Parah! Kebakaran 2 Hari Hanguskan 9 Bukit di Wonogiri

Kebakaran lahan yang terjadi sejak Sabtu (10/8/2019) pagi hingga Minggu (11/8/2019) menghanguskan sembilan bukit di tiga kecamatan dan dua kabupaten ykani Bulu, Sukoharjo; Selogiri dan Manyaran, Wonogiri.

Parah! Kebakaran 2 Hari Hanguskan 9 Bukit di Wonogiri

SOLOPOS.COM - Petugas damkar dan sukarelawan memadamkan api yang membakar lahan di Selogiri, Wonogiri, Sabtu (10/8/2019). (Istimewa)

Solopos.com, WONOGIRI — Kebakaran lahan yang terjadi sejak Sabtu (10/8/2019) pagi hingga Minggu (11/8/2019) menghanguskan sembilan bukit di tiga kecamatan dan dua kabupaten ykani Bulu, Sukoharjo; Selogiri dan Manyaran, Wonogiri.

Pantauan Solopos.com, Senin (12/8/2019), di kawasan lereng bukit Ngemplak, Kepatihan, Selogiri, Wonogiri, yang sebelumnya terbakar sudah tidak tampak kepulan asap. Di lereng itu terlihat lahan yang hitam bekas terbakar dengan cakupan luas, yakni dari sisi barat hingga timur dengan bentang lebih kurang 1 km.

Sukarelawan yang juga Ketua RT 003/RW 004 Ngemplak, Kadiman, saat ditemui Solopos.com, Senin, menginformasikan api masih terlihat mengepul pada Minggu petang. Setelah malam asap tak terlihat lagi karena gelap.

Pada Senin pagi asap sudah tidak terlihat lagi. Dia bersama warga sudah mengecek lokasi yang terbakar. Dia mencatat area yang terbakar meliputi, Gunung Soko/Jorok (Karang Gayam, Kedungsono, Bulu, Sukoharjo), Watu Dukun (sebagian Ngemplak, sebagian Gembok, Bero, Manyaran, Wonogiri), dan deretan gunung di Ngemplak, yakni Pandak Lemah sisi barat, Song Bangku, Gunung Mundri, Guwo, Bale, Rego Boyo, dan Ganden.

Hanya, dia tak dapat memperkirakan luasan area yang terbakar. Saat api membakar di area Karang Gayam, aparat dari Polsek Bulu, Koramil Bulu, dan Pemerintah Kecamatan Bulu turut meninjau lokasi.

Sementara saat api membakar di area Gembok, sukarelawan dari dusun setempat juga turut memadamkan api. “Hampir tiap kemarau ada kebakaran hutan di dekat Ngemplak. Kejadian kali ini paling parah. Cakupan lahan yang terbakar jauh lebih luas dari tahun-tahun sebelumnya. Anehnya, lokasi yang terbakar kali pertama selalu di Karang Gayam,” kata Kadiman diamini sejumlah warga lainnya.

Dia melanjutkan kronologi awal kejadian setiap peristiwa sama, yakni api berasal dari lokasi yang tak jauh dari rumah warga, lebih kurang 25 meter (m)-30 m. Setelah itu api menjalar ke timur di kawasan Ngemplak.

Meski indikasi sudah cukup terang, dia tak ingin berspekulasi terkait penyebab kebakaran. Kadiman hanya berpandangan kemungkinan kecil api muncul dengan sendirinya.

Dia mengatakan lima hingga enam tahun lalu memergoki salah satu warga Karang Gayam, Sn, yang membakar tumpukan daun jati kering. Saat itu api dapat dipadamkan sebelum membakar ke area lain. Tahun-tahun berikutnya terjadi kebakaran lahan tanpa diketahui penyebabnya.

“Dia [Sn] menderita gangguan jiwa yang sering kambuh. Kadang mainan api, kadang dia juga mengamuk. Pemangku kepentingan Kedungsono pernah saya kasih masukan perlu ada upaya antispasi agar dia [Sn] tak membakar dedaunan. Tapi enggak tahu ditindaklanjuti atau tidak,” imbuh Kadiman.

Pada kebakaran kali ini warga Ngemplak bergotong royong menghalau api agar tak merambat ke permukiman penduduk dan tak menghanguskan paralon saluran air bersih. Langkah itu dilakukan sebelum api menuju ke lokasi yang dikhawatirkan tersebut.

Dia bersyukur akhirnya api dapat dicegah merambat ke area itu. “Kami bisanya mencegah api biar tak merambat ke area vital. Kalau yang di lereng atau puncak bukit enggak bisa dipadamkan karena enggak bisa dijangkau,” ulas dia.

Terpisah, Suradi, 52, warga Karang Gayam, mengatakan kebakaran lahan telah menghanguskan kayu-kayu yang setiap hari dia cari. Akibatnya, dia tak bisa lagi bekerja mencari kayu. Dia mengaku bingung harus bekerja apa lagi selain mencari kayu.

Berita Terkait

Berita Terkini

Kenapa Sikat Gigi Harus Dibuang Setelah Sembuh dari Covid-19?

Setelah sembuh dari Covid-19, satu hal penting yang harus dilakukan adalah membuang sikat gigi yang digunakan saat isoman.

Testing dan Tracing Jateng Tak Penuhi Target PPKM

Jumlah testing Covid-19 di Jateng sudah cukup tinggi, 150.000 orang per pekan, namun belum memenuhi target yang ditetapkan Inmendagri.

Geger Foto Wali Kota Tanjungpinang Berdua dengan Cowok di Hotel

Foto Rahma tengah duduk berduaan dengan seorang pria di atas kasus kamar hotel belakangan heboh di jagat media sosial.

Seluruh Wilayah di Yogyakarta Masuk PPKM Level 4

Kegiatan nonesensial masih diwajibkan berlangsung secara virtual, aktivitas esensial diperbolehkan beroperasi sampai 50 persen.

Tekan Kematian Covid-19, Dinkes Jateng Sarankan Isolasi Terpusat

Dinkes Jateng meminta pasien Covid-19 untuk melakukan karantina di tempat-tempat isolasi terpusat yang sudah disediakan pemerintah.

Pasien Covid-19 Kini Lebih Cepat Meninggal, Ini Penyebabnya

Pasien sering terlambat dibawa ke rumah sakit hingga berujung meninggal dunia.

Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Plupuh dan Miri Sragen Rendah, Kenapa Ya?

Anggaran penanganan Covid-19 di dua kecamatan Sragen yakni Miri dan Plupuh, masih rendah, kurang dari 30 persen hingga awal Agustus ini.

Waduh, Tingkat Keterisian Bed RS Rujukan Covid-19 Klaten Masih Tinggi Lur!

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) RS rujukan Covid-19 Kabupaten Klaten hingga awal pekan ini masih tinggi.

Kena Prank Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel Memilih Berpikir Positif

Ada atau tidaknya dana Rp2 triliun tidak menyurutkan ikhtiar Polda Sumsel menanggulangi Covid-19.

Pasien Positif Corona Tanpa Gejala Sukoharjo Didorong Isolasi di 2 Tempat Ini

Pasien positif terpapar virus corona tanpa gejala atau bergejala ringan di Kabupaten Sukoharjo didorong menjalani isolasi di tempat khusus.

Ahli IPB: Harimau Tak Bisa Tularkan Corona ke Manusia

Kejadian penyakit pada hewan di berbagai belahan dunia sangat identik, yakni hewan tersebut tertular dari pemiliknya.

Pelayanan Kantor Kecamatan Jebres Solo Buka Lagi setelah Tutup karena 10 Pegawai Positif Corona

Pelayanan kantor Kecamatan Jebres, Solo, sudah kembali dibuka setelah sempat tutup beberapa hari karena sejumah pegawai terpapar Covid-19.