Paman Bunuh Keponakan di Ruang Kelas SD karena Dendam

Rahmat nekat menghabisi nyawa keponakannya itu karena dendam.

Minggu, 14 Agustus 2022 - 03:40 WIB Penulis: Newswire Editor: Abu Nadzib | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Rahmat, 32, tersangka pembunuh keponakannya sendiri di kelas ditangkap aparat kepolisian Deli Serdang, Sumatra Utara, Jumat (12/8/2022). (Istimewa)

Solopos.com, MEDAN — Aparat kepolisian mengungkap motif pembunuhan oleh Rahmat, 32, terhadap keponakannya berinisial SR, 10, saat belajar di ruang kelas, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Rahmat nekat menghabisi nyawa keponakannya itu karena dendam.

“Dari hasil interogasi, motif pembunuhan tersebut diduga dilatarbelakangi dendam,” kata Kapolsek Sunggal Kompol Chandra Yudha di Mapolsek Sunggal, Sabtu (13/8/2022).

Yudha tidak menjelaskan secara perinci mengenai pemicu timbulnya rasa dendam pelaku terhadap korban karena pihaknya hingga saat ini masih mendalami kasus tersebut.

Baca Juga: Siswa SD Dibunuh Paman saat Belajar di Kelas

“Pelaku memang ingin meluapkan emosinya. Ini masih akan didalami lagi,” ujarnya seperti dikutip Solopos.com dari Antara.

Aksi pembunuhan itu terjadi pada hari Selasa (9/8/2022) di salah satu sekolah dasar, Kecamatan Sunggal, Sumatera Utara.

Pembunuhan tersebut bermula saat korban bersama teman-temannya sedang belajar di ruang kelas.

Baca Juga: Sempat Buron, Pembunuh Siswa SD di Kelas Berhasil Ditangkap

Tiba-tiba pelaku datang dan mendobrak pintu ruang kelas yang saat itu sedang tertutup. Pelaku langsung menikam perut korban dengan pisau. Usai menikam korban, pelaku melarikan diri.

Siswa lainnya yang melihat kejadian tersebut langsung berteriak, kemudian sejumlah guru mendatangi ruangan tersebut.

Pihak sekolah sempat membawa korban ke rumah sakit, Namun, nyawanya tidak tertolong saat dalam perjalanan ke rumah sakit.

Baca Juga: Dipicu Dendam, 3 Pemuda Tega Habisi Pelajar SMA

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE news Gempa Tapanuli Utara, BNPB: 962 Rumah Rusak, 1 Orang Meninggal 33 menit yang lalu

HEADLINE news PBNU akan Beri Santunan Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan di Malang 4 jam yang lalu

HEADLINE news Tragedi Kanjuruhan, Kapolri: Mabes Polri Investigasi Penyelenggaraan-Pengamanan 7 jam yang lalu

HEADLINE news Dukacita Mengalir dari Dubes Inggris dan Rusia untuk Korban Tragedi Kanjuruhan 8 jam yang lalu

HEADLINE news UTP Solo Gelar Rektor Cup 2022 Kali Pertama, Peserta Melebihi Target Panitia 8 jam yang lalu

HEADLINE news Cerita Reva Juru Masak Proyek Jalan Trans Papua Selamat dari Serangan KKB 9 jam yang lalu

HEADLINE news Dosen ISBI Aceh dan ISI Solo Rayakan Pengakuan UNESCO atas Gamelan 9 jam yang lalu

HEADLINE news Data Korban Tragedi Kanjuruhan Versi DVI Polri, 125 Orang Meninggal 9 jam yang lalu

HEADLINE news Lemkapi: Intelijen Kecolongan, Propam Audit Investigasi Tragedi Kanjuruhan 10 jam yang lalu

HEADLINE news Tragedi Kanjuruhan: Polri Kirim Tim DVI & Dokter RS Bhayangkara ke Malang 10 jam yang lalu

HEADLINE news Gas Air Mata, Penyebab Tragedi Stadion Nasional Peru, Kini Kanjuruhan 12 jam yang lalu

HEADLINE news Kompolnas akan Supervisi dan Evaluasi Tragedi Kerusuhan Kanjuruhan Malang 12 jam yang lalu

HEADLINE news Bela Polisi Malang, Menkopolhukam: Kalau Ndak Pakai Gas Air Mata Kewalahan 13 jam yang lalu

HEADLINE news 2 Kesalahan Besar Panpel Arema FC Vs Persebaya Versi Menkopolhukam Mahfud Md 14 jam yang lalu

HEADLINE news Profil AH Nasution Jenderal yang Selamat dari Peristiwa G30S/PKI 15 jam yang lalu