ilustrasi perumahan komersial. (Solopos-Dok)

Solopos.com, SEMARANG - Sekitar 70 unit rumah ditargetkan terjual selama penyelenggaraan pameran Property Expo Semarang yang digelar di Mal Paragon, Semarang, Rabu-Minggu (10-21/9/2019). 

Ketua Panitia Property Expo Semarang, Dibya K. Hidayat, mengaku optimistis target itu bisa terpenuhi. Apalagi, potensi pasar properti diperkirakan membaik setelah pengumuman hasil Pilpres 2019.

"Kami harap penjualan bisa di angka normal. Selama ini ada sesuatu yang tidak beres dengan jumlah permintaan perumahan. Penjualannya tidak stabil," ujar Dibya, Rabu.

Pameran Property Expo Semarang ini merupakan yang kali keempat digelar. Pameran itu diikuti delapan pengembang dan dua perusahan pendukung.

Dibya mengatakan selama ini penjualan properti, khususnya di wilayah Semarang, tidak stabil. Kondisi itu menurutnya terjadi lantaran banyak pembeli yang ragu dan memilih menunggu hasil Pilpres 2019. Diakuinya banyak konsumen yang sudah masuk daftar pembelian, tapi masih belum bisa melakukan akad pembayaran.

"Iklim politik memberi pengaruh cukup siginifikan. Penjualan jadi naik turun, tidak stabil dari kegiatan pameran. Tiga bulan terakhir cenderung menurun hampir di semua segmen," ucapnya. 

Dibya menambahkan kenaikan harga properti tidak terlalu memberikan dampak signifikan terhadap pasar. Hal itu dikarenakan kenaikan harga properti turut diimbangi dengan naiknya harga tanah dan kualitas bangunan.

"Pembeli yang wait and see sudah selesai, sekarang saatnya pembuktian di pameran,. Mulai ke-4 hingga ke depan bisa lebih baik," ujarnya. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten