Meme mahasiswa Fakultas Pertanian UNS Solo menyindir laporan praktikum yang ditulis tangan.

Solopos.com, SOLO — Dekan Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Samanhudi mengonfirmasi kabar pemanggilan terhadap mahasiswa bernama Galuh Fadwa Ammi Putri karena meme yang menyindir laporan praktikum yang ditulis tangan. Namun, dia memastikan mahasiswa tersebut tak akan dijatuhi sanksi.

Dalam surat berkop UNS dengan perihal surat pemanggilan tersebut, Galuh diminta datang ke Ruang Sidang Dekan Gedung B Lantai 2 FP UNS, Kamis (21/11/2019) pukul 13.00 WIB.

“Saya diberitahu Wakil Dekan akan memanggil mahasiswa itu untuk ditanyai apa maksud dari status tersebut. Tapi kok sepertinya belum terlihat tanda-tandanya,” ujarnya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis.

Pada hari itu, Solopos.com sempat mengamati ruang-ruang di lantai 2 FP Gedung B tersebut pada jam yang ditentukan hingga beberapa waktu kemudian, namun Galuh tidak terlihat. Rupanya Galuh tidak bisa datang memenuhi undangan karena sedang berada di Jakarta.

GKR Hemas ke Penggugat UU Keistimewaan DIY: Enggak Mau di Jogja, Silakan Pergi!

Disinggung mengenai keluhan Galuh tentang penugasan dengan tulisan tangan, Dekan mengatakan bahwa hal tersebut sebagai hal yang wajar. Sebab ada dosen lain yang meminta mahasiswa mengumpulkan laporan penugasan dalam bentuk cetak.

Namun, Dekan juga berharap agar mahasiswa mamahami bahwa penugasan berupa tulisan tangan memiliki tujuan tertentu, misalnya menghindari pencontekan. “Di kampus kan wajar, ada mahasiswa yang diminta mengumpulkan dalam bentuk cetak, ada juga yang diminta dalam bentuk tulisan tangan. Mungkin yang penulisan tangan ini dikira ketinggalan zaman. Padahal tidak demikian,” tegasnya.

Unggah Meme Sarkastis Soal Praktikum, Mahasiswa UNS Solo Dipanggil Kampus

Dekan hanya menyayangkan Galuh menyebut kampusnya sebagai kampus primitif yang tidak menggunakan teknologi dalam pemberian tugas.

Meski demikian, pihaknya tidak akan memberikan sanksi kepada Galuh atas meme yang kini ramai diperbincangkan tersebut. Pihaknya hanya ingin mengklarifikasi dan mengingatkan agar Galuh tidak mengulangi hal itu.

“Kalau ada keluhan tentang pembelajaran, sebenarnya ada salurannya melalui tatap muka atau forum-forum di senat. Tapi mereka adalan anak-anak kami, sehingga kalau dia keliru, ya kami ingkatkan. Tidak akan kami beri sanksi,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Agung Wibowo mengatakan hal senada dengan Dekan. Menurutnya, penugasan dengan penulisan tangan adalah hal wajar dan tidak perlu dibesar-besarkan.

Keistimewaan Yogyakarta Digugat, Hemas: Keraton Tak Minta Ganti Saat Gabung NKRI

Agung menambahkan, masalah tersebut akan diselesaikan dengan kekeluargaan.

“Pemanggilan melalui surat tertulis kami lakukan karena yang bersangkutan membuat tulisan [meme]. Seandainya dia menyampaikan keluhan itu lewat lisan, tentu akan kami respons secara lisan juga. Tapi pemanggilan ini hanya bersifat mengingatkan saja kepada yang bersangkutan. Dan sekarang dia belum bisa datang dan sudah memberitahu kami bahwa dia sedang praktikum di Jakarta.” kata dia. Rencananya, Galuh akan dipanggil lagi Senin (25/11/2019).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten