Panwaslu Hanya Sambilan, Jaringan Advokasi Pemilu Kecewa

Panwaslu Hanya Sambilan, Jaringan Advokasi Pemilu Kecewa

SOLOPOS.COM - Para aktivis pengawasan pemilu meneriakkan yel-yel pada apel pengawas Pilgub Jateng saat pilkada serentak 2018 di Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jateng, Rabu (14/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Anis Efizudin)

Panitia pengawas pemilihan umum (panwaslu) hanya dijadikan kerja sambilan oleh sebagian personelnya.

Solopos.com, SEMARANG — Jaringan Advokasi Hukum dan Pemilu Jawa Tengah menyesalkan profesi sebagai panitia pengawas pemilihan umum hanya dijadikan sambilan oleh sebagian personelnya. Kondisi itu dikhawatirkan memengaruhi kinerja pengawasan.

"Saya merasa prihatin ternyata pekerjaan sebagai petugas panwas di kabupaten maupun kecamatan banyak yang hanya dijadikan pekerjaan sambilan, padahal biaya yang dikucurkan pemerintah sangat besar," kata Koordinator Jaringan Advokasi Hukum dan Pemilu Jateng. Teguh Purnomo, di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (26/2/2018).

Ia mengungkapkan berdasarkan pantauan di beberapa daerah, diketahui bahwa petugas panwas Kabupaten Blora dan Magelang masih merangkap sebagai wartawan, bahkan salah seorang panwas di Kabupaten Brebes juga berprofesi pegawai negeri sipil serta kepala sekolah. Selain itu, petugas panwas di Kabupaten Batang dan Brebes juga merangkap dosen tanpa mengajukan cuti.

Teguh mengungkapkan, ketika dirinya menjadi anggota tim seleksi calon pengawas pemilihan umum di Provinsi Jateng, semua calon telah menyatakan kesanggupannya untuk meninggalkan profesi sebelumnya. Menurut dia, hal itu sesuai Pasal 117 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum. "Pada pasal itu telah diwajibkan panwas bersedia bekerja penuh waktu yang dibuktikan dengan surat pernyataan," ujarnya.

Ia menilai, panwas yang saat ini masih merangkap kerja itu tidak serius dalam mengemban tugas sebagai panwas. "Saya khawatir pengaruhnya berupa tindakan menyimpang berupa gratifikasi atau suap, sebagaimana penangkapan komisioner KPU dan panwas di Garut karena diduga menerima suap dari salah satu bakal calon yang tidak lolos," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Pasar, Pusat Kuliner, Hingga Sangiran Sragen Tetap Buka Saat Libur Lebaran

Sejumlah fasilitas umum dan pelayanan publik seperti pasar, tempat wisata dan Dispendukcapil Sragen tetap buka selama libur Lebaran.

Penanganan Covid-19 Jelang, Selama dan Setelah Libur Idul Fitri

Secara umum, tingkat kasus aktif Covid-19 dan kesembuhan di Indonesia masih lebih baik daripada global.

4 Orang Positif Tes Antigen, Mal Di Solo Boleh Tetap Buka

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo membolehkan mal dan pusat perbelanjaan tetap buka kendati ada empat orang yang positif tes antigen.

Di Usia 75 Tahun, Vespa Hadirkan 7 Warna Baru Penuh Gaya

7 warna baru yang menawan khusus untuk jajaran Vespa Primavera dan Vespa Sprint.

Tak Gelar Open House, Apa Agenda Wali Kota Solo Gibran dan Keluarga Saat Lebaran?

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memastikan tidak akan menggelar open house baik di rumah dinas maupun balai kota pada Lebaran ini.

Ayo Kurangi Mobilitas, Demi Mencegah Persebaran Mutasi Virus Corona

Masuknya varian Covid-19 dari luar negeri telah menyebar di sejumlah daerah di Indonesia. Masyarakat pun diimbau untuk mengurangi mobilitas demi mencegah persebaran mutasi virus corona.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Rabu 12 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Rabu, 12 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

MUI Perbolehkan Salat Id Digelar Berjemaah, Begini Ketentuannya

Pelaksanaan salat Id hanya diperuntukkan untuk wilayah dengan status zona hijau.

Bawa Mobil Karatan, Wanita Cantik Ini Bagi-Bagi Duit & Sembako Di Solo

Seorang wanita cantik membagi-bagikan sembako dengan berkeliling menggunakan mobil pikap karatan di wilayah Kota Solo.

Pemkot Madiun Perbolehkan Masyarakat Gelar Salat Idulfitri

Wali Kota Madiun, Maidi, mengatakan salat Idulfitri boleh diselenggarakan di masjid-masjid dan harus mematuhi protokol kesehatan.

Juara Liga Italia, Inter Milan Malah Diterpa Krisis Keuangan

Wakil Presiden Inter, Javier Zanetti, mengakui ada masalah keuangan di klub. Dia juga mengatakan tak menutup kemungkinan jika Suning Grup selaku pemilik bisa melego klub.

Yussa Nugraha Kian Dekat ke Laskar Sambernyawa

Manajemen Persis dikabarkan telah mencapai kesepakatan lisan dengan penyerang 20 tahun tersebut.