Pakai Uang Saku, 2 Bocah Sragen Bagi-Bagi Rezeki Lewat Youtube
Novin dan Dian (istimewa)

Solopos.com, SRAGEN — Dua bocah asal Kabupaten Sragen membuat konten di Youtube dengan tema bagi-bagi rezeki kepada warga yang terdampak pandemi Covid-19. Dua bocah itu adalah Novin Chandra Pradyta, 15, dan Dian Ardiansyah, 13.

Keduanya merupakan saudara sepupu yang tinggal di Desa Sambirembe dan Desa Donoyudan, Kecamatan Kalijambe, Sragen. Novin tercatat sebagai siswa Kelas XI SMK Sakti Gemolong, sedangkan Dian tercatat sebagai siswa MTs Muhammadiyah 2 Kalijambe.

Kedua bocah itu baru saja membuat saluran Youtube bernama Media Sragen Terkini Official. Sebagai pemula, channel ini belum memiliki banyak subscriber.

Sejak dibuat pada 19 Juli 2020, channel ini baru memiliki 183 subscriber dengan 22 video yang disaksikan 3.675 kali oleh pemirsa per Rabu (5/8/2020).

Sebagai pendatang baru, channel ini masih jauh dari kata sempurna. Masih ada beberapa kesalahan elementer yang perlu diperbaiki terkait teknis pengambilan gambar, audio yang tidak terdengar jelas, hingga editing yang terbilang standar.

Dian dan Novin (istimewa)

Namun, melalui konten yang mereka bikin, keduanya ingin menyampaikan pesan bahwa ada banyak cara untuk membuat konten Youtube yang bermanfaat untuk pemirsa.

"Channel ini dibuat karena anak saya merasa prihatin dengan maraknya anak muda yang menghalalkan banyak cara demi konten. Termasuk membuat prank untuk mengerjai orang seperti bagi-bagi sembako ternyata isi sampah, bagi daging kurban ternyata isi batu dan sampah hingga membuat konten yang justru membuat masyarakat menjadi resah," ujar Arya Rengginas, ayah dari Novin, kala berbincang dengan Solopos.com, Rabu (5/8/2020).

Bermodal Uang Saku Sekolah

Arya menjelaskan konten bagi-bagi rezeki yang dilakukan Novin dan Dian bermodal uang saku sekolah. Arya sama sekali tidak memberikan uang untuk modal Novin dan Dian membuat konten Youtube.

Dalam salah satu video yang bisa disaksikan di channel Media Sragen Terkini Official, kedua bocah itu mendatangi seorang nenek-nenek penjual pisang yang berada tak jauh dari Pasar Gemolong.

Pada awalnya, nenek itu tampak sedikit kebingungan ketika Novin dan Dian datang dengan melontarkan banyak pertanyaan. Apalagi, nenek bernama Waginem, 65, warga Andong Boyolali, harus menjawab pertanyaan itu sambil direkam menggunakan kamera ponsel.

"Hla ajeng dinapakne to niki kula? [Hla mau diapakan to saya ini?]," tanya Waginem dengan nada heran.

Dalam video itu, Novin dan Dian tampak bertanya harga pisang yang dijual Waginem. Dia juga bertanya perihal pekerjaannya sebagai penjual pisang sehari-hari.

Akan tetapi, Novin dan Dian bertanya harga bukan bermaksud membeli. Keduanya hanya ingin berbagi rezeki kepada warga yang terdampak pandemi, seperti pedagang pisang yang ditemui tak jauh dari Pasar Gemolong tersebut.

Selain kepada pedagang pisang, keduanya juga mendatangi pemulung, penjual burung, tukang becak untuk berbagi rezeki kepada mereka.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya


Kolom