Paling Rentan, Ada 2 Pasien Tuberkulosis-HIV di Wonogiri

Pasien TB-HIV bisa ditangani di Perawatan Dukungan Pengobatan (PDP) melalui 13 puskesmas dan empat rumah sakit di Wonogiri.

 Ilustrasi HIV/AIDS (ghanahealthnest.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi HIV/AIDS (ghanahealthnest.com)

Solopos.com, WONOGIRI– Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri mencatat dua orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dengan tuberkulosis (TB) di Wonogiri. Pasien TB/HIV berstatus dua kali lebih rentan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKK Wonogiri, Satyawati Prawirohardjo, menjelaskan satu dari dua pasien TB-HIV meninggal dunia di Wonogiri tahun ini. Pasien TB-HIV bisa ditangani di Perawatan Dukungan Pengobatan (PDP) melalui 13 puskesmas dan empat rumah sakit di Wonogiri.

“Mereka terkontrol. Ada penyakit lainnya tetapi yang sering itu TB. Seluruh PDP telah mendapatkan pelatihan dan siap melayani ODHA TB,”  kata dia kepada Solopos.com di UPT Radio Siaran Pemerintah Daerah Wonogiri, Rabu (1/12/2021).

Baca Juga: Selamatkan Produksi Kakao, Indonesia Perlu Kemitraan & Industri Kreatif

Dia menjelaskan tes HIV/AIDS pada pasien TB sifatnya melalui motivasi bukan wajib seperti ibu hamil (bumil) sebab deteksi dini pada bumil sudah ada payung hukum dari Kemenkes. Pimpinan Daerah Aisyiyah Wonogiri, Mentari Sehat Indonesia, dan Semangat Membara untuk pasien TB Multi Drug Resistant membantu untuk memotivasi pasien mengecek status HIV-nya di Wonogiri.

Dokter Layanan Pengobatan dan Dukungan Perawatan HIV-AIDs RS Umum Maguan Husada, Dhian Prasetyo, mengatakan mayoritas pasien AIDS yang berkunjung ke rumah sakitnya telah mencapai stadium III dan IV. TB adalah infeksi oportunistik yang paling berisiko bagi ODHA.

“TB adalah infeksi oportunistik yang cukup sering diderita oleh pasien HIV/AIDS. Oleh karena itu kolaborasi pelayanan HIV/AIDS dan TB harus berjalan baik. Seorang penderita TB harus dilakukan screening HIV, begitu pula penderita HIV/AIDS harus dilakukan screening TB,” paparnya.

Baca Juga: Dinkes Boyolali Perluas Layanan PDP HIV/AIDS

Dia mengatakan penanganan pasien dilakukan sesuai protokol TB yang ditetapkan Kemenkes. Pasien TB-HIV mendapatkan banyak obat untuk TB dan untuk HIV yang semuanya  kesemuanya perlu kepatuhan dalam mengkonsumsi.

“Kedua jenis obat tersebut punya efek samping ke organ hati dan ginjal, jadi perlu pemantauan kondisi organ selama mengkonsumsi kedua obat tersebut,” kata dia.

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Wedang Ronde Porsi Jumbo di Sukoharjo, Murah dan Menghangatkan

Wedang ronde porsi jumbo dengan harga murah dan segar dapat dibeli di warung milik pria asal Sukoharjo.

Polresta Solo Ungkap 8 Kasus Narkoba, 10 Orang Ditangkap

Satresnarkoba Polresta Solo mengungkap delapan kasus penyalahgunaan narkoba dan menangkap 10 orang pelaku baik pengedar, kurir, maupun pemakai.

Perlu Peran Akademisi untuk Atasi Kekeringan di Gilirejo Baru Sragen

Upaya mitigasi bencana kekeringan di Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Sragen, perlu melibatkan akademisi dari perguruan tinggi.

Duh, 86 Ha Sawah di Bulu Sukoharjo Terendam Banjir Luapan Kali Buntung

Hujan yang mengguyur wilayah Sukoharjo mengakibatkan ketinggian air Kali Buntung bertambah signifikan pada Minggu (16/1/2022) malam.

Gede Banget! Pemkot Solo akan Bangun Gedung Berkapasitas 15.000 Orang

Pemkot Solo berencana membangun gedung pertemuan atau hall yang diklaim sangat besar dan mampu menampung hingga 15.000 orang.

Vaksinasi Anak Dosis II Boyolali Dimulai, Targetkan 5.360 Sasaran

Vaksinasi anak usia 6-11 tahun dosis pertama di Boyolali hingga Senin ini sudah mencapai 94.514 sasaran atau sekitar 98,7 persen dari target 95.713 sasaran.

+ PLUS Keraton Pengging, Cikal Bakal Kerajaan Pajang yang Hilang di Boyolali

Joko Tingkir yang menjadi raja pertama Kesultanan Pajang merupakan cucu dari Andayaningrat yang pernah memimpin Keraton Pengging.

Tim Gabungan di Bulu dan Mojolaban Gencarkan Patroli Tegakkan Prokes

Sasaran patroli yakni menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang masih beraktivitas malam agar tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes), terutama saat berada di luar rumah.

Berkat KIP, Mahasiswa asal Miri Sragen Ini Bisa Kuliah Sekaligus Usaha

Berkat Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, seorang warga Miri, Sragen, dari keluarga miskin bisa kuliah bahkan membuka usaha.

Segini Kerugiannya, Gara-Gara Bakul Pasar Tanjung Klaten Mogok Jualan

Sebanyak 256 pedagang Pasar Tanjung, Klaten mendadak mogok berjualan Senin (17/1/2022) sehingga menyebabkan perputaran uang mencapai Rp100 juta per hari terhenti.

Kearifan Lokal Boyolali, Kerajinan Logam Cepogo Kian Mendunia

Produk kerajinan seni kriya logam dari Desa Tumang, Kecamatan Cepogo, Boyolali, merupakan kearifan lokal yang kian mendunia.

Waduh! Pasar Tanjung di Klaten Sepi, Pembeli Kecele

Sejumlah pembeli kecele saat datang ke Pasar Tanjung di Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada Senin (17/1/2022) pagi.

+ PLUS Piala Dunia U-20 Jadi Momen Emas Eksplorasi Sport Tourism di Kota Solo

Datanganya wisatawan domestik dan mancanegara saat gelaran Piala Dunia U-20 pada 2023 bisa menjadi momen emas untuk pengoptimalan potensi destinasi sport tourism di Kota Solo.

Hipmi Boyolali Punya Ketua Baru, Program ke Depan Ingin Dampingi UMKM

Anggota Hipmi Boyolali sekitar 40 orang, terdiri dari pengusaha jasa kontruksi, pengusaha apotek, pengusaha tempat wisata, kuliner, peternak, konter, dan lain-lain.

Ini Lo Penyebab Retribusi di Pasar Tanjung Klaten Naik Ugal-Ugalan

256 pedagang di Pasar Tanjung, Juwiring, Klaten, Jateng mogok berjualan di pasar setempat, Senin (17/1/2022) pagi karena memprotes kenaikan retribusi ugal-ugalan pada awal 2022.

Retribusi Pasar Tanjung Klaten Naik Ugal-Ugalan, Bakul Mogok Berjualan

Sebanyak 256 pedagang di Pasar Tanjung, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mendadak mogok berjualan di pasar setempat, Senin (17/1/2022) pagi.