Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (kemeja kotak-kotak) di Pasar Semarangan, Hutan Wisata Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jateng, Minggu (8/4/2018). (Facebook-Hendrarprihadi Hendi)

<p><strong>Solopos.com, SEMARANG</strong> &ndash; Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menghadiri Grand Opening Pasar Semarangan di Hutan Wisata Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (8/4/2018). Ia pun kemudian memamerkan perubahan di Hutan Wisata Tinjomoyo yang kini sudah terdapat Pasar Semarangan kepada warganet.</p><p>Hendi&mdash;sapaan akrab Hendrar Prihadi&mdash;memamerkan Pasar Semarangan melalui akun Facebooknya di dinding grup Facebook Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar), Senin (9/4/2018). "Semarang Great Sale sudah dimulai monggo diramaikan sedulur sedulur," tulis Hendi menyertakan foto Pasar Semarangan.</p><p>Namun kiriman orang nomor wahid di ibu kota Jateng itu justru mendapatkan kritik dari <em>netizen </em>di grup Facebook tersebut. Mereka menilai Pasar Semarangan merupakan tempat yang kurang cocok bagi warga Kota Semarang yang kurang mampu.</p><p>Mereka menganggap cara transaksi di Pasar Semarangan yang harus menggunakan E-Cash BNI cukup memberatkan bagi warga yang kurang mampu dan harus membuat E-Cash BNI. Bukan hanya itu, transkaksi non-tunai itu dianggap membuat pengunjung justru enggan berbelanja di Pasar Semarangan. "Tapi sayang. Hanya orang yang berduit yang bisa makan di sana. Soalnya bayarnya ribet maaf," tulis pengguna akun Facebook Sri Wartini.</p><p>"Mau kulineran harus punya ATM BNI. <em>Hiks...rempong bingits</em>," ungkap pengguna akun Facebook Hana Indriyanti.</p><p>"Enggak cuma ATM BNI tapi <em>hp-</em>nya harus dipasang aplikasinya dulu, temanku tadi malam coba ribet," beber pengguna akun Facebook Puwdthrie WuuLand.</p><p>"Kemarin bareng-bareng ke situ pengin menikmati makanan yang ada di situ tapi enggak bisa pakai uang <em>cash</em>, ya sudah cuma lihat-lihat saja," tulis pengguna akun Facebook.</p><p>Meski kebanjiran kritik, sang wali kota Semarang terpantau tak memberikan tanggapan sama sekali. Hendi sebelumnya memang telah membeberkan bahwa Pasar Semarangan yang merupakan agenda mingguan merupakan hasil kerja sama antara Pemkot Semarang, Bank BNI, dan beberapa komunitas wisata di Kota Semarang.</p><p>Terlepas dari kritik itu, Pasar Semarangan masih mampu memikat netizen dengan foto yang diunggah Hendi tersebut. Sebagian dari mereka bahkan ingin segera mengunjungi agenda mingguan di Kota Semarang itu meski banyak <em>netizen</em> yang melontarkan kritik.</p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten