Pandemi Corona, 467 Daerah Terapkan Layanan Administrasi Kependudukan Online
Foto Ilustrasi e-KTP JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto

Solopos.com, JAKARTA -- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebutkan 467 daerah menerapkan layanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil (dukcapil) secara online selama pandemi corona atau Covid-19.

Sebanyak 467 Dinas Dukcapil daerah kabupaten/kota sudah melaksanakan layanan online administrasi kependudukan (adminduk) dengan berbagai cara.

Ada yang sudah menggunakan aplikasi yang bisa diunduh via Playstore, lewat website, serta layanan melalui Whatsapp dan SMS.

Waduh! Hampir Semua Penelepon Ngeprank Call Center Covid-19 Bandung

"Untuk daerah yang masih ada layanan manual seperti perekaman KTP-el, wajib menggunakan protokol pencegahan penularan Covid-19," kata Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh di Jakarta, Sabtu (18/4/2020), sebagaimana dikutip dari laman Dukcapil Kemendagri.

Zudan meminta seluruh Dinas Dukcapil kabupaten/kota yang belum memiliki aplikasi layanan administrasi kependudukan online agar segera mengembangkannya. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik khusus layanan adminduk.

Gawat! Produksi APD dan Masker Terancam Berhenti Setelah Juni

Dia berharap selain sebagai inovasi dan terobosan pelayanan di bidang adminduk melalui aplikasi tersebut masyarakat bisa mudah mengetahui progres penyelesaian dokumen kependudukan yang sedang diurus.

Dokumen Selesai Cetak

Selain itu, Zudan juga mewajibkan Kepala Dinas (Kadis) Dukcapil mengumumkan dokumen kependudukan yang sudah selesai dicetak di kantor Dinas Dukcapil (Disdukcapil), kecamatan, UPT, kelurahan atau di Mall Pelayanan Publik (MPP).

Tenggelam di WGM Area Nguntoronadi, Mayat Kakek 75 Tahun Ditemukan di Baturetno Wonogiri

Dia meminta para Kadis Dukcapil mengumumkan tempat pengambilan dokumen kependudukan, sehingga masyarakat mudah mengetahuinya.

"Pengumuman tersebut sekurang-kurangnya agar dipasang di kantor Disdukcapil, kecamatan, kelurahan/desa atau melalui media lainnya seperti website, aplikasi di playstore/appstore, WhatsApp, dan SMS. Dengan demikian, diharapkan masyarakat bisa mengetahui bahwa dokumennya sudah selesai dan diberitahukan juga tempat pengambilan dokumen tersebut."

Dengan layanan administrasi kependudukan online pengumuman tentang pengambilan dokumen kependudukan yang sudah jadi akan lebih mudah.

Ribuan Cacing Keluar dari Tanah, Bertebaran di Trotoar Pasar Gede Solo

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan baik buruknya kualitas pelayanan publik sangat menentukan citra aparatur sipil negara.
Di bidang pelayanan adminduk, misalnya, terkadang masyarakat tidak well informed progres pengajuan dokumen kependudukannya sudah sampai sejauh mana.

"Pelayan publik yang baik harus memberikan kepastian waktu kapan jadi, dan kepastian tempat pengambilan dokumen hasil pelayanan," tegas  Mendagri.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom