Paman di Kulonprogo Cabuli Keponakan Saat Tidur, Beralasan Khilaf

Seorang paman di Kulonprogo mencabuli keponakannya yang masih di bawah umur saat korban tertidur di rumah pelaku.

 Tersangka AIS saat dihadirkan dalam jumpa pers yang digelar pada Kamis (25/11/2021) di Mapolres Kulonprogo. (Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo)

SOLOPOS.COM - Tersangka AIS saat dihadirkan dalam jumpa pers yang digelar pada Kamis (25/11/2021) di Mapolres Kulonprogo. (Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo)

Solopos.com, KULONPROGO — Seorang pria berinisial AIS, dibekuk jajaran Satreskrim Polres Kulonprogo di Kapenewon (Kecamatan) Pengasih, Kulonprogo, karena diduga melakukan pencabulan terhadap keponakannya.

Kapolres Kulonprogo AKBP, Muharomah Fajarini, mengatakan aksi bejat yang dilakukan oleh AIS terjadap keponakannya yang masih di bawah umur dilakukan dua kali. AIS memanfaatkan kondisi rumah yang sepi.

“Korban melakukan aksi pencabulan sebanyak dua kali. Pertama kali terjadi pada Selasa [19/10/2021] di rumah pelaku di Pengasih. Kemudian, kedua pada Sabtu [23/10/2021] di rumah pelaku juga. Pelaku ditangkap Minggu [21/11/2021],” kata Fajarini pada Kamis (25/11/2021).

Baca juga: Bucin Parah, Anak Jual Perabot Rumah Ibunya, Ini Reaksi Bupati Bantul

Dikatakan Fajarini, aksi pencabulan yang dilakukan oleh AIS adalah dengan cara mencium pipi korban dan meremas payudara. Pelaku sendiri sudah memiliki anak.

“Saat melakukan aksinya, pelaku melihat korban tertidur sesaat setelah menyuci piring. Korban tertidur di rumah korban. Pada waktu itu, kondisi rumah pelaku sepi. Anak pelaku sedang keluar membeli bakso,” terang Fajarini.

“Korban sempat terbangun karena mendengar suara pintu. Namun, pelaku meminta korban untuk tidur kembali. Pelaku justru selanjutnya tidur di samping korban. Payudara milik korban diremas oleh pelaku. Korban juga sempat dicium. Alasan pelaku adalah karena sayang dengan korban,” sambung Fajarini.

Baca juga: Jika Terbukti Bersalah, Sanksi Menanti Pejabat Disdikpora Kulonprogo

Aksi bejat dilakukan oleh pelaku, dilaporkan korban kepada orang tuanya. Orang tua korban tak terima anaknya diperlukan sedemikian rupa. Akhirnya, melaporkan pelaku melalui aplikasi Humas Presisi Polres Kulonprogo.

Polisi bergerak cepat dengan menangkap pelaku di rumahnya. Pelaku langsung dimintai keterangan mengenai laporan yang dilayangkan oleh keluarga korban. Pelaku membenarkan tindakan asusila yang dilakukan olehnya.

“Sejumlah barang bukti juga ikut disita oleh polisi yakni sejumlah pakaian yang dipakai oleh pelaku. Keluarga korban enggan melaporkan secara langsung. Ini [laporan polisi] bagus ya meskipun pelaku masih ada hubungan kekerabatan dengan keluarga korban,” terang Fajarini.

Baca juga: Waduh, Kasus Covid-19 di DIY Hari Ini Bertambah 79 Orang

AIS yang dihadirkan dalam jumpa pers yang dilaksanakan oleh Polres Kulonprogo pada Jumat (26/11/2021) mengakui perbuatannya. Ia mengaku khilaf saat melakukan perbuatannya.

Saat melakukan aksinya, AIS mengaku bahwa ia tidak terpengaruh oleh alkohol. AIS melakukan tindakan asusila kepada korban dalam keadaan sadar. “Pelaku tidak terpengaruh alkohol saat melakukan perbuatan itu,” kata Fajarini.

Atas perbuatannya, AIS disanksi hukuman pidana pasal 82 Ayat (1) Jo Pasal 76E Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Sebagaimana telah kembali diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan pemerintah pengganti Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016. Yakni tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang atau Pasal 290 ke 2e KUHP jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

 

 

 

 

Berita Terkait

Espos Plus

Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

+ PLUS Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

Jurnalis Tempo di Kota Surabaya, Jawa Timur, Nurhadi, hingga kini masih dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Jaksa penuntut umum mengajukan banding atas vonis terhadap dua polisi penganiaya Nurhadi.

Berita Terkini

Program Kotaku Sulap Bantaran Sungai di Giwangan Jogja Semakin Menawan

Warga Kampung Ngaglik, Giwangan, Umbulharjo, Kota Jogja berhasil melalui Program Kota Tanpa Kumuh menyulap bantaran sungai yang awalnya kumuh kini layak jadi objek wisata.

Warga Pertanyakan Nasib Sertifikat Tanah Sisa Tol Jogja-Solo

Sejumlah warga Sleman terdampak tol Solo-Jogja mempertanyakan nasib sertifikat tanah sisa mereka yang tak terdampak tol kepada pemerintah.

Mau Liat Indekos Jokowi hingga Mahfud MD di Jogja? Kunjungi Kampung Ini

Kelurahan Terban di Kota Jogja tengah mengembangkan konsep wisata nostalgia karena di daerah itu terdapat indekos yang pernah ditempati Presiden Jokowi.

Jemaah Umrah Perdana di DIY Dilepas dengan Isak Tangis

Kanwil Kemenag DIY memberangkatkan jemaah umrah perdana melalui Bandara YIA, Kulonprogo, pada Selasa (18/1/2022).

Kapolres Banjarnegara Dilantik Jadi Wakapolresta Jogja

Wakapolresta Jogja, AKBP Juang Andi Priyanto, mendapatkan mutasi jabatan ke Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Selain Rekreasi, Desa Wisata Nglanggeran Gunung Kidul Juga Ajarkan Adab

Selain menawarkan keindahan alamnya, Desa Wisata Nglanggeran Gunung Kidul juga memberikan unggah-ungguh atau adab kepada wisatawan.

Uji Kir Kendaraan di Kulonprogo, Bayar Pakai Nontunai

Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo memberikan pelayanan uji kir kendaraan menggunakan skema cashless atau nontunai.

+ PLUS Pelestarian Aksara Jawa Harus secara Daring dan Luring

Aksara lokal dianggap punah ketika tak masuk di Internet. Digitalisasi aksara Jawa keniscayaan dalam pelestarian aksara ini. Kampung Aksara Pacibita berkomitmen melestarikan dan memberdayakan aksara Jawa.

Abaikan Tuntutan PKL Malioboro, Pemprov DIY: Relokasi Jalan Terus

Sekda Pemprov DIY, Kadarmanta Baskara Aji, memastikan relokasi PKL Malioboro akan jalan terus meski ada tuntutan untuk ditunda.

Pakai Mobil Brio, 5 Pelajar Rampas HP Pemotor di Jalan Paris Bantul

Sebanyak lima remaja yang masih berstatus pelajar melakukan perampasan handphone di Jalan Parangtritis, Kabupaten Bantul.

+ PLUS Ekspor Hortikultura ke 14 Negara Terbuka Luas

Potensi produksi hortikultura di Indonesia cukup besar. Potensi ekspor juga sangat tinggi. Setidaknya ada 14 negara yang bisa menjadi tujuan ekspor hortikultura.

Hujan Deras, Kabel Listrik Putus Nyaris Picu Kebakaran di Jogja

Hujan deras yang melanda kawasan Kota Jogja, Senin (17/1/2022), memunculkan insiden putusnya kabel listrik hingga nyaris memicu kebakaran.

Awas! Kulonprogo Masih Dihantui Demam Berdarah Dengue

Dinas Kesehatan Kulonprogo mewaspadai ancaman penyakit demam berdarah dengue pada awal tahun 2022.

Merapi Keluarkan Wedus Gembel & Guguran Lava Pijar

Gunung Merapi yang hingga kini masih berstatus Siaga kembali mengeluarkan awan panas atau wedus gembel pada Minggu (16/1/2022) malam.

Tak Dilibatkan Pemkot, DPRD Kota Jogja Bikin Pansus Relokasi PKL Malioboro

DPRD Kota Jogja belum mengetahui urgensi relokasi PKL Malioboro. Mereka tidak dilibatkan dalam pembahasan rencana relokasi PKL Malioboro oleh Pemkot Jogja.