Pakan Lobster Tak Hanya Bulu Babi
Blong penyelamat lobster yang dibuat para peserta pelatihan di Pantai Sepanjang, Gunungkidul, Minggu (8/12/2013). (JIBI/Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah)

Solopos.com, GUNUNGKIDUL-Pelatihan desa vokasi untuk bubidaya lobster di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari ditutup Minggu (8/12/2013). Selama pelatihan pengetahuan warga pun bertambah termasuk jenis makanan lobster.

Salah satu peserta pelatihan Siti Wijayanti mengaku mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman baru dari pelatihan yang ia ikuti. Ia mengaku lebih mengetahui cara untuk mengembangbiakkan, memelihara, membesarkan hingga memanen lobster.

“Pelatihan ini sangat berguna. Kami juga semakin tahu makanan lobster itu apa saja. Selama ini kami tahunya hanya bulu babi. Rupanya banyak sekali yang bisa menjadi makanan lobster,” papar dia kepada harianjogja.com ketika ditemui di Pantai Sepanjang, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Minggu (8/12/2013).

Pakan lobster yang ia maksud yakni keong laut, siput darat, keong tawar, lintah hingga teripang. Dari pelatihan tersebut Siti mengetahui lobster menyukai makanan yang kenyal. Selain itu dalam perawatan lobster rupanya kadar garam juga menjadi kunci merawat lobster.

“Selain mendapatkan materi dalam ruang, kami juga mendapatkan pelatihan di lapangan. Misalnya saja pelatihan membuat alat berupa blong penyelamat lobster atau yang sering disebut bapel,” imbuh dia.

Ketua Lembaga PKBM Makmur Desa Kemadang Budiyono menuturkan pelatihan itu merupakan program dari Kemendikbud. Kegiatan ini dimulai 10 Oktober lalu dan diikuti 30 warga yang tergabung dalam kelompok Gureng.

“Kami melihat ada potensi untuk udang lobster di sini [Kemadang] makanya kami membuat program ini. Sasaran utama kami yakni pemuda yang belum bekerja dan masih produktif,” tutur dia.

Meskipun pelatihan sudah usai, Budiyono menuturkan akan terus memberikan pendampingan dan memantau perkembangan kegiatan.  Pelatihan diberikan dalam 153 jam pelajaran. Pemuda yang tergabung dalam kelompok Gureng juga diberi dana modal Rp24 juta.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Gunungkidul Sudodo berharap warga yang terlibat dalam pelatihan memiliki komitmen untuk mengembangkan ilmu yang didapat.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom