Tutup Iklan

Pamit ke Sawah, Nenek-nenek di Sragen Tersambar Kereta Api

Nenek dari Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Hartini, 69, ditemukan meninggal diduga tersambar KA saat pergi ke sawah pada Senin (18/10/2021).

 Sejumlah petugas dan warga mengevakuasi jenazah korban laka KA dengan menggunakan kantung jenazah di perlintasan KA Dukuh Jembluk, Tlogotirto, Sumberlawang, Sragen, Senin (18/10/2021). (Istimewa/Polres Sragen)

SOLOPOS.COM - Sejumlah petugas dan warga mengevakuasi jenazah korban laka KA dengan menggunakan kantung jenazah di perlintasan KA Dukuh Jembluk, Tlogotirto, Sumberlawang, Sragen, Senin (18/10/2021). (Istimewa/Polres Sragen)

Solopos.com, SRAGEN — Seorang nenek asal Dukuh Jembluk RT 005, Desa Tlogotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Hartini, 69, ditemukan meninggal lantaran diduga tersambar kereta api (KA) di jalur KA kilometer 7456, tepatnya di Dukuh Jembluk, Senin (18/10/2021). Perempuan tersebut sempat terseret kereta api sejauh 75 meter dari lokasi kejadian.

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, melalui Kapolsek Sumberlawang, AKP Fajar Nur Ikhsanuddin, saat dihubungi Solopos.com, Senin sore, menyampaikan keterangan keluarga. Korban diduga mengalami gangguan kejiwaan.

Baca Juga : Perlintasan KA Bedowo Sudah Berpintu Palang, Tapi Tak Ada yang Jaga

Dia mengatakan peristiwa itu terungkap saat Bangkit Widiantoro, 28, seorang pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) asal Canden, Jambangan, Geyer, Grobogan, mendapatkan telepon dari masinis KA dengan lokomotif 2708, Fany Kurdiarso, dan asisten masinis Sodik Afriyanto, pada pukil 11.20 WIB. Fajar menjelaskan dalam telepon itu masinis memberitahukan bila ada kecelakaan KA menabrak seseorang di km 7456 Dukuh Jembluk saat perjalanan dari arah Semarang ke Solo.

Dia melanjutkan Bangkit menghubungi rekan kerjanya Sriwanto, 31, yang tinggal dekat lokasi kejadian untuk mengecek kejadian kecelakaan itu. “Setelah dicek ternyata benar ada korban kecelakaan tertabrak KA. Kondisi korban meninggal dunia. Beberapa bagian tubuhnya tidak berbentuk. Kejadian tersebut dilaporkan ke kades setempat dan dilanjutkan ke Polsek Sumberlawang,” ujar dia.

Baca Juga : Sopir Kelelahan, Ertiga Nyungsep Perkebunan Tawangmangu

Dari keterangan keluarga, lanjut Kapolsek, korban berangkat ke sawah di sebelah perlintasan kereta api pukul 10.00 WIB. Fajar menerangkan anggota Polsek Sumberlawang bersama tim identifikasi Polres Sragen mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah kejadian perkara.

Dari lokasi kejadian, kata dia, ditemukan barang bukti berupa tas plastik warna biru putih milik korban. Tas itu diduga dibawa korban ketika pergi ke sawah. Dia mengatakan dari hasil olah kejadian perkara diketahui korban sempat terseret kereta api sejauh 75 meter dan tidak ditemukan indikasi pidana.

Fajar mengatakan korban dievakuasi setelah pemeriksaan dan olah kejadian perkara. Dia mengatakan korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.


Berita Terkait

Berita Terkini

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021, Santap Kakap Laut, Rasanya Mantul

Setelah mengeksplorasi ekonomi digital di Salatiga dan Kabupaten semarang, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 mulai memburu kuliner di Kota Semarang, Sabtu (4/12/2021) malam.

Razia Motor Brong di Karanganyar, 26 Orang Ditilang

Sebanyak 26 orang pengendara motor brong di di Jembatan Kragan, perbatasan wilayah Kecamatan Gondangrejo dengan Kebakkramat, Sabtu (04/12/2021) ditilang.

Milad Ke-109, RS PKU Muhammadiyah Solo Mantapkan 8 Nilai Pelayanan

Puncak perayaan milad Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Solo diperingati dengan pengajian bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir secara hybrid.

Asale Sapuangin dan Kisah Sepasang Pengantin di Kemalang, Klaten

Sapuangin menjadi salah satu nama yang terkenal di wilayah lereng Gunung Merapi Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten.

Dari Hikmah Pandemi Menuju Keharusan Transformasi

Kondisi pandemi telah memberikan pelajaran pentingnya melengkapi diri dengan layanan digital.

Kisah Serka Suyanta, Setiap Hari Bagi-Bagi Masker Gratis di Sukoharjo

Penggunaan masker menjadi salah satu protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kampanye memakai masker terus digaungkan mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir.

Jelang Momen Nataru, Bupati Sragen: Jangan Abai Prokes!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengingatkan warga untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Tim Ekspedisi Digital Ekonomi 2021 Memotret Pertanian di Kopeng

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group memotret digitalisasi pemasaran sektor pertanian di Kecamatan Getasan di kawasan Kopeng, Kabupaten Semarang.

Ekspedisi Digital Ekonomi 2021, Perjalanan Tim ke Salatiga

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group mulai memotret ekspansi layanan digital yang berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi daerah

BI Solo Dorong Sosialisasi Digitalisasi Harus Jalan Terus

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo mengapresiasi Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 yang digagas Solopos Media Group.

Kecelakaan di Kebakkramat Karanganyar: Truk Masuk Parit, Mobil Terbalik

Dua buah kendaraan keluar jalur setelah bersenggolan di Jalan Solo-Sragen, tepatnya di depan PT Manunggal Adipura, Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar, Sabtu (14/12/2021).

PPKM Level 3 di Boyolali Jelang Nataru, Tempat Wisata Wajib Taat Prokes

Pemkab Boyolali akan menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Harga Tanah Gentan Sukoharjo vs Colomadu Karanganyar, Mahalan Mana?

Kira-kira mana yang lebih mahal antara harga tanah di Gentan, Baki, Sukoharjo dengan Colomadu di Karanganyar?

ANBK SD 2021 di Solo Kelar, Begini Evaluasi dari Proktor

Masih adanya 8 SD di Solo yang menumpang pelaksanaan ANBK ke SMP karena keterbatasan prasarana, menjadi perhatian Proktor ANKB SD.

Semua Rumah di Dusun Ginade Wonogiri Hadap ke Selatan, Ini Kata Kades

Ada budaya unik terkait posisi rumah di Dusun Ginadewetan dan Ginadekulon, Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri.

Tanah Dikeruk Untuk Proyek Tol, Warga Pedan Klaten Blokir Jalan

Warga Dukuh Blasinan, Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Klaten, dengan kegiatan pengerukan yang dilakukan tanpa sosialisasi dan memakan sebagian lahan warga.