Capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kanan) dan Ma\'ruf Amin (kiri) melambaikan tangan sebelum berangkat menuju Bandara Halim Perdanakusuma untuk memberikan keterangan pers terkait putusan sengketa hasil Pilpres 2019 di MK, Jakarta, Kamis (27/6/2019). (Antara-Akbar Nugroho Gumay)

Solopos.com, JAKARTA -- Pengamat politik Ray Rangkuti memperkirakan sejumlah pos kementerian yang terkait langsung dengan hajat hidup masyarakat banyak. Salah satunya Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, akan menjadi perebutan partai pendukung.

"Sejak 2010, kementerian yang' basah' tidak hanya terkait kementerian ekonomi, tapi juga kementerian yang terkait langsung dengan hajat publik, seperti Kementerian Desa," kata Ray dalam diskusi bertema Menakar Isyarat Calon Kabinet Jokowi, di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Pernyataan Ray tentang kementerian Desa sebagai kementerian "basah" dalam arti adanya peluang partai politik untuk menjaga sekaligus memupuk basis massa melalui program kementerian tersebut.

Dia mengatakan program pengucuran dana desa oleh Kementerian Desa, dapat menyita perhatian publik yang positif, khususnya masyarakat di desa-desa. Karena itu kementerian ini dianggap akan berimbas positif bagi partai yang berhasil menempatkan kadernya sebagai menteri di sana.

Ray mengatakan pada periode pemerintahan Jokowi yang pertama, Kementerian Desa hanya diminati Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pasalnya, saat itu hanya PKB yang menurutnya ingin menjaga basis massa pemilih yang mayoritas tinggal di desa.

Pada periode pemerintahan ke depan, dia memperkirakan PDIP juga akan ikut meminati kementerian tersebut. Alasannya, PDIP belum memiliki figur yang cukup kuat untuk dicalonkan sebagai presiden pada Pilpres 2024 sehingga butuh memupuk basis massa yang lebih kuat.

Adapun Golkar, menurutnya, akan tetap meminati sektor kementerian yang berkaitan dengan masyarakat menengah ke atas, sebagai basis massanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten