Pakar Ungkap Kejanggalan Impor Beras 500.000 Ton Jelang Panen

Pakar Ungkap Kejanggalan Impor Beras 500.000 Ton Jelang Panen

SOLOPOS.COM - Panen dengan mesin di sawah Desa Sidorejo, Wonoasri, Kabupaten Madiun, Rabu (7/10/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Siswowidodo)

Pakar dari IPB mempertanyakan kejanggalan yang berujung pada impor beras sebesar 500.000 ton bulan ini.

Solopos.com, JAKARTA -- Akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prima Gandhi angkat bicara terkait keputusan pemerintah untuk membuka keran impor sebesar 500.000 ton yang diestimasi akan tiba pada akhir Januari 2018. Dia menilai ada kejanggalan harga beras yang berujung kebijakan impor.

Jika tujuan pemerintah adalah mengendalikan harga beras medium, Prima mempertanyakan kenapa yang diimpor justru beras khusus yang baru akan tiba pada akhir Januari. Sementara itu, pengendalian harga diperlukan pekan ini.

“Impor beras sudah telat, karena bertepatan dengan mulai panen raya padi,” kata Prima yang merupakan dosen Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan IPB, Jumat (12/1/2018).

Dia menilai terjadi kejanggalan harga beras pada awal 2018, salah satunya di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC). Mengutip data online yang dirilis PIBC pada 3 Januari 2018, Prima menyebutkan harga beras termurah yang dikenal sebagai beras Operasi Pasar yaitu IR-64 III masih Rp7.800 per kg. Harga itu stabil sejak 9 November 2017 hingga 3 Januari 2018.

“Tapi tiba-taba pada 3-4 Januari naik tinggi Rp8.40/kg, setelah itu pada 5-8 Januari menjadi Rp8.800/kg, terus 9-12 Januari menjadi 8.900/kg. Sementara itu, stok beras harian PIBC pada periode tersebut di atas normal yaitu berkisar 32.001 - 47.013 ton. Artinya pasokan tidak ada masalah tapi harga naik. Justru ini sumber masalahnya,” tambahnya. Baca juga: Kemendag Ingin Impor Beras, Mentan Bantah Kekurangan Stok.

Dia menegaskan, solusi yang seharusnya ditempuh pemerintah adalah pengendalian harga, dan bukan impor. Untuk pengendalian harga, menurutnya bisa dilakukan dengan sejumlah cara seperti operasi pasar secara masif dan percepatan penyaluran beras Rastra untuk bulan Januari. Adapun solusi ketiga yang dia kemukakan yakni memperlancar arus distribusi dan logistik beras dengan mengintensifkan Satgas Pangan.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa selama ini tidak pernah terjadi impor di saat memasuki panen raya Februari. Bila impor dilakukan sekarang, maka dampaknya hanya akan memukul petani. Dia juga meyakini produksi saat ini masih cukup bahkan berlebih sehingga tidak perlu impor. Baca juga: Impor Beras 500.000 Ton Tanpa Restu Kementan.

“Saya yakin produksi surplus, tidak perlu impor. Pernyataan mana panen, mana panen tidak perlu dipertentangkan lagi. Lha itu ada data panen di sini, di website http://sig.pertanian.go.id ini open akses. Bisa dilihat semua detil sampai titik koordinat lokasi sebaran panen padi di seluruh Indonesia” tuturnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Perpanjang PPKM Mikro Dipastikan Berdampak ke Pariwisata Jateng

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memperpanjang PPKM Mikro hingga 17 Mei 2021 dan dipastikan berdampak ke sektor pariwisata Jateng.

Ratusan Pemudik Masuk Solo Saat Pengetatan, Ada Yang Positif Covid-19

Sekitar 500 pemudik sudah masuk ke Kota Solo selama masa pengetatan mudik sejak 22 April lalu, salah satunya terkonfirmasi positif Covid-19.

Larangan Mudik Dimulai, Jalan Tol Layang MBZ Ditutup

Vera mengatakan penutupan Jalan Layang MBZ dilakukan untuk pengendalian transportasi yang bertujuan membatasi pergerakan arus lalu lintas keluar dan masuk Jabotabek.

Salatiga Tutup Pasar Tiban & Objek Wisata

Pemkot Salatiga menutup fasilitas umum yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa Lebaran 2021, termasuk pasar tiban dan objek wisata.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Kamis 6 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Kamis, 6 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

Mobil Rombongan Pemudik Hantam Truk di Jalan Tol Madiun

Sebuah minibus pengangkut rombongan pemudik terlibat kecelakaan menabrak truk di jalan tol Madiun Km. 603 A dari arah barat ke timur.

Tingkatkan Kompetensi Lulusan, Politeknik Negeri Madiun Siap Upgrading 6 Prodi D3

Direktur Jenderal Pendidikan  Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Wikan Sakarinto, mengatakan kebijakan program studi D3 ditingkatkan menjadi Sarjana Terapan atau D4 ini diharapkan disambut baik seluruh perguruan tinggi vokasi.

Kekinian Banget! Kafe Di Pasar Nguter Sukoharjo Ini Sajikan Jamu Dengan Nama-Nama Unik

Kafe jamu di Pasar Nguter, Sukoharjo, yang diresmikan Puan Maharani pada 2019 menyajikan aneka minuman dengan nama unik.

6-17 Mei, KAI Batasi 20 Perjalanan KRL Jogja-Solo

KAI Commuter membatasi operasional kereta rel listrik atau KRL Jogja-Solo, dan KA Prameks dalam kurun waktu 6-17 Mei 2021.

4 Zodiak Ini Kata Astrologi Punya Ingatan Tajam

Astrologi barat menengarai adanya pemilik tanda zodiak yang memiliki ingatan lebih tajam dari orang kebanyakan.

Festival Pendidikan Astra: Transformasi Pendidikan Mencapai SDGs

Pendidikan menjadi salah satu pilar pendukung untuk mencapai kesejahteraan masyarakat pada 2030.

Volume Kendaraan Masuk Solo Naik Sejak 3 Hari Menjelang Larangan Mudik

Jumlah kendaraan yang keluar masuk Solo pada tiga hari menjelang pemberlakuan larangan mudik Lebaran mengalami peningkatan.