Pameran Be Kraf Habibie, Ada Mobil F1 Rio Haryanto
Mantan pembalap F1 asal Solo, Rio Haryanto (tengah) didampingi CEO PT Orbit Ventura, Sachin Gopalan (kiri) dan Commercial Manager De Tjolomadoe, Karyan Topanesa memberi keterangan pers di De Tjolomadoe, Colomadu, Karanganyar, Jumat (20/4/2018). (Solopos-Iskandar)

Solopos.com, KARANGANYAR-Stan pameran pada Be Kraf Habibie di De Tjolomadoe, Colomadu, Karanganyar memamerkan beberapa stan berteknologi tinggi dan budaya bangsa.

“Kami memilih beberapa sektor yang menurut kami penting untuk perkembangan Indonesia di masa depan. Misalnya kedirgantaraan dan penerbangan merupakan sektor penting,” ujar ujar CEO PT Orbit Ventura, Sachin Gopalan didampingi mantan pembalap F1 asal Solo, Rio Haryanto dan Commercial Manager De Tjolomadoe, Karyan Topanesa ketika memberi keterangan kepada wartawan pada konferensi pers di De Tjolomadoe, Colomadu, Karanganyar, Jumat (20/4).

Menurut dia Indonesia termasuk salah satu di antara negara-negara yang bisa membuat pesawat. Hanya sedikit negara yang mampu memproduksi pesawat terbang karena pesawat inilai sarat dengan tekonologi tinggi.

Industri pesawat terbang dinilai merupakan industri yang mampu menggeret industri lainnya. Di antaranya seperti industri elektronik, industri yang terkait keamanan dan sebagainya.

Selain itu pihaknya juga mengikutkan industri tekstil Sritex di Sukoharjo. Sritex dinilai sebagai penghasil pakaian berteknologi tinggi sehingga produk-produknya seperti pakaian militer banyak digunakan oleh negara-negara maju.

Tidak ketinggalan, pihaknya juga menampilkan budaya bangsa yang adi luhung yaitu batik. Untuk itu pihaknya memberi kesempatan pengusaha batik di Soloraya memamerkan produknya pada festival teknologi dan inovasi.

“Kami mengundang salah satu leader batik di Indonesia yang produknya sudah dijual di berbagai negara. Ini salah satu contoh bagaimana Indonesia bisa di-recognize di seluruh dunia untuk art dan desain,” kata dia.

Dia membeberkan semua produk yang dipamerkan telah berinovasi dan ada buktinya. Sehingga mereka tidak asal membuat produk yang idenya dari luar negeri.

Hasil inovasi di dalam negeri tersebut bisa diekspor. “Ini merupakan proses dari kita melalui gerakan berkarya Indonesia dengan tagline Membudayakan Teknologi,” papar dia.

Kendati demikian, Sachin juga tak lupa memberi tempat kepada UKM. Ini dinilai penting karena ekonomi Indonesia saat ini bisa berjalan berkat UKM. UKM dinilai bisa memberi kesempatan kerja di tingkat lokal.

Pihaknya juga memamerkan mobil formula (F) satu (1) yang pernah digunakan mantan pembalap F1 Indonesia, Rio Haryanto. Sebab mobil ini dinilai merupakan mobil yang menggunakan teknologi sangat tinggi.

Sementara itu Rio yang hadir pada acara konfernsi pers membenarkan mobil F1 dinilai mempunyai teknologi tinggi. Karena itu dia bangga bisa menjadi satu-satunya putra Indonesia yang bisa masuk ke lingkaran balap F1.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom