Tutup Iklan

Pakar Komunikasi: Debat Capres Pakai Kisi-Kisi, Penonton Tak Usah Baper

Masyarakat yang menonton debat Pilpres 2019 yang disiarkan stasiun telvisi pada Kamis (17/1/2019) malam disarankan tidak perlu terbawa emosi yang tidak sehat, tapi cukup menikmatinya sebagai sebuah tontonan saja.

Pakar Komunikasi: Debat Capres Pakai Kisi-Kisi, Penonton Tak Usah Baper

SOLOPOS.COM - Sandiaga Uno, Prabowo Subianto, Joko Widodo, dan Ma\'ruf Amin dalam pengambilan nomor urut capres/cawapres di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (21/9/2018) malam. (Reuters - Darren Whiteside)

Solopos.com, MALANG -- Masyarakat yang menonton debat Pilpres 2019 yang disiarkan stasiun telvisi pada Kamis (17/1/2019) malam disarankan tidak perlu terbawa emosi yang tidak sehat, tapi cukup menikmatinya sebagai sebuah tontonan saja.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Nurudin mengatakan masyarakat harus memahami debat capres sebagai bagian dari proses yang harus dilalui karena aturan KPU. Dia menyarankan pemirsa lebih baik menikmatinya untuk menilai sejauh mana kualitas kandidat karena semua punya kelebihan dan kekurangan.

“Kualitas kandidat juga tidak hanya semata-mata bisa diukur dari debat. Jadi itu hanya salah satu tolok ukur saja,” katanya di Malang, Kamis (17/1/2019).

Kisi-kisi yang diberikan sebelum debat, kata dia, memang bisa membantu kandidat untuk menyiapkan jawaban. Ini tentu menguntungkan. Namun, dengan kisi-kisi itu, masyarakat tidak bisa melihat kualitas kandidat secara spontan.

Karena itu kualitas kebijakan kandidat baru bisa terlihat saat mereka dihadapkan pada pertanyaan spontan dari wartawan atau masyarakat jika sudah menjabat. “Di sinilah akan dilihat dari kualitas pejabat itu,” ucapnya.

Debat dengan spontan sebenarnya bisa menjadi salah satu cara mengukur kualitas kandidat. Namun debat dengan kisi-kisi, apalagi dengan pertanyaan yang sudah disiapkan, maka bisa jadi hanya menjadi seremoni dan tidak begitu menarik.

Nurudin yang kolumnis dan trainer penuliasan itu juga meminta masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang diterimanya. Semua informasi simpang siur silih berganti. Informasi yang muncul, apalagi lewat medsos, sering bukan kejadian sebenarna tetapi memang disebar untuk tujuan tertentu. Tentu saja untuk memenangkan pertarungan.

Masyarakat sering merasa berita yang diterimanya harus terburu-buru disebarkan. Mereka menyebar bukan berdasar apakah informasi itu benar tetapi hanya berdasar kecenderungan dirinya.

Jika info yang diterima itu sesuai kecenderungan dirinya, maka akan diseba, sebaliknya, jika tidak sesuai dengan kecenderungan politiknya, maka tidak akan disebar. “Jempol kita sering lebih cepat bergerak dari otak kita,” kata penulis 18 judul buku tentang komunikasi dan penulisan itu,.

Dia mengakui, citra memang penting untuk kandidat. Masalahnya, kita hidup dalam sebuah citra yang terlalu dipoles sedemikian rupa. Citra masih diidentikkan dengan polesan dan bukan apa adanya. Asal mempunyai dana, kandidat akan mudah membangun citra.

Karena itulah, masyarakat tidak boleh percaya begitu saja terkait citra Capres-Cawapres. Apalagi jika ada kandidat yang tiba-tiba muncul minta dukungan. Citra boleh dijadikan landasan orang menjatuhkan pilihan, tetapi track record kandidat harus ditempatkan pada posisi utama.

Berita Terkait

Berita Terkini

Film Hong Kong Bakal Dikekang UU Keamanan Nasional

Hong Kong menginstruksikan sensor film apa pun yang dinilai bertentangan dengan UU Keamanan Nasional yang diberlakukan oleh China tahun lalu.

Songsong Pilkada 2024, Puan Maharani Konsolidasikan PDIP di Jatim

Baliho bergambar Ketua DPR Puan Maharani bermunculan di Jawa Timur menjelang Pemilihan Presiden 2024 dan Pilkada 2024.

Ditinjau Menteri PUPR, Proyek Pintu Air Demangan Baru Capai 60%

Selain kondisi pintu air Demangan lama yang sudah mengkhawatirkan, terjadinya perubahan iklim turut mengubah debit air sungai.

Kim Jong-un Sebut K-Pop Seperti Kanker Ganas

Pimpinan tertinggi Korea Utara Kim Jong-un menyebut hallyu atau Korean wave bagaikan kanker ganas yang merusak anak muda Korea Utara.

Asyik, Wisata Kuliner Pasar Doplang Wonogiri Mulai Buka

Wisata Pasar Doplang Wonogiri khusus menyajikan kuliner/penganan tradisional dengan mengadopsi konsep transaksi zaman dahulu.

Teken MoU dengan LSPPO, FP UNS Bekali Lulusan dengan Kompetensi Pertanian Organik

FP UNS bakal menjadi tempat uji kompetensi dan membekali lulusan dengan sertifikat kompetensi bidang pertanian organik.

Kediri Canangkan Gempur Rokok Ilegal

Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur menggandeng Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai untuk mencanangkan kampanye Gempur Rokok Ilegal.

Waduh, Ada Titik Api Baru di Pembatas Tangki Pertamina Cilacap

Pihak Pertamina Cilacap menjelaskan ada titik api baru di area 39 yang menjadi lokasi kebakaran tangki di kawasan kilang Jumat malam.

Christian Eriksen Kolaps, Denmark Vs Finlandia Dihentikan

Christian Eriksen tersungkur ke lapangan saat menerima bola lemparan ke dalam di sisi kanan pertahanan Finlandia.

Zodiak Ini Kata Astrologi Pandai Bergaul

Beberapa zodiak cenderung pemalu dan tertutup, sementara zodiak lainnya pandai bergaul sehingga sangat menarik perhatian.

Persib Bandung 1-1 PS Tira Persikabo: Robert Petik Hal Positif

Persib memimpin lewat gol Febri Hariyadi pada menit ke-40 namun disamakan oleh gol balasan Ciro Alves pada menit ke-56.

Kasus Covid-19 di Klaten Bertambah 80 Orang, 6 Meninggal Dunia

Penambahan kasus baru Covid-19 terbanyak di Kabupaten Klaten berasal dari Kecamatan Manisrenggo, yakni mencapai 17 orang.