Pakai Sabu, 2 Perempuan Pekerja Karaoke Ditangkap Polisi Karanganyar

Salah satu tersangka mengaku mengenal mengenal sabu-sabu dari mantan suaminya. Setelah dipakai sendiri, ia tergiur untuk ikut mengedarkannya.

 Wakapolres Karangayar Kompol Purbo Adjar S. (kiri) menanyai dua perempuan tersangka kasus narkoba di Mapolres setempat, Senin (29/11/2021). (Solopos.com/Akhmad Ludiyanto)

SOLOPOS.COM - Wakapolres Karangayar Kompol Purbo Adjar S. (kiri) menanyai dua perempuan tersangka kasus narkoba di Mapolres setempat, Senin (29/11/2021). (Solopos.com/Akhmad Ludiyanto)

Solopos.com, KARANGANYAR — Dua perempuan ditangkap aparat Satnarkoba Polres Karanganyar karena mengonsumsi sabu-sabu (SS). Keduanya ditangkap di Perumahan Dalem Asri, Jaten, Karanganyar, 8 November 2021 lalu.

PromosiPBNU dan KND Sepakati Gerakan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas

Keduanya adalah EJD yang tinggal di Dalem Asri, Jaten, dan DS yang tinggal di Karangturi, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. Keduanya mengaku bekerja di tempat karaoke.

Wakapolres Karangayar, Kompol Purbo Adjar S, mengatakan polisi menyita barang bukti satu bungkus plastik klip berisi sabu, satu set alat hisap, timbangan digital, ponsel, dan sebagainya saat menangkap kedua tersangka.

Baca Juga: Kali Mubeng Meluap Lagi, Rumah Warga Tasikmadu Karanganyar Tergenang

Paket sabu-sabu itu dibeli EJD di daerah Ngemplak, Banjarsari, Solo dari seseorang berinisial NK. Ia membeli paket senilai Rp1.050.000 yang berisi sabu-sabu seberat 1,13 gram. Selanjutnya EJD membaginya menjadi 3 paket untuk memudahkan pengukuran dalam pemakaian.

Selain dipakai sendiri, EJD juga menjual sabu-sabu kepada teman-temannya yang membutuhkan. Biasanya ia menjual senilai Rp650.000 per 0.5 gram. Salah satunya kepada H, warga Wonogiri.

“Untuk mengantarkan sabu itu, EJD menyuruh DS untuk menyampaikannya secara langsung,” ujar Wakapolres didampingi Kasi Humas Iptu Agung Purwoko, Senin (29//11/2021) di Mapolres Karanganyar.

Baca Juga: Gory Si Anjing Teman Sukarelawan Gunung Lawu, Unyu Deh

Sementara itu, kepada wartawan EJD mengaku baru menjalankan bisnis ini sejak dua bulan terakhir. Sebelumnya ia hanya menggunakan sabu-sabu bersama teman-temannya. “Biasannya pakai sendiri. Saya kenal sabu-sabu dari mantan suami saya,” ujar EJD.

Kini keduanya harus menghadapi jeratan hukum dengan ancaman pidana minimal 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp10 miliar.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Jaga Kesehatan, Pegawai Kantor Imigrasi Surakarta Gelar Fun Bike

Fun bike selain untuk menjaga kesehatan pegawai Kantor Imigrasi Surakarta juga merupakan rangkaian peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke-72.

IDI Sukoharjo Pantau Perkembangan Kasus Harian Covid-19

Pemerintah diharapkan terus menggenjot capaian vaksinasi dengan target sasaran beragam kelompok masyarakat di Sukoharjo.

Siswa Positif Covid-19, PTM di 2 SMPN di Klaten Disetop

Terdapat satu siswa positif Covid-19 masing-masing di SMPN 1 Karangnongko dan SMPN 1 Kemalang Klaten.

Sopir Kaget Disalip Ditanjakan, Pikap Angkut Ribuan Telur Masuk Jurang

Mobil pikap pengangkut ribuan telur ayam yang dikemudikan warga Sukoharjo masuk jurang di Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

Hari Bhakti Imigrasi, Menkumham Yasonna Apresiasi Inovasi Keimigrasian

Menkumham Yasona meminta agar jajaran Imigrasi di seluruh Indonesia terus meningkatkan Profesionalisme dan Integritas dalam menjalankan Tugas Negara.

8 Boks PJU di Sumberlawang Dibobol Maling, Dishub Rugi Jutaan Rupiah

Pencuri menggondol sejumlah perangkat dari delapan boks lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalan Sumberlawang-Purwodadi.

Disambati Bupati Sragen soal Kemiskinan, Ini Jawaban Wagub Taj Yasin

Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen, menyebut Sragen tidak masuk daerah dengan kemiskinan ekstrem di Jateng. Namun masuk zona merah di Jateng.

Prihatin Kasus Narkoba Tinggi, Kejari Solo Terjun ke Sekolah-Sekolah

Prihatin dengan angka kasus penyalahgunaan narkoba yang tinggi, Kejari Solo turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman kepada pelajar untuk menjauhi narkoba.

14 Sertifikat Baru Lahan Terdampak JLT Sukoharjo Belum Terbit

Penerbitan sertifikat tanah yang baru setelah pelepasan hak karena terdampak JLT Sukoharjo mengacu pada ketentuan yang diatur di bidang agraria dan tata ruang.

Bupati Sragen Sambat ke Wagub Soal Angka Kemiskinan yang Tak Juga Turun

Bupati Sragen sambat ke Wagub Jateng. Ia mengaku sudah mengeluarkan anggaran banyak untuk mengentaskan kemiskinan namun angkanya tidak turun, justru naik.

Jual Minyak Goreng Rp14.000/Liter, Toko di Pasar Legi Solo Ini Diserbu

Toko Leo Jaya di lantai II Pasar Legi Solo diserbu pembeli yang antre untuk mendapatkan minyak goreng seharga Rp14.000/liter.

Jangan Macam-Macam, Kejari Karanganyar Kini Punya Satgas Mafia Tanah

Kejari Karanganyar telah membentuk Satgas Mafia Tanah sesuai instruki Kejaksaan Agung.

Dikeluhkan Warga, Tempat Karaoke di Wanglu Disegel Satpol PP Klaten

Penutupan itu dilakukan karena keberadaan karaoke dan kafe tersebut dinilai telah melanggar peraturan daerah (perda).

Penyebab Minyak Goreng Rp14.000 Sulit Diterapkan di Pasar di Boyolali

Diharapkan permasalahan harga minyak goreng di pasar tradisional dapat diselesaikan sehingga pedagang dapat menjual minyak dengan harga yang sama di toko retail.

Ribuan Tenaga Honorer di Karangamyar Terancam Nganggur

Para tenaga honorer di Karanganyar resah dengan kebijakan pemerintah pusat yang akan menghapuskan status mereka mulai tahun depan.

Bhayangkari Polres Wonogiri Diminta Berani Laporkan Kasus KDRT

Bantuan hukum terhadap kasus KDRT seperti mencegah, menindak pelaku, dan melindungi korban dijamin oleh negara.