Tutup Iklan

Pantauan Ganjar, Banyak SMA/SMK di Jateng Langgar Kuota 20% Siswa Miskin

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memantau banyak sekolah, khususnya SMA dan SMK di Jateng, yang melanggar ketentuan penerimaan siswa miskin minimal 20% sesuai Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional.

Pantauan Ganjar, Banyak SMA/SMK di Jateng Langgar Kuota 20% Siswa Miskin

SOLOPOS.COM - Gubernur Ganjar Pranowo mengangkat suvenir berupa karikatur dirinya dari panitia Sragen University Expo 2019 seusai mengisi talk show di acara yang digelar di Gedung SMS Sragen, Sabtu (27/1/2019). (Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memantau banyak sekolah, khususnya SMA dan SMK di Jateng, yang melanggar ketentuan penerimaan siswa miskin minimal 20% sesuai Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional.

Atas dasar itulah Ganjar membuat aturan beasiswa bagi siswa miskin minimal 20% pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019. Penjelasan tersebut disampaikan Ganjar Pranowo saat ditemui Solopos.com seusai menghadiri Sragen University Expo 2019 di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen, Sabtu (27/1/2019).

Peraturan PPDB direvisi dengan menghapus surat keterangan tidak mampu (SKTM) dan memberi beasiswa kepada siswa miskin. “Mereka [calon siswa baru] berkompetisi dan menyiapkan diri dengan baik. Silakan bersaing secara terbuka. Zonasi kami atur ulang. Setiap zona harus menerima 90% siswa dari sekolah di zona itu. Sisanya yang 5% diberikan kepada mereka yang mau pindah zona dan 5% lainnya dari siswa di luar zona. Kami masih membuka ruang bagi mereka yang mengikuti orang tuanya atau pindah atau alasan lain,” ujar Ganjar.

Siswa miskin mendapat beasiswa dari APBD provinsi dan APBN. UU mengamanatkan beasiswa diberikan kepada siswa miskin minimal 20% per sekolah. Ganjar menekankan sekolah harus menerima siswa miskin minimal 20%. “Justru karena minimal ini banyak sekolah yang melanggar. Faktanya, banyak sekolah yang jumlah siswa miskinnya kurang dari 20%. Itu kan melanggar [UU]. Makanya kami meminta izin ke Pak Menteri [Menteri Pendidikan dan Kebudayaan] supaya ketentuan minimal 20% terpenuhi,” jelasnya.

Saat datang ke Gedung SMS Sragen, Ganjar sempat ditanya salah seorang siswa SMAN 1 Sragen, Bintang Nur Jannah. “Dulu katanya kalau masuk SMA ada zonasi. Zona I 50%, zona II 40%, dan zina III 10%. Temanku itu masuk di zona II, tetapi tetap tidak diterima. Tujuan zonasi sebenarnya apa Pak?” tanya dia.

Ganjar menjelaskan ketentuan zonasi pada PPDB 2019 berubah, yakni 90% di zona tersebut sementara SKTM dihapus. Pada 2018 lalu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencoret 78.000 SKTM bodong.

“Dengan ketentuan 90% itu biar sekolah anak-anak dekat. Kita itu bangsa kreatif. Kalau pengen masuk di sekolah tertentu bisa pindah KK. Sudah pokoknya belajar dan berdoa,” kata dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Indonesia Desak Gerakan Non Blok Dukung Kemerdekaan Palestina

Indonesia melalui Menlu Retno Marsudi dalam Pertemuan Luar Biasa Komite Gerakan Non Blok atau GNB meminta dukungan kemerdekaan Palestina.

Tenda Darurat di RSUD Tugurejo Diisi Pasien Berpenyakit Penyerta

RSUD Tugurejo Semarang terpaksa mendirikan tenda darurat untuk merawat pasien Covid-19 yang membeludak sehingga tak tertampung.

Sering Bersin Ciri Penerima Vaksin Kena Covid-19

Seseorang yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 masih harus tetap menghindari virus corona pemicu Covid-19.

Solo Bersiap Terapkan Jam Malam

Meningkatnya penularan virus corona di wilayah eks Karesidenan Surakarta membuat Pemkot Solo berencana menerapkan jam malam Covid-19.

Dompet Cekak, Mungkinkah Jakarta Disuntik Dana Sri Mulyani?

Dompet Jakarta terlampau cekak untuk menggerakkan iklim membangun sehingga harus mengharap disuntik dana dari Menkeu Sri Mulyani.

Korsel Gencarkan Vaksinasi, Jumlah Pasien Kritis Covid-19 Menurun

Korea Selatan atau Korsel menyatakan efek vaksinasi virus corona pencegah Covid-19 mulai terlihat pada penurunan jumlah pasien kritis.

Kendaraan Listrik Diramalkan Capai Puncak Penjualan 2033

Kendaraan listrik global diramalkan mencapai puncak penjualan tahun 2033 yang berarti lima tahun lebih awal daripada perkiraan sebelumnya.

Malaysia Targetkan Vaksinasi 60% Penduduk

Pemerintah Malaysia menargetkan dapat melakukan vaksinasi terhadap 60% penduduk dengan deadline akhir September 2021.

Panen Hadiah Simpedes BRI Klaten Diundi, Ini Nasabah Yang Beruntung Dapat Honda Mobilio

Bank BRI Cabang Klaten menggelar penarikan undian panen hadiah Simpedes periode II dengan hadiah utama satu unit mobil Honda Mobilio.

Kronologi Munculnya Klaster Takziah Covid-19 di Kabupaten Pasuruan

Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan menemukan klaster takziah di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Ada 21 orang positif terpapar Covid-19.

Begini Perketatan Aktivitas Masyarakat Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melakukan perketatan aktivitas masyarakat selama masa PPKM Skala Mikro.