salah satunya TPS Bangunsari.

Menurutnya, hal itu merupakan dampak dari penutupan dua unit TPS pada tahun lalu. Saat ini ada 12 TPS di Kota Sragen. DLH sudah tak bisa lagi membangun TPS baru di Kota Sragen.

"Bisanya di daerah pinggiran seperti Ngrampal, Karangmalang, dan Sidoharjo. Kami berencana membangun dua unit TPS dengan konsep 3R [reuse, reduce dan recycle]. Mudah-mudahan ini bisa menjadi solusi atas masalah persampahan di Sragen," ucap Nugroho.

Nugroho menegaskan TPS hanya untuk menampung sampah rumah tangga. Selain sampah rumah tangga, termasuk dahan, ranting pohon, dan dedaunan tidak boleh dibuang ke TPS.

"Petugas kami itu terbatas. Kasihan kalau harus mengangkut dahan pohon yang besar-besar itu. Tugas mereka hanya mengangkut sampah rumah tangga, bukan dahan pohon. Jadi, warga juga harus paham masalah ini. Tidak asal buang dahan pohon ke TPS itu," tegas Nugroho.

Berita Terkait

Berita Terkini

Soal Perusakan Makam Di Mojo Pasar Kliwon, Ini Kata Kapolresta Solo

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menjelaskan tentang langkah polisi dalam penanganan kasus perusakan makam di Kelurahan Mojo.

Indosat Ooredoo Luncurkan Layanan 5G Pertama di Solo, Ini Keunggulannya

PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) meluncurkan layanan 5G komersial pertama di Solo pada Selasa (22/6/2021).

Tambah Lagi, Total 107 Karyawan Pabrik Sepatu di Jaten Terpapar Covid-19

Karyawan pabrik sepatu di Kecamatan Jaten yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah menjadi 107 orang.

Lengkapi Barang Bukti, Polisi Sragen Ubek-Ubek Jamban Cari Celana Dalam Bocah Korban Pencabulan Sukodono

Polisi Sragen mengubek-ubek jamban untuk mencari celana dalam milik bocah korban pencabulan di Sukodono sebagai barang bukti,

Daihatsu Luncurkan Rocky 1.2L Terbaru di Indonesia

Daihatsu Rocky 1.2L merupakan hasil pengembangan putra-putri Indonesia melalui tim R&D PT.Astra Daihatsu Motor (ADM).

Waspada! 35 Persen Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Di Klaten Tak Punya Komorbid

Sebanyak 35% dari total jumlah pasien positif Covid-19 Kabupaten Klaten yang meninggal diketahui tidak memiliki komorbid.

Heboh Ivermectin untuk Pengobatan Covid-19, Bagaimana Faktanya?

Menanggapi kabar itu, Badan POM menjelaskan penggunaan Ivermectin untuk pengobatan Covid-19.

Perusakan Makam di Solo Dilakukan Anak-Anak, Pemerhati Anak: Ini Tanggung Jawab Bersama!

Pemerhati Anak, Ketua Sahabat Kapas, Dian Sasmita, menanggapi perusakan makam yang dilakukan oleh sepuluh anak-anak di Mojo, Pasar Kliwon, Solo.

BPCB Jateng Tutup Candi Ceto dan Sukuh Karanganyar, Ada Apa Ya?

BPCB Jateng menutup objek wisata Candi Sukuh, Candi Ceto, dan Museum Sangiran Klaster Dayu, Karanganyar, mulai 22 Juni hingga 2 Juli.

Habis Kunker, Puluhan Anggota DPRD Bantul Jalani Swab PCR

Anggota Dewan menjalani swab PCR karena Ketua DPRD Bantul dan salah satu anggota Komisi B dinyatakan positif Covid-19 seusai kunker.

Mangkrak 1 Tahun, Begini Kondisi SDN 2 Kragilan Sragen yang Disiapkan untuk Isolasi Pasien Covid-19

Bangunan SDN 2 Kragilan, Kecamatan Gemolong, Sragen, sudah tidak terpakai sejak setahun terakhir akan digunakan untuk tempat isolasi.

Terlambat Naik, Penjala Ikan di Banjarnegara Ini Terjebak di Tengah Sungai

Seorang penjala ikan di sungai serayu, Desa Bandingan, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara yang terjebak di tengah arus aliran deras sungai.