Para Kades di Sragen Dukung Masa Jabatan 9 Tahun, Ini Alasannya

Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Sragen menganggap masa jabatan kades yang hanya enam tahun dalam satu periode terlalu singkat. Karena masa kerja efektifnya hanya empat tahun.

 Ketua FKKD Sragen Sutrisno (kiri) dan Ketua Praja Sragen (tengah) bersama pengurus FKKD dan Praja lainnya duduk di kursi depan dalam rapat koordinasi yang digelar di Gedung Korpri, Sragen, Senin (6/12/2021). (Istimewa/Praja Sragen)

SOLOPOS.COM - Ketua FKKD Sragen Sutrisno (kiri) dan Ketua Praja Sragen (tengah) bersama pengurus FKKD dan Praja lainnya duduk di kursi depan dalam rapat koordinasi yang digelar di Gedung Korpri, Sragen, Senin (6/12/2021). (Istimewa/Praja Sragen)

Solopos.com, SRAGEN — Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kabupaten Sragen mendukung wacana masa jabatan kepala desa (kades) sembilan tahun per periode dengan batasan maksimal dua periode. FKKD menilai masa jabatan sembilan tahun untuk kades itu ideal. Tetapi harus mengubah UU Desa dan turunannya terlebih dahulu.

Pernyataan itu disampaikan Ketua FKKD Sragen, Siswanto, menanggapi wacana Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar. Dalam KTNA Exporience di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen, Sabtu (30/7/2022), Mendes PDTT mewacanakan masa jabatan kades diperpanjang hingga sembilan tahun per periode.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Siswanto mengatakan memang masa jabatan kades yang hanya enam tahun untuk satu periode itu terlalu pendek. Dengan masa kerja enam tahun per periode itu belum bisa menyelesaikan rencana pembangunan sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJMD) yang disusun kades terpilih.

“Dengan masa kerja enam tahun itu bisa maju lagi sampai tiga periode berturut-turut. Ya kalau terpilih terus, kalau tidak terpilih lagi kan masih meninggalkan masalah,” ujarnya.

Ia menjelaskan tahun pertama kades masa kerja kades baru biasanya untuk mengembalikan kekompakan warga yang sempat terpecah akibat pemilihan kades. Sementara satu tahun terakhir masa jabatan kades sudah fokus pada persiapan mengikuti pilkades kembali.

Baca Juga: Mendes PDTT Wacanakan Masa Kerja Kades Jadi 9 Tahun

Dari situ bisa disimpulkan, sambung Siswanto, masa kerja efektif kades itu hanya empat tahun. Dalam empat tahun ini masih ada riak-riak dari warga yang tidak mendukung sehingga tidak bisa maksimal bekerja.

Siswanto menilai idealnya masa kerja kades itu sesuai dengan yang disampaikan Mendes PDTT, yakni sembilan tahun per periode dengan kesempatan dua periode berturut-turut. Dalam waktu sembilan tahun per periode itu, menurutnya cukup bagi kades untuk mengondisikan warga dan membangun desa. Walaupun nantinya, kata dia, kades hanya cukup menjabat satu periode tidak perlu dua periode.

“Wacana itu tidak serta merta diterapkan karena perlu waktu tetapi perlu kajian lebih lanjut,” ujarnya.

Sembilan Tahun Lebih Efektif

Kades Gawan, Kecamatan Tanon, Sutrisno juga mendukung wacana yang dilontarkan Mendes PDTT itu. Kades yang sudah menjabat tiga periode itu mengaku berdasarkan pengalamannya masa jabatan enam tahun terlalu singkat untuk melaksanakan visi-misi.

“Saat satu periode itu hanya enam tahun, maka dua tahun pertama untuk merangkul semua potensi masyarakat pascapilkades. Dua tahun kedua baru bisa fokus visi dan misi, dan dua tahun terakhir untuk persiapam visi misi periode kedua. Dengan sembilan tahun itu, kades bisa longgar dalam melaksanakan visi misi, apalagi bisa sampai dua periode,” ujarnya.

Baca Juga: Di Tangan Warga Sragen Ini, Gedebok Pisang Bisa Jadi Keripik Nikmat

Sutrisno menerangkan dengan sembilan tahun kali dua perode itu lebih efektif dan efisien dalam hal pendanaan daripada enam tahun kali tiga periode. Di sisi lain, dampak sosial pascapilkades juga tidak terlalu terasa dan stabilitas desa bisa tercapai.

Dia mengaku pilkades itu bisa merenggangkan hubungan antartetangga, bahkan antarsaudara karena beda pilihan politik.

“Saya setuju dengan wacana Mendes PDTT. Organisasi kepala desa lainnya sepertinya juga mendukung dan mendorong adanya revisi UU No. 6/2014 tentang Desa yang isinya mengubah masa jabatan enam tahun jadi sembilan tahun. Revisi UU Desa di tingkat eksekutif atau aturan lainnya tentunya menjadi catatan bagi para legislatif di tahun politik,” ujarnya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

    Espos Plus

    Mengenal Perempuan Pencetus Kali Pertama Teori Pemanasan Global

    + PLUS Mengenal Perempuan Pencetus Kali Pertama Teori Pemanasan Global

    Banyak perempuan di dunia sains yang wafat tanpa menyaksikan masyarakat modern hidup dengan memanfaatkan dan mengakui kontribusi mereka. Eunice Newton Foote (1819-1888) adalah pencetus kali pertama teori pemanasan global.

    Berita Terkini

    Daftar Kekosongan Jabatan Perangkat Desa di Eks Kawedanan Kota Klaten

    Berikut kekosongan jabatan perangkat desa di eks Kawedanan Kota Klaten.

    Kekosongan Jabatan Perdes di Eks Kawedanan Gondang Winangun Klaten

    Berikut kekosongan jabatan perangkat desa di eks Kawedanan Gondang Winangun, Klaten.

    Daftar Kekosongan Jabatan Perangkat Desa di Eks Kawedanan Pedan Klaten

    Berikut kekosongan jabatan perangkat desa di eks Kawedanan Pedan, Klaten.

    Daftar Kekosongan Jabatan Perdes di Eks Kawedanan Jatinom Klaten

    Berikut kekosongan jabatan perangkat desa di eks Kawedanan Jatinom, Klaten.

    Rumah dan Kandang di Tanon Sragen Terbakar, 1 Ekor Sapi Terpanggang

    Rumah dan kandang ternak milik warga Dukuh Dayan, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah terbakar pada Minggu (7/8/2022).

    Meriah! Ratusan Orang Kunjungi Bedoro Festival Fair Sambungmacan Sragen

    Ratusan orang menghadiri Bedoro Festival Fair yang diselenggarakan di Lapangan Tunjungsemi, Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, pada Minggu (7/8/2022).

    Daftar Kekosongan Jabatan Perdes di Eks Kawedanan Delanggu Klaten

    Berikut kekosongan jabatan perangkat desa di eks Kawedanan Delanggu, Klaten.

    Malam Puncak Grand Final Putra Putri Solo 2022, Meriah tapi Khidmat

    Malam puncak grand final pemilihan Putra Putri Solo 2022 di Balai Kota Solo berlangsung meriah dihadiri Puteri Indonesia Lingkungan 2022 Cindy May McGuire.

    Kisah Sukses Penjual Kesemek Selo Boyolali, Tembus Pasar Singapura

    Kisah sukses ini berasal dari Rina dan keluarganya di Desa/Kecamatan Selo, Boyolali yang kesehariannya berjualan buah kesemek.

    Alasan DLH Solo Usulkan CFD Tanpa Pedagang, Hanya Masalah Sampah?

    Persoalan rendahnya kesadaran pedagang dan pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya menjadi salah satu alasan DLH Solo usulkan CFD tanpa pedagang.

    Bakal Ditutup Total 3 Bulan, Begini Pengaturan Lalin Simpang Joglo Solo

    Kementerian Perhubungan sudah menyiapkan manajemen rekayasa lalu lintas saat simpang Joglo, Banjarsari, Solo, ditutup total selama tiga bulan.

    Jadi Ikon Desa! 14 Kelompok Ikuti Festival Gejog Lesung Barepan Klaten

    Sebanyak 14 kelompok mengikuti Festival Gejog Lesung yang digelar di Pendapa Alun-alun Barepan, Kecamatan Cawas, Klaten, Minggu (7/8/2022) siang.

    Wah, Pelopor Karawitan Jangglengan Sukoharjo Ternyata Penjual Bakso

    Munculnya kelompok karawitan di Desa Jangglengan, Nguter, Sukoharjo, dipelopori oleh seorang warga yang pernah merantau di Bandung sebagai penjual bakso.

    Simpang Joglo Solo Ditutup 3 Bulan untuk Rel Layang, Catat Jadwalnya!

    BTP Jabagteng telah menyiapkan linimasa pembangunan rel layang di Simpang Joglo, Banjarsari, Solo, yang salah satunya berdampak penutupan total simpang tujuh itu selama tiga bulan.

    Pengumuman! Ndarboy Genk Manggung di Stadion Trikoyo Klaten Malam Ini

    Ruas Jl. Pemuda Klaten bakal diberlakukan dua arah, Minggu (7/8/2022) pukul 18.00 WIB-24.00 WIB.