Pangkostrad Minta Jangan Fanatik Beragama, Muhammadiyah Berpendapat Sebaliknya

Muhammadiyah tak sepakat dengan pernyataan Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurrachman yang bahwa tak boleh fanatik dalam beragama.

 Pangkostrad, Letjen TNI Dudung Abdurrachman. (detik.com)

SOLOPOS.COM - Pangkostrad, Letjen TNI Dudung Abdurrachman. (detik.com)

Solopos.com, JAKARTA —Panglima Komando Cadangan Strategis Tingkatan Darat (Pangkostrad), Letjen TNI Dudung Abdurrachman, meminta anggotanya untuk tidak fanatik dalam beragama. Ia juga menyebut semua agama benar di mata Tuhan.

Pernyataan itu ia sampaikan saat mengunjungi Batalion Zipur 9 Kostrad, Ujungberung, Bandung, Jawa Barat. Senin (13/9). Dudung mengunjungi Batalyon Zipur 9 Kostrad bersama Ketua Persit KCK Gabungan Kostrad, Rahma Dudung Abdurachman.

Pernyataan itu belakang menuai reaksi dari sejumlah pihak. Di antaranya dari Muhammadiyah.  Salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia itu menilai pernyataan Dudung perlu diperbaiki.

“Mungkin maksudnya baik itu ya ingin mengajarkan sikap toleransi kepada ada aparat, jajaran, cuma pernyataannya beliau perlu diperbaiki,” ujar Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, kepada wartawan, Rabu (15/9/2021), seperti dikutip dari detik.com.

Baca Juga: Round Up: KPK Pecat Cebih Cepat Pegawai Tak Lolos TWK, Jokowi Lepas Tangan

Dadang menyebut kefanatikan dalam agama itu perlu, namun juga didampingi dengan toleransi. “Kalau fanatik sih boleh. Agama kan memang harus fanatik cuma penuh kasih sayang kepada orang lain, menghormati orang lain. Kalau beragama harus fanatik, tidak merendahkan, tidak melecehkan, tidak menyebabkan orang terhina, oleh kita ya toleransi,” terangnya.

Terkait soal pernyataan Dudung yang menyebut semua agama benar di mata Tuhan, Dadang punya pandangan lain.

“Mungkin semua agama benar menurut kepercayaan masing-masing, penganut masing-masing, yang bagus sih (pernyataan) begitu. Kalau Tuhan kan Tuhannya berbeda-beda,” lanjutnya.

Sebagai informasi, Dudung mulanya meminta prajurit TNI AD untuk bijak dalam bermedia sosial. Dia meminta mereka menghindari sikap fanatisme yang berlebihan terhadap agama. Sebab, menurutnya, semua agama sama di mata Tuhan Yang Maha Esa.

“Bijaklah dalam bermain media sosial sesuai dengan aturan yang berlaku bagi prajurit. Hindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama. Karena semua agama itu benar di mata Tuhan,” kata Dudung, dikutip dari keterangan pers Penerangan Kostrad, Selasa (14/9).

Tanggapan Menag

Sementara itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, sepakat dengan Pangkostrad. “Semua yang berlebihan kan tidak baik,” kata Yaqut.

Fanatisme terhadap agama perlu diarahkan ke diri sendiri, bukan terhadap orang lain. Arah fanatisme ke dalam diri bisa menjadikan seseorang erat memegang keyakinannya. Namun, fanatisme tidak perlu diarahkan untuk orang lain yang berbeda keyakinan.

“Fanatik itu seharusnya untuk diri sendiri dan lemah lembut kepada orang lain, bahkan kepada yang berbeda keyakinan. Jangan di balik, fanatik apalagi yang berlebihan diberlakukan untuk orang lain, sementara untuk diri sendiri malah lunak,” tutur Yaqut.

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menilai sikap inklusif seperti Dudung ini perlu dimiliki pemimpin Indonesia di berbagai level.

Baca Juga: Hati-Hati Penipuan Arisan Online, Sudah Mbledos di 4 Daerah Soloraya ini

“Pemimpin Indonesia harus seperti itu,” kata Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo.

Dia menilai Dudung punya sikap inklusif. Menurut Benny, istilah ‘inklusif’ melampaui kata ‘toleransi’. Dalam beragama, semua warga Indonesia harus menghargai perbedaan karena warga Indonesia bersaudara.

“Dudung hanya menyatakan bahwa beragama di Indonesia harus inklusif, meski beda keyakinan tapi kita bisa hidup bersama. Ini sejalan dengan yang selalu dikatakan Menteri Agama, yakni soal moderasi beragama di Indonesia,” kata Benny.


Berita Terkait

Berita Terkini

Syarat PCR untuk Naik Pesawat Resmi Digugat ke PTUN

Joman menganggap Inmedagri yang dikeluarkan Tito Karnavian soal syarat PCR untuk naik pesawat melanggar Undang Undang Dasar (UUD).

Ini Gelar Sukmawati Soekarnoputri Setelah Menganut Agama Hindu

Putri Presiden Sukarno, Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri, resmi menjadi penganut agama Hindu setelah menjalani prosesi upacara Sudhi Wadani.

Sejarah Hari Ini: 27 Oktober 1928, Kongres Pemuda II Dihelat di Jakarta

Aneka peristiwa terjadi di dunia pada 27 Oktober terangkum dalam Sejarah Hari Ini salah satunya terkait dimulainya Kongres Pemuda II di Jakarta.

5 Bocah Main Air di Sungai, 1 Hilang

Keceriaan lima bocah itu berubah menjadi malapetaka setelah terdengar suara teriakan minta tolong dari para korban.

Ustaz di Lampung Unggah Video Dibegal, Eh Ternyata Abal-Abal

Karena menyebut nama Lampung, video rekayasa pembegalan itu dianggap membikin resah.

Tarif PCR di India Murah Banget Rp160.000an, Ternyata Ini Sebabnya

Budi Gunadi menekankan pemerintah tidak akan memberikan subsidi harga tes PCR karena harganya sudah cukup murah dibandingkan negara lain.

Presiden Minta Kantin dan Tempat Parkir Diwaspadai, Ada Apa Ya?

Seiring dengan pembelajaran tatap muka yang sudah dimulai, Presiden meminta kewaspadaan tinggi di kantin dan tempat parkir.

Babat Polisi Jahat, Kapolri: Saya Ingin Polri Dicintai Masyarakat

Kapolri ingin polisi menjadi kebanggaan dan dicintai masyarakat.

Lagi 1 Juta Dosis Vaksin Sinovac Diterima Pemerintah Indonesia

Indonesia saat ini adalah salah satu negara dengan capaian vaksinasi tertinggi di dunia dan tetap menjaga ketersediaan vaksin.

Sukmawati: Sukarno Pancasilais, Bebaskan Agama Anak-Anaknya

Sukarno merupakan sosok yang sangat Pancasilais, yang mengajarkan kebinekaan harus menjadi prinsip utama bagi warga negara Indonesia.

Misteri Meninggalnya Atlet Voli Wanita Afghanistan, Ini Fakta Terbaru

Para pemimpin perempuan Afghanistan juga mengklaim merasa terancam. Namun, kebangkitan Taliban dengan memegang kekuasaan juga telah menimbulkan misinformasi.

Angka Kematian Covid-19 Melonjak, Rusia Lakukan Lockdown Parsial

Rusia mencatat angka kematian Covid-19 tertinggi, di tengah lonjakan kasus baru yang memicu otoritas memberlakukan kembali langkah penguncian (lockdown) parsial.

Bingo-Gaga Karya Mahasiswa ISI Solo Lolos Kompetisi IP Karakter

Bingo-Gaga telah lolos seleksi di antara 90-an peserta se-Indonesia melalui beberapa tahapan seleksi.

Situs Judi Online 19.Love.Me Diungkap, Ada Adegan Mantap-Mantap Juga

Bareskrim Polri membongkar praktik judi online melalui situs web 19.love.me yang juga menyiarkan adegan seks secara langsung atau live streaming.

Ini Loh Kelompok Masyarakat Dapat Vaksin Booster Covid-19 Tahun Depan

Saat ini pemerintah masih mengkaji vaksin Covid-19 mana yang bakal optimal untuk dijadikan booster, dipilih kombinasi mana yang paling baik.