Tutup Iklan

Panas Debat Pilpres Soal Persekusi, Jokowi: Pak Sandi Tuduh Lagi!

Sesi kedua debat Pilpres 2019 putaran pertama dengan tema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme mulai panas. Joko Widodo (Jokowi) dan Sandiaga Uno mulai panas dengan terlibat saling sanggah terhadap opini mereka masing-masing tentang fenomena diskriminasi  dan persekusi yang marak terjadi.

Panas Debat Pilpres Soal Persekusi, Jokowi: Pak Sandi Tuduh Lagi!

SOLOPOS.COM - Capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma\'ruf Amin tiba untuk mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). (Antara/Aprillio Akbar)

Solopos.com, JAKARTA — Sesi kedua debat Pilpres 2019 putaran pertama dengan tema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme mulai panas. Joko Widodo (Jokowi) dan Sandiaga Uno mulai panas dengan terlibat saling sanggah terhadap opini mereka masing-masing tentang fenomena diskriminasi  dan persekusi yang marak terjadi.

Sebelumnya, pertanyaan panelis tentang apa yang akan dilakukan oleh para calon untuk mengatasi diskriminasi etnis, suku, dan sebagainya serta fenomena persekusi dijawab kali pertama oleh Prabowo Subianto. Jawaban Prabowo masih normatif, yakni tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang kepala negara.

“Dalam sistem bernegara seorang kepala negara sebagai kepala eksekutif. Jadi presiden adalah chief of law enforcement officer tertinggi, saya akan menatar seluruh aparat penegak hukum, instruksikan bahwa tidak boleh diskirimunasi terhadap suku apapun, etnis apapun. Aparat itu tanggung jawab eksekutif. Kalau menyimpang, saya pecat!” kata Prabowo.

Jawaban Prabowo tidak membuat panas, justru jawaban Sandiaga Uno yang mengawali perdebatan. Seperti gaya khasnya, Sandiaga Uno mencontohkan seseorang yang dia klaim pernah dia temui saat blusukan di berbagai daerah.

“Dalam kunjungan ke 1.000 titik, ada yang miris. Ada kisah Pak Najib di Karawang mengambil pasir untuk tanam mangrove, dia dikriminalisasi dan dipersekusi. Banyak kasus yang tidak terpantau, hanya yang besar-besar saja, tapi orang-orang kecil dan tidak tertangani. Di bawah Prabowo-Sandi kita pastikan hukum ini tegak lurus, supremasi HAM kita tegakkan, ini harga mati buat kita,” katanya.

Menanggapi jawaban Sandi, Jokowi mempertanyakan kasus yang dicontohkan oleh Sandi. “Keragaman perbedaan-perbedaan baik beda suku agama, daerah, adalah sunnatullah, hukum Allah. Aset yang terbesar adalah persaudaraan, aset kita adalah kerukunan, saya selalu ajak mari kita selalu mengajak untuk jaga persaudaraan dan persatuan karena persatuan dan persaudaraan adalah aset,” kata Jokowi.

“Kalau ada persekusi, Pak Sandi tuduh lagi, gampang laporkan saja,” sanggah Jokowi.

Sandi pun langsung merespons dan membantah dia sedang menuduh. “Saya tidak menuduh,” kata Sandi.

“Yang saya sampaikan adalah cerita-cerita yang kami tampung. Kami ingin masyarakat mendapatkan lapangan pekerjaan, seperti konsitusi kita, bahwa setuju orang wajib mendapatkan pekerjaan. Mereka ingin mata pencaharian dan Prabowo-Sandi akan berpihak pada mereka,” kata Sandi.

Situasi masih memanas saat kedua kubu berbicara soal penyandang disabilitas dan kesetaraan. Soal kesetaraan, Jokowi memamerkan sejumlah infrastruktur untuk penyandang disabilitas, serta pemberian bonus atlet yang berlaga di Asian Paragames 2018 yang setara dengan atlet di Asian Games 2018.

“Dalam Asian Paragames, ini ajang terbesar, kita berikan bonus yang sama terhadap atlit di Asian Games. Yang dapat emas dapat Rp1,5 miliar. Perak dapat Rp500 juta, perunggu Rp250 juta, sama dengan atlet-atlet yang berlaga di Asian Games. Artinya, kesetaraan betul-betul kita berikan terhadap penyandang disabiltas,” ujar Jokowi.

Namun, hal itu direspons oleh Sandiaga yang kembali mencontohkan orang-orang yang ditemuinya. “Gofan Dewantara, teman difabel yang kami temui itu inspirasi. Beliau bukan mencari pekerjaan, tapi menyediakan pekerjaan. Kesetaraan bukan hanya akses infrastruktur, tapi akses untuk bisa maju membuat lapangan pekerjaan. Kita akan pastikan mereka hidup memenuhi potensinya, mereka tidak butuh belas kasihan, tapi kesetaraan, memastikan mendapatkan kesejahteraan.”

Jokowi tampaknya tak mau kalah. “Contoh-contoh Pak Sandi tadi banyak sekali, banyak penyandang disabilitas jadi star. Kita hargai prestasi yang mereka kerjaan. Tadi apa yang disampaikan Pak Sandi mirip-mirip yang saya sampaikan tadi.”

Berita Terkait

Berita Terkini

Panen Hadiah Simpedes BRI Klaten Diundi, Ini Nasabah Yang Beruntung Dapat Honda Mobilio

Bank BRI Cabang Klaten menggelar penarikan undian panen hadiah Simpedes periode II dengan hadiah utama satu unit mobil Honda Mobilio.

Kronologi Munculnya Klaster Takziah Covid-19 di Kabupaten Pasuruan

Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan menemukan klaster takziah di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Ada 21 orang positif terpapar Covid-19.

Begini Perketatan Aktivitas Masyarakat Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melakukan perketatan aktivitas masyarakat selama masa PPKM Skala Mikro.

Sinyal Ferdinand Sinaga Merapat ke Persis Solo

Seorang sumber Solopos.com menyebut peluang Ferdinand merapat ke Persis mencapai 90%.

3 Zodiak Ini Konon Insan Paling Kreatif

Dalam urusan kreativitas, ada beberapa orang yang bingung dengan idenya, namun ada yang mudah mewujudkan layaknya zodiak insan kreatif.

Persika Karanganyar 0-1 Persis Solo: Assanur Rijal Akhirnya Pecah Telur

Setelah nihil gol di empat laga uji coba awal klub, Rijal Torres akhirnya pecah telur saat Persis beruji coba melawan Persika Karanganyar

Ngeri! Tabrak Pikap Pengendara Motor Tewas Terlindas Tronton

Kecelakaan itu terjadi antara pengendara sepeda motor Honda Vario dengan mobil Grand Max pikap dan truk tronton

Waduh! Stok Oksigen Menipis, RSUD Sragen Ketir-Ketir

RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dibuat ketir-ketir dengan kondisi stok oksigen untuk pasien Covid-19 yang menipis.

8 Vaksin & Obat Covid-19 Ini Paling Laris

Bagi kaum skeptis, datangnya pandemi virus corona berati kesempatan bagi para penyedia obat-obatan dan vaksin pencegah Covid-19.

Target Vaksinasi Covid-19 di Jepang Terlampaui, Ini Kiatnya…

Jepang menuntaskan target vaksinasi Covid-19 melalui kerja keras memenuhi target, yakni mewujudkan sampai satu juta dosis vaksin setiap hari. 

Parah! Mau Diberi Masker, Pria Kulonprogo Malah Memukul Polisi

WW, 46 tahun warga Kulonprogo ditangkap setelah memukul Kanit Binmas Polsek Pandak, Ipda Tetepana yang hendak memberinya masker.

Tuan Rumah Liga 2: Sriwijaya FC Berencana Mundur, Persis di Atas Angin

Jika Sriwijaya FC benar-benar mundur, tinggal enam klub yang mengajukan markasnya sebagai tuan rumah babak awal Liga 2.