Pakar Kesehatan Curiga Virus Corona Sudah Masuk Indonesia, Tapi Tak Dilaporkan
Simulasi penanganan virus corona di Bandara Adi Soemarmo, Jumat (7/2/2020). (Istimewa/PT AP I Bandara Adi Soemarmo Solo)

Solopos.com, JAKARTA -- Kecurigaan adanya orang yang terinfeksi virus corona di Indonesia tak hanya diungkapkan oleh peneliti di luar negeri. Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra mencurigai kemungkinan sudah ada orang terjangkit virus corona di Indonesia.

Namun, dia menduga kasus itu belum dilaporkan oleh orang yang terinfeksi virus corona. Karena itu, data pemerintah selalu menyatakan belum ditemukan virus corona di Indonesia. Itu salah satu analisa dari 3 analisa alasan virus corona belum ditemukan di Indonesia.

"Apakah ini kita menyebutnya under reporting? Sesuatu yang tidak terlaporkan? Jadi banyak hal juga. Ini masih praduga, ini boleh jadi," kata Hermawan di diskusi Mengukur Efek Virus Corona: Siapakah kita? di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, (29/2/2020).

Viral Surat Edaran Bebas Kucing di Kampus, Begini Penjelasan ITS

Kemungkinan kedua adalah mengenai detection failed atau kegagalan pemerintah mendeteksi virus corona covid-19 kepada warganya secara keseluruhan.

"Terakhir teori ketiga, apakah ada missmatch atau tidak matching antara standar WHO dengan program yang kita kembangkan di Indonesia," ungkap Hermawan.

Elektabilitas Prabowo Tertinggi, Fadli Zon Tafsirkan Keinginan Ganti Presiden, Ini Faktanya

Mismatch yang dimaksud Hermawan adalah soal standar penanganan. Memang Pemerintah Indonesia sangat mengawasi penyabaran virus corona atau covid-19 agar jangan sampai masuk ke Indonesia. Namun, dia mempertanyakan apakah memang Indonesia sudah memakai standar khusus dalam penanganan virus corona yang dianjurkan oleh WHO.

Meski demikian, Hermawan mengakui data yang dimilikinya memaang Indonesia negara Asia Tenggara yang masih bebas dari virus corona atau covid-19. Namun, pemerintah jangan puas mengenai penanganan yang dilakukan sekarang.

Jorok! Banyak Orang Inggris Ngeseks di dalam Mobil

"Contoh di Malaysia, berdasarkan data 27 Februari kemarin itu 22 kasus sudah ditemukan, Australia 22 kasus, Singapura 92 kasus, Thailand 30-an lebih, Filipina sekitar 4, Vietnam sudah lebih banyak dan seterusnya," tutup Hermawan.

Sumber: Suara.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho