Pamsimas Rusak karena Pergerakan Tanah, BPBD Karanganyar Suplai 10.000 Liter Air Bersih
BPBD Karanganyar menyuplai air bersih di Dukuh Ledok, Kayen, Krendowahono, Gondangrejo Minggu (13/9/2020). Warga membutuhkan air bersih lantaran saluran Pamsimas yang rusak akibat pergerakan tanah. (Candra Mantovani/Solopos)

Solopos.com, KARANGANYAR- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar kembali menyuplai air di wilayah Gondangrejo, Karanganyar Minggu (13/9/2020).

Sama seperti kasus sebelumnya, kebutuhan air dikarenakan saluran program nasional penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) rusak. Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Sundoro Budi Karyanto, mengatakan pihaknya menindaklanjuti laporan Pemdes Krendowahono yang membutuhkan suplai air bersih di Dusun Kayen.

Pihaknya langsung menyalurkan 10.000 liter air bersih ke lokasi yang ditampung dalam kolam non permanen dan empat tanki yang disiapkan oleh Pemdes Krendowahono di lokasi. Meskipun begitu, pihaknya tetap memantau kebutuhan air di lokasi tersebut selama Pamsimas belum diperbaiki.

Syekh Ali Jaber Ditusuk Orang Tak Dikenal Saat Ceramah Di Bandar Lampung

“Kami lihat perkembangan, ketika minta lagi langsung kami salurkan. Pak Wabup juga sudah mengecek dan bilang akan ditindaklanjuti. Kemungkinannya ada dua diperbaiki atau membuat saluran baru dengan mengebor lagi. Tapi kemungkinan kedua lebih besar karena salurannya sudah rusak karena ada pergeseran tanah di dalam,” jelas dia ketika ditemui Solopo.com di lokasi.

Tidak Ada Krisis Air

Camat Gondangrejo, Rusmanto, mengatakan kejadian tersebut merupakan kali kedua di Gondangrejo. Menurutnya, hal yang sama terjadi di Jatikuwung beberapa waktu lalu dan saat ini di Krendowahono. “Jadi bukan dampak kekeringan. Ini karena Pamsimasnya rusak. Kalau kemarau kali ini tidak ada krisis air sebenarnya. Karena pergerakan tanah ternyata merembet dampaknya,” ucap dia.

Kades Krendowahono, Syarif, mengatakan akibat Pamsimas yang rusak di Kayen, sebanyak 130 keluarga atau 450 jiwa warga terdampak karena kesulitan mencari air bersih.

Yuni-Suroto Dipastikan Lawan Kotak Kosong Di Pilkada Sragen 2020

Sehingga, diperlukan bantuan suplai air bersih ke lokasi melalui BPBD Karanganyar. Selain itu, dia juga menjelaskan perkembangan pengeboran sumur dalam bantuan BBWSBS sudah memunculkan air namun masih keruh.

“Saat ini sumur bor sudah muncul airnya. Sempat menyembur tapi sudah landai sekarang. Cuma memang masih kotor, ini paling masih ditunggu lagi air bersih yang keluar,” jelas dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom