Tim gabungan menggelar sidak di Pasar III Lantai Klaten, Jumat (24/5/2019). (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Tim gabungan Pemkab Klaten menemukan produk pangan yang sudah kedaluwarsa dan daging sapi bercacing saat inspeksi mendadak (sidak) di Pasar III Lantai Klaten, Jumat (24/5/2019).

Pantauan Solopos.com di lokasi, tim gabungan menyisir beberapa lapak dan kios pedagang di Pasar III Lantai Klaten, Jumat pukul 09.00 WIB. Tim terdiri dari Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disdagkop dan UMKM), Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP), Dinas Kesehatan (Dinkes), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Tim gabungan membawa alat khusus, seperti alat mengecek kadar air pada daging. Tim gabungan mengecek langsung kondisi fisik setiap daging sapi, ayam potong, dan mamin yang ditemui. Tim gabungan fokus memantau hati sapi bercacing, ayam suntik, dan makanan-minuman (mamin) kedaluwarsa.

“Hasil pengecekan sementara [berdasarkan kondisi fisik], kami menemukan hati sapi bercacing di salah satu pedagang. Tadi juga melihat ayam suntik. Lalu ada mamin kedaluwarsa. Selanjutnya, barang dagangan itu ada yang diminta dibuang, ada pula yang kami sita,” kata Koordinator Tim Gabungan sekaligus Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Mursidi, saat ditemui wartawan di sela-sela sidak di Pasar Lantai III Klaten, Jumat.

hati sapi

Hati sapi bercacing yang ditemukan tim gabungan di Pasar III Lantai Klaten, Jumat (24/5/2019). (Solopos/Ponco Suseno)

Mursidi mengatakan tim gabungan juga mengambil beberapa mamin untuk diteliti ada tidaknya kandungan formalin. Di antara mamin itu, seperti mi, buah-buahan, udang, ikan asin, cincau, kolang-kaling, dan lain sebagainya.

“Terkait kandungan formalin, harus di uji laboratorium terlebih dahulu. Butuh waktu untuk mengetahuinya. Sidak seperti ini sudah kami lakukan sejak beberapa waktu lalu, dimulai di kawasan Jogonalan. Selanjutnya, kami juga menggelar sidak di Klaten bagian utara,” katanya.

Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Usaha Peternakan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) DPKPP Klaten, Triyanto, mengatakan hati sapi bercacing dan ayam suntik sebenarnya tidak berbahaya untuk dikonsumsi. Namun harus dimasak dengan suhu tertentu.

“Hati itu bagian dari jerohan. Sebenarnya, jerohan itu tak perlu dikonsumsi. Cukup dagingnya saja. Tapi di Indonesia ini, jerohan memang laku. Akhirnya pedagang tetap tertarik menjual karena ingin untung. Kami hanya mengimbau ke pedagang agar tak menjual hati sapi bercacing dan ayam suntik,” katanya.

Salah satu penjual daging sapi di Pasar III Lantai Klaten, Warti, 48, mengaku tak tahu-menahu tentang ada tidaknya cacing di hati sapi yang dijualnya. “Saya tak tahu kalau di hati sapi ada cacingnya. Saya kan hanya disetori. Harga daging kualitas nomor dua saat ini senilai Rp90.000 per kilogram,” katanya.

Hal senada dijelaskan pedagang Mamin di Pasar III Lantai Klaten, Siti Latifah. Sejumlah barang dagangan yang dijual merupakan hasil pengiriman dari distributor.

“Saya pasrah saja jika memang ditemukan mamin kedaluwarsa di tempat saya. Mungkin ini menjadi pembelajaran juga, yakni harus mengontrol setiap memperoleh kiriman barang [dari distributor],” katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perda Satpol PP Klaten, Poniman, mengatakan setiap temuan mamin tak layak jual langsung disita petugas. “Mamin kedaluwarsa yang ditemukan kami bawa ke kantor. Seperti mi dan makanan kecil lainnya,” katanya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten