Para Pemimpin Dunia termasuk Indonesia Ramai-Ramai Kutuk Penusukan di Prancis
ilustrasi penyergapan teroris (istimewa)

Solopos.com, JAKARTA-- Para pemimpin dunia termasuk pemerintah Indonesia beramai-ramai mengecam penyerangan di Nice, Prancis yang menyebabkan korban jiwa.

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, juga menyebut penyerangan brutal di Nice, Prancis itu sebagai 'serangan teroris Islam radikal'.

"Hati kami bersama rakyat Prancis. Amerika berdiri bersama sekutu tertua kami dalam pertempuran ini," ucap Trump via pernyataan via akun Twitter-nya seperti dilansir detikcom, Jumat (30/10/2020).

"Serangan teroris Islam Radikal ini harus segera dihentikan. Tidak ada negara, Prancis atau yang lain, yang dapat bertahan lama dengan itu!" tegas Trump.

Kecaman juga datang dari Turki, yang beberapa waktu terakhir terlibat pertikaian dengan Prancis terkait publikasi karikatur Nabi Muhammad yang memicu gelombang serangan terhadap warga Prancis. "Kami mengecam dengan keras serangan yang dilakukan hari ini di dalam Gereja Notre-Dame di Nice," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Prancis.

Turki juga menyampaikan solidaritas untuk Prancis dan menyampaikan belasungkawa mendalam bagi keluarga korban penusukan fatal itu.

Negara-negara Arab juga melontarkan kecaman untuk penusukan brutal di Prancis tersebut. Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan pihaknya 'berdiri bersama Prancis dalam memerangi insiden penuh kebencian ini'.

Qatar melontarkan kecaman keras dan menegaskan penolakan terhadap tindak kekerasan dan terorisme, khususnya terhadap tempat-tempat ibadah dan terlepas apapun motifnya. Kementerian Luar Negeri Qatar juga menyampaikan belasungkawa untuk keluarga korban.

Masih Merasa Dampak Sakit, Penderita Long Covid Butuh Dukungan

Menolak Tindakan Kriminal

PM Lebanon, Saad Hariri, dalam komentarnya mendorong muslim 'untuk menolak tindak kriminal ini, yang tidak ada hubungannya dengan Islam atau Nabi'.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, Dhaifallah Ali al-Fayez, mengecam penusukan di Prancis itu sebagai 'kejahatan teroris'. Dia mengkritik semua tindak kejahatan yang 'bertujuan untuk mengacaukan keamanan dan stabilitas serta tidak sejalan dengan nilai dan prinsip keagamaan dan kemanusiaan'.

PM Israel, Benjamin Netanyahu, juga mengecam penyerangan brutal di Prancis. Ditegaskan Netanyahu bahwa Israel 'bersatu dalam keterkejutan dan kecaman terhadap serangan mengerikan' di Nice.

"Semua masyarakat beradab harus berdiri dalam solidaritas penuh dengan Prancis melawan momok terorisme. Tidak ada pembenaran atau pengelakan," tegas Netanyahu.

PM India, Narendra Modi, dalam komentarnya mengecam keras 'serangan keji di Nice' dan menegaskan negaranya juga 'berdiri bersama Prancis dalam peperangan melawan terorisme'.

Tak ketinggalan, Paus Fransiskus mendoakan para korban penusukan di Prancis dan Vatikan menegaskan bahwa 'terorisme dan kekerasan tidak akan pernah bisa diterima'. "Serangan hari ini telah menabur kematian bukannya kasih dan penghiburan," ucap juru bicara Vatikan, Matteo Bruni.

Disebutkan Vatikan bahwa Paus Fransiskus mendorong orang-orang di Prancis yang memiliki masyarakat multikultural untuk 'bersatu memerangi kejahatan dengan kebaikan'.

Menlu AS Ingatkan Ancaman Partai Komunis China Ke Ormas Islam Indonesia

Simpati

Sementara itu, Indonesia juga mengecam aksi teror di Kota Nice, Prancis, yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan beberapa orang luka-luka. “Indonesia menyampaikan simpati dan duka cita mendalam kepada korban dan keluarga korban,” demikian keterangan yang dirilis Kementerian Luar Negeri, Jumat seperti dilansir Antaranews.

Menyusul aksi kekerasan tersebut, KBRI Paris dan KJRI Marseille segera berkoordinasi dengan aparat setempat serta simpul-simpul WNI termasuk Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) untuk memastikan kondisi para WNI.

“Hingga saat ini, tidak terdapat informasi adanya korban WNI dalam serangan tersebut,” ujar Kemlu.

Tercatat terdapat total 4.023 WNI yang menetap di Prancis, dan 25 orang di antaranya tinggal di Nice dan sekitarnya.

Pemerintah Prancis telah meningkatkan status peringatan keamanan tertinggi setelah adanya aksi teror yang menyebabkan seorang warga di Nice meninggal, pada Kamis (29/10/2020). Reuters melaporkan seorang perempuan tewas terpenggal dan dua orang lainnya meninggal dunia setelah diserang oleh tersangka seorang pelaku teror di gereja di Nice.

Beberapa jam setelah serangan teror di Nice, polisi menembak mati seorang pria yang diduga mengancam pejalan kaki dengan pistol di Montfavet, di dekat Kota Avignon, Prancis.

Dalam kesempatan terpisah, sejumlah media memberitakan seorang pria berkebangsaan Arab Saudi telah ditangkap oleh aparat di Kota Jeddah, Arab Saudi, setelah ia menyerang dan menyebabkan seorang penjaga di Kantor Konsulat Prancis, terluka.

Pascainsiden pemenggalan, Wali Kota Nice, Christian Estrosi lewat unggahannya di Twitter mengatakan serangan itu merupakan aksi teror yang pernah terjadi di Gereja Notre Dame dan sama dengan serangan yang menyebabkan Samuel Paty, seorang guru asal Prancis, tewas pada bulan ini.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom