Truk milik Angkatan Laut Korut membawa rudal balistik saat parade militer dalam acara ulang tahu ke-105 pendiri negara, Kim Il Sung, di Pyongyang, Korut, 15 April 2017. (Reuters-Damir Sagolj)

Solopos.com, PYONGYANG — Pemerintah Korea Utara (Korut) kesal terhadap Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) yang menyebut Korut sebagai negara pendukung terorisme.

Dikutip dari Reuters, Selasa (5/11/2019), laporan berjudul Country Report on Terrorism 2018 dari Departemen Luar Negeri AS yang dirilis pada 1 November 2019 menegaskan penunjukan kembali Korut sebagai sponsor negara terorisme.

Dalam laporan itu dikatakan bahwa pemerintah Korut berulang kali memberikan dukungan untuk aksi terorisme internasional karena terlibat dalam pembunuhan di tanah asing.

Laporan itu merujuk pada kasus pembunuhan saudara tiri Pemimpin Korut Kim Jong-un, yakni Kim Jong Nam, di Malaysia pada 2017 silam. Keempat warga Korut yang diidentifikasi sebagai tersangka dalam kasus itu dikabarkan masih bebas berkeliaran.

Atas tudingan sebagai negara pendukung terorisme, Korut merasa kesal terhadap AS. Kantor Berita Korea, KCNA, menyebut laporan Departemen Luar Negeri AS sebagai contoh dari kebijakan bermusuhan yang bisa mencegah pembicaraan denuklirisasi lanjutan.

"Saluran dialog antara Korut dan AS semakin mempersempit karena sikap seperti itu," begitu bunyi pernyataan itu.

Padahal sebelumnya, Korut dan AS berencana melakukan pembicaraan pada pertengahan November untuk mempercepat kemajuan. Hal itu dikatakan anggota parlemen Korea Selatan (Korsel) Lee Eun-jae.

Sumber: Reuters


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten