Juri menilai burung yang digantang saat digelar lomba burung berkicau di halaman Pendopo Pemkab Klaten, Minggu (26/8/2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, SOLO -- Agenda wisata Solo berupa Lomba Burung Berkicau Piala Wali Kota Solo Cup yang rencananya digelar di Taman Balekambang, Banjarsari, Kota Solo, Minggu (23/6/2019), batal digelar.

Hal itu dikarenakan pelaksana kegiatan, yakni Pelestari Burung Indonesia (PBI) Cabang Solo, belum siap menggelar acara yang masuk dalam kalender pariwisata tahunan Kota Solo itu.

Anggota Staf Fungsional PBI Cabang Solo, Murtiawan, saat ditemui Solopos.com di Taman Balekambang, Jumat (21/6/2019), menyampaikan permohonan maaf kepada Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo, para pencinta burung seluruh Indonesia, dan seluruh masyarakat dikarenakan tidak berlangsungnya acara lomba burung skala nasional itu.

Menurutnya, batalnya perlombaan burung itu dikarenakan terjadi pemberhentian kepengurusan PBI Cabang Kota Solo sejak April sehingga mengakibatkan tersendatnya administrasi, urusan teknis, dan pendanaan komunitasnya.

“Kami tahu momen Piala Wali Kota Solo merupakan momen yang ditunggu seluruh pencinta burung di seluruh Indonesia dan masyarakat Kota Solo pada sektor ekonomi kecil. Pengurus PBI Cabang Solo sedang vakum sehingga memutuskan untuk meniadakan lomba itu Piala Wali Kota Solo ketiga. Semoga tahun depan kami dapat menggelar lagi lomba itu,” ujar Murtiawan.

Menurutnya, pilihan membatalkan lomba itu merupakan pilihan terbaik. Panitia tidak ingin menggelar lomba yang selalu diikuti seribuan peserta itu seadanya karena kurangnya persiapan.

Humas PBI Cabang Solo, Subekti, mengatakan pekan depan PBI Cabang Solo akan menyiapkan struktur kepengurusan untuk menyambut perlombaan burung berkicau Piala Balekambang Kumandang yang akan digelar November tahun ini.

Menurutnya, Piala Wali Kota Solo dan Balekambang Kumandang tidak dapat digabung menjadi satu perlombaan.

“Piala Wali Kota Solo dan Balekambang Kumandang masing-masing punya ciri khas tersendiri seperti bentuk piala dan lainnya sehingga tidak memungkinkan digabung dalam satu acara. Piala Balekambang Kumandang sudah kami sudah menyiapkan secepat mungkin setelah pekan depan terbentuk kepengurusan baru di PBI Cabang Solo,” ujarnya.

Ia mengaku sebenarnya sudah menyiapkan Piala Wali Kota Solo itu, namun persiapan itu pupus karena masa berlaku kepengurusan usai. Ia memastikan setelah struktur pengurus PBI Cabang Solo selesai, ia segera mengirim duta perlombaan Balekambang Kumandang ke berbagai pulau di seluruh Indonesia untuk mengampanyekan perlombaan itu.

Kepala UPT Taman Balekambang, Sumeh, menyayangkan batalnya Lomba Burung Berkicau Piala Wali Kota Solo itu. Menurutnya, Piala Wali Kota itu menarik peserta dari seluruh wilayah di Indonesia sehingga berdampak langsung pada sektor pariwisata dan ekonomi Kota Solo.

“Hotel-hotel kelas bawah, menengah, hingga atas penuh terisi oleh peserta yang mengajak keluarga ke Kota Solo. Warung-warung makan juga kebanjiran pengunjung. Namun apa boleh buat, penyelenggara dari PBI Cabang Solo belum siap. Semoga Lomba Burung Berkicau Balekambang Kumandang dapat berjalan lebih baik,” ujar Sumeh.

Sumeh mengatakan batalnya Piala Wali Kota itu juga berpengaruh pada tingkat kunjungan Taman Balekambang. Tahun lalu, Taman Balekambang tercatat menempati urutan kedua jumlah pengunjung tempat wisata di Jawa Tengah.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten

%d blogger menyukai ini: