Tutup Iklan
PAN Koalisi dengan PDIP & Golkar di Pilkada Wonogiri, PKB Bagaimana?
Ilustrasi pemilu. (Solopos/dok)

Solopos.com, WONOGIRI — PKB tak terpengaruh dengan keputusan PAN yang berkoalisi dengan PDIP dan Golkar pada Pilkada Wonogiri 2020 ini. PKB terus melanjutkan usaha membangun koalisi agar dapat mengusung pasangan calon untuk berkontestasi pada pilkada, 9 Desember 2020 mendatang.

Bahkan, DPP PKB secara resmi sudah merekomendasikan Hartanto, purnawirawan polisi asal Slogohimo, Wonogiri dan Joko Purnomo, mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Jawa Tengah asal Sidoharjo, Wonogiri sebagai calon bupati dan calon wakil bupati atau cabup-cawabup.

Hartanto dan Joko turut berupaya mengajak partai politik menengah untuk berkoalisi. Hartanto mengklaim DPP Gerindra sudah menerbitkan rekomendasi atas namanya dan Joko Purnomo.

Judi Lewat Aplikasi HP, 3 Orang di Penawangan Grobogan Dibui

Ketua DPC PKB Wonogiri, Sumarwoto Umar, kepada Solopos.com, Kamis (16/7/2020), mengaku kaget dengan pernyataan Ketua DPD PAN Wonogiri, Sunarmin, bahwa PAN sudah berkoalisi dengan PDIP. Meski dia menyadari dalam politik hal tersebut lumrah.

Kekagetannya bukan tanpa alasan. Pasalnya, menurut lelaki yang akrab disapa Umar itu, sebelumnya Sunarmin bersama dirinya turut berkomunikasi dengan sejumlah tokoh-tokoh membicarakan ihwal pilkada 2020.

Pada sebuah kesempatan Sunarmin menyampaikan ingin perubahan di Wonogiri. Umar menerjemahkannya sebagai isyarat PAN sepaham dengan PKB untuk berjuang mengganti kepala daerah melalui pilkada.

“Meski benar sudah berkoalisi dengan PDIP, menurut saya rekomendasi rekomendasi DPP PAN bisa saja bukan atas nama petahana. Karena sampai sekarang DPP PAN belum menerbitkan rekomendasi. Semua bisa saja terjadi,” kata Umar saat dihubungi.

Koalisi Menengah

Dia menegaskan PKB tetap meneruskan usaha membangun koalisi dengan partai menengah sebagai “kendaraan” untuk membawa paslon berkontestasi. Umar menyebut DPP PKB sudah menerbitkan rekomendasi untuk Hartanto dan Joko Purnomo sebagai cabup-cawabup.

Umar mendapat informasi resmi bahwa DPP Gerindra sudah menerbitkan rekomendasi cabup-cawabup yang diusung atas nama Hartanto dan Joko Purnomo. Rekomendasi tinggal diserahkan kepada paslon bersangkutan pada momen yang tepat.

Dengan asumsi PKB dan Gerindra berkoalisi, keduanya belum dapat mengusung paslon karena syarat belum terpenuhi. PKB dan Gerindra masing-masing memiliki tiga dan empat kursi parlemen dari total 50 kursi parlemen.

Sesuai aturan, parpol atau gabungan parpol bisa mengusung paslon jika memiliki menimal 20 persen dari total kursi parlemen atau 25 persen dari suara sah. Merujuk pada ketentuan syarat kursi, parpol atau gabungan parpol di Wonogiri dapat mengusung paslon minimal harus memiliki 10 kursi parlemen

“Kalau pun PAN merapat ke PDIP, masih ada PKS yang belum menentukan sikap. Kalau PKS bergabung dengan PKB dan Gerindra, koalisi sudah bisa mengusung paslon karena PKB punya empat kursi DPRD,” imbuh Umar.

Panggung Sangga Buwana di Keraton Solo, Tempat Ketemu Ratu Kidul

Terpisah, tokoh yang sudah direkomendasikan DPP PKB sebagai cabup, Hartanto, tak mempermasalahkan keputusan PAN. Menurut dia masih ada peluang rekomendasi PAN atas namanya dan Joko Purnomo, meski DPD PAN sudah berkoalisi dengan PDIP. Pasalnya, penetapan paslon yang menentukan DPP bukan DPD.

Disinggung mengenai posisi Gerindra, Hartanto mengaku sudah mendapat informasi rekomendasi Gerindra atas nama dirinya dan Joko Purnomo. Penyerahan rekomendasi kepada dirinya dan Joko Purnomo hanya tinggal menunggu waktu.

“Sebelumnya saya dan Pak Joko Purnomo sudah berkomunikasi dengan DPW [Dewan Pimpinan Wilayah] PAN Jawa Tengah dan DPP PAN. Prinsipnya kami meminta dukungan. Kami juga sudah berkomunikasi dengan PKS. Kalau saya menghadapi ini santai saja,” kata dia.

Ketua DPC Gerindra Wonogiri, Suryo Suminto, hingga berita ini ditulis belum dapat dimintai konfirmasi. Saat dihubungi nomor teleponnya tak aktif. Pesan tertulis yang Solopos.com kirim melalui Whatsapp belum terkirim.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho