Pancur Pitu, Destinasi Wisata Menarik di Lereng Gunung Pandan Madiun

Objek Wisata Pancur Pitu di Desa Sumberbendo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun menjadi wisata alternatif yang menarik dengan keindahan alam serta kolam air dengan tujuh pancurannya.

 Pengunjung menikmati keindahan alam di lokasi wisata Pancur Pitu di Desa Sumberbendo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Sabtu (15/1/2022). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)

SOLOPOS.COM - Pengunjung menikmati keindahan alam di lokasi wisata Pancur Pitu di Desa Sumberbendo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Sabtu (15/1/2022). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)

Solopos.com, MADIUN Di tengah kawasan hutan Gunung Pandan di Desa Sumberbendo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun terdapat tempat wisata yang cukup asik dikunjungi. Tempat wisata itu adalah Pancur Pitu.

Objek wisata ini menawarkan keindahan alam di ketinggian. Selain itu, di objek wisata ini terdapat kolam dengan tujuh pancuran air yang bersumber dari pegunungan. Airnya segar dan jernih.

PromosiInsentif Fiskal untuk Mewujudkan Ambisi Penggunaan Kendaraan Listrik

Untuk menuju ke lokasi wisata itu dibutuhkan waktu sekitar 45 menit sampai 60 menit dari pusat kota Caruban. Sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan yang menyejukkan. Hutan yang rimbun dan jalan yang naik turun.

Namun, tidak perlu khawatir, jalan menuju lokasi Pancur Pitu kondisinya sudah lumayan baik. Hanya beberapa ruas jalan saja yang perlu diperbaiki.

Baca Juga: Miris! Kafe di Banyuwangi Gelar Acara Striptis Gadis di Bawah Umur

Setibanya di lokasi, pengunjung harus berjalan kaki menurun untuk menuju ke kolam Pancur Pitu. Di lokasi wisata ini terdapat kolam yang airnya bersumber dari mata air alami dari Gunung Pandan.

Di kolam itu terdapat tujuh pancuran yang airnya terus menerus mengalir. Airnya sangat jernih. Sedangkan hawanya sangat sejuk. Bisa terbayang dinginnya air di kolamnya.

Bukan hanya ada kolam untuk berendam, di lokasi wisata ini juga terdapat beberapa spot swafoto yang menarik. Ada juga tempat fasilitas umum, seperti toilet dan tempat duduk pengunjung.

Destinasi wisata Pancur Pitu ini dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sumburbendo. Destinasi wisata tersebut dibuka sejak 2019 dan sampai saat ini masih menjadi alternatif warga yang bosan dengan wisata di perkotan dan ingin menikmati ketenangan dan kesejukan alam.

Baca Juga: Jangan Ngaku Pecinta Durian Kalau Belum Cicip Durian Segulung Madiun

Seorang pengunjung, Desinthaa, mengatakan Pancur Pitu ini sangat cocok untuk dijadikan tempat berwisata keluarga. Selain hawanya sejuk, di sini juga bisa untuk bermain air. Apalagi airnya sangat jernih.

“Bagus sih untuk kebutuhan berfoto dan terus diunggah ke media sosial. Pemandangannya cukup menarik dan indah,” jelas dia, Sabtu (15/1/2022).

Warga Kecamatan Pilangkenceng itu mengusulkan supaya perlu ditambah tempat-tempat berfoto selfie dengan konsep kekinian. Supaya warga semakin tertarik untuk datang ke sini.

“Tapi tempat ini lumayan untuk direkomendasikan,” ujar dia.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Kenaikan TDL Pelanggan 3.000 VA Berpotensi Tambah Beban Industri

+ PLUS Kenaikan TDL Pelanggan 3.000 VA Berpotensi Tambah Beban Industri

Rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik abagi pelanggan 3.000 volt ampere (VA) disesalkan pelaku industri yang tengah berjuang untuk bangkit setelah dihajar pandemi Covid-19.

Berita Terkini

Bermodus Kemasan Bubuk Kopi, BNNP Jatim Bongkar Peredaran Ganja 16,9 Kg

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur membongkar peredaran narkoba jenis ganja dengan barang bukti sebanyak 16,9 kilogram.

Korban Meninggal Kecelakaan di Tol Surabaya Bertambah Jadi 15 Orang

Korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut di KM 712+400 jalur A Tol Surabaya-Mojokerto bertambah menjadi 15 orang.

Sopir Bus Kecelakaan Maut di Tol Surabaya Ditetapkan Jadi Tersangka

Sopir bus PO Ardiansyah yang mengalami kecelakaan maut di KM 712+400 jalur A Tol Surabaya-Mojokerto ditetapkan sebagai tersangka.

Mantap! Pemkot Madiun Bangun Pondok Lansia, 2023 Sudah Bisa Ditempati

Pemerintah Kota Madiun kini tengah membangun pondok khusus bagi warga lanjut usia.

Jos! Pemkab Ponorogo Raih Opini WTP 10 Kali Berturut-Turut dari BPK

Pemkab Ponorogo berhasil mempertahankan selama sepuluh tahun berturut-turut mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

2 Pelaku Pembalakan Liar Hutan di Ponorogo Ditangkap, 3 Pelaku Diburu

Dua dari lima pelaku pembalakan liar hutan lindung di Kabupaten Ponorogo berhasil dibekuk.

Awalnya Flu & Kejang, Puluhan Sapi di Magetan Terkonfirmasi Positif PMK

Puluhan ekor sapi di Kabupaten Magetan terkonfirmasi positif PMK dengan gejala awal flu dan kejang-kejang.

Kreatif! Kakek-Kakek di Madiun Ini Ubah Limbah Kayu Jadi Miniatur Truk

Seorang kakek-kakek di Kabupaten Madiun ini mengubah limbah kayu menjadi kerajinan truk yang bernilai ekonomi.

Sadis, Pemuda Bunuh Teman Kencannya Pakai Pisau di Hotel Kediri

Pemuda asal Jombang membunuh teman kencannya di salah satu hotel di Kediri.

Waduh, 2 Ekor Sapi di Madiun Suspek PMK, Ada Luka di Mulut dan Kaki

Dua ekor sapi di Kabupaten Madiun dinyatakan suspek penyakit mulut dan kaki (PMK).

9 Rumah di Pasuruan Dihantam Truk Bermuatan Pasir, Diduga Rem Blong

Dump truk berpelat nomor M 8148 UG bermuatan pasir batu menabrak sembilan bangunan rumah warga di Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (18/5/2022) sekitar pukul 10.00 WIB.

Belum Direlokasi saat Revitalisasi Dimulai, Pedagang Pasar Sleko Ngeluh

Sejumlah pedagang Pasar Sleko, Kota Madiun, mengeluh karena belum direlokasi saat proyek revitalisasi pasar tersebut dimulai.

Rem Blong, Truk Kontainer Tabrak Ruko & Mobil, 1 Orang Meninggal

Truk kontainer menabrak rumah toko dan mobil di kawasan Simpang 3 Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu (18/5/2022). D

Bahasa Walikan Malang Ada Sejak Zaman Belanda, Dulu Dipakai Jadi Sandi

Bahasa Walikan Malang ternyata sudah ada sejak zaman Belanda, dahulu digunakan prajurit sebagai kode atau sandi.

Ratusan Sekolah di Ponorogo Tak Miliki Kepsek, Kenapa Ya?

Ratusan sekolah di Ponorogo tidak memiliki kepala sekolah definitif.