Panitia Pilkades Sumberejo Karanganyar Lalai, 21 Warga Kehilangan Hak Pilih

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, KARANGANYAR — Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sumberejo, Kecamatan Kerjo, Karanganyar, terindikasi melakukan kesalahan pendataan penduduk yang berdampak hilangnya hak pilih 21 warga.

Warga yang kehilangan hak suara itu semuanya warga Dusun Kerjo RT 003/RW 002, Desa Sumberejo. Jumlah total warga Dukuh Kerjo RT 003/RW 002 yang memiliki hak suara ada 55 orang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, puluhan warga Dusun Kerjo mendatangi Kantor Balai Desa setempat untuk mempertanyakan kepada panitia Pilkades atas hilangnya hak suara 21 warga. Warga berkumpul di Kantor Desa Sumberejo pukul 10.00 WIB, Sabtu (16/2/2019).

Salah satu warga Desa Sumberejo, Sogol Suryo Sadino, mengatakan ada 21 warga yang tidak terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) karena kesalahan panitia. Dia mengaku kecewa dengan kinerja panitia.

“Saya akan tuntut panitia penyelenggara karena ini menghilangkan hak warga negara Indonesia. Para warga tersebut mendapatkan hak suara pada pilihan gubernur dan pilihan bupati, tetapi pada pilkades tidak dapat,” katanya kepada Solopos.com.

Ketua panitia Pilkades Sumberejo, Subandi Rusman Effendy, membenarkan ada 21 warga yang tidak terdaftar di DPT. Ia mengatakan salah satu anggota panitia lalai tidak melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data di lapangan.

“Tidak ada unsur kesengajaan untuk menghilangkan hak suara. Kelalaian terletak pada tidak dilakukannya coklit. Padahal, mereka belum dimasukkan ke DPT. Dengan tidak terdaftar di DPT, otomatis hak suaranya hilang,” katanya kepada Solopos.com saat ditemui di Kantor Desa Semberejo.

Effendy mengatakan sudah berkoordinasi dengan Pemkab Karanganyar. Dia memohon agar warga yang belum terdaftar supaya dapat menggunakan hak pilihnya. Sayangnya, menurut Perda tentang Pilkades warga yang tidak terdaftar di DPT tidak bisa memilih.

Soal ancaman warga untuk membawa masalah tersebut ke jalur hukum, Effendy mengatakan akan meminta petunjuk dari Pemkab Karanganyar. “Kami akan minta petunjuk dari bidang hukum dari Pemkab. Kami dulu tidak melamar untuk ini, kami orang awam, buta hukum,” ujarnya.

Dia menambahkan anggota panitia yang melakukan kelalaian tersebut sudah mengundurkan diri dan masih diproses di Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sumberejo.

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Ansari Kadir, Dulu Sering Gagal Bisnis Kini Punya 100 Outlet

Kini Sang Pisang telah memiliki 100 outlet termasuk di Malaysia.

Tikus Pithi Disebut Organisasi Tak Jelas saat Lawan Gibran di Pilkada Solo, Tuntas Subagyo Berang

Tuntas Subagyo tersinggung dengan pernyataan Refly Harun yang menyebut Tikus Pithi sebagai organisasi tidak jelas saat melawan Gibran di Pilkada Solo.

Hukum Onani dengan Bantuan Istri dalam Islam, Apakah Diperbolehkan?

Di bawah ini terdapat penjelasan mengenai hukum onani dengan bantuan tangan istri menurut Islam. Apakah diperbolehkan atau dilarang?

Sponsor Persis Solo Berlimpah, Ini Jumlah dan Macamnya

Keberadaan Kaesang Pangarep bak magnet yang mendorong Persis Solo memiliki finansial berlimpah.

Hasil Liga 1 2021-2022: Derbi Kalimatan, Borneo FC vs Barito Putera Bermain Imbang 1-1

Barito Putera unggul lebih dahulu lewat gol yang dicetak Muhammad Luthfi Kamal

Bukti Keberhasilan Pemberdayaan BUMDes, Semen Gresik Raih Nusantara CSR Awards 2021

Program CSR Semen Gresik telah memberikan kebermanfaatan, diantaranya mendorong penurunan angka kemiskinan di area perusahaan.

Petugas DLHK dan Polisi Klaten Cek Air Saluran Irigasi yang Berubah Merah, Hasilnya?

Petugas dari DLHK dan Polres Klaten mengambil sampel air di saluran irigasi yang sebelumnya dikabarkan berubah warna menjadi merah.

Pemkab Sukoharjo Bantu Biaya Pendidikan Anak Pasutri Tinggal di Kolong Meja Wedangan Kartasura

Pemkab Sukoharjo akan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada anak dari pasangan suami istri Cahyo Yulianto, 50 dan Wiwin Haryati, 48.

Gubernur Anies Larang Rokok Dipajang, Produsen Menjerit

Seruan Gubernur direalisasikan dalam bentuk penindakan oleh Satpol PP DKI Jakarta.

Waduh! Antrean Warga Mengular di Sentra Vaksinasi XT Square

Pendeknya durasi di hari Jumat akibat ibadah salat membuat warga berlomba datang lebih dulu hingga antrean mengular.

Sponsor Berlimpah, Persis Solo Kewalahan Terima Tawaran Kerja Sama

Jelang peluncuran tim dan jersey pekan depan, terhitung sudah 14 perusahaan yang mendukung Persis Solo musim ini.

Pelepasan Atlet PON XX Papua Kontingen Jawa Tengah asal Kota Solo

Pemkot Solo melepas 45 atlet, 9 pelatih

Total Dana IPO Tembus Rp32,14 Triliun, Kontribusi Bukalapak Rp21,9 Triliun

Dana hasil penawaran umum yang telah terkumpul hingga 16 September 2021 sebesar Rp32,14 triliun. Total dana itu berasal dari 38 perusahaan yang baru tercatat tahun ini.

Pemerintah Targetkan Ekspor Mobil Listrik di Tahun 2022

Infrastruktur dasar KIT Batang selesai sejak Mei 2021, pembangunan fasilitas recycle, cathode, dan precursor dimulai akhir tahun ini.

Dibujuk Bupati Sukoharjo, Sekeluarga Tidur di Kolong Meja Wedangan Tetap Tolak Tempati Rusunawa

Bupati Sukoharjo Etik Suryani membujuk satu keluarga pasutri Cahyo Yulianto dan Wiwin Haryati yang terpaksa tinggal dan tidur di kolong meja wedangan di Kartasura untuk menempati rusunawa.