Pakai Masker di Semarang Bisa Peroleh Rp50.000

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, memakaikan masker berduit kepada seorang bocah yang terjaring operasi di Kota Semarang.

SOLOPOS.COM - Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto (kanan), memakaikan masker kepada seorang bocah yang terjaring operasi di Jl. Imam Bonjol, Kota Semarang, Kamis (8/10/2020). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Solopos.com, SEMARANG — Berbagai cara terus dilakukan Pemerintah Kota Semarang demi mengajak warga setempat melawan persebaran virus corona pemicu Covid-19 melalui penerapan protokol kesehatan. Bahkan, di Semarang, memakai masker bisa memperoleh duit Rp50.000.

Upaya agar warga disiplin dalam menerapkan protokol tak hanya dilakukan dengan memberikan sanksi bagi yang melanggar. Upaya juga dilakukan dengan memberikan reward atau hadiah bagi warga yang patuh.

Covifor, Obat Virus Corona Asal India Masuk ke RS Indonesia

Hal itu terlihat pada operasi protokol kesehatan yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang di Jl. Imam Bonjol, Kamis (8/10/2020). Dalam razia itu, Satpol PP tak hanya menjaring warga yang kedapatan tidak mengenakan masker.

Mereka juga menjaring warga yang mengenakan masker secara benar. Namun, jika warga yang tidak mengenakan masker diberi sanksi sosia, maka warga yang mengenakan masker mendapat hadiah atau reward. Hadiah itu tak lain adalah pemberian uang tunai Rp50.000.

Satpol PP Semarang

Kepala Satpol PP Semarang, Fajar Purwoto, mengatakan total ada sekitar 12 orang yang terjaring menggunakan masker dengan baik dan benar saat operasi tersebut.

“Dari 12 orang ini langsung masing-masing kita beri Rp50.000. Selain itu, kita juga beri masker. Hadiah ini kita berikan sebagai reward atau penghargaan karena mereka mau menjalankan dengan disiplin imbauan pemerintah untuk memakai masker,” ujar Fajar kepada Semarangpos.com, Kamis.

Peluang Bisnis Coffee Bun Menggiurkan, Begini Kalkulasinya…

Fajar menilai penggunaan masker saat ini menjadi cara terampuh dalam mencegah penularan Covid-19 di Kota Semarang. Terlebih lagi, hingga kini vaksin Covid-19 belum juga ditemukan. “Masker adalah cara ampuh dalam melawan Covid-19, selain cuci tangan dengan sabun dan jaga jarak. Hendaknya ini terus diterapkan guna memutus rantai penularan Covid-19,” imbuh Fajar.

Sementara itu, dalam operasi tersebut, petugas Satpol PP Semarang juga menjaring sekitar 47 pelanggar ketentuan pemakaian masker. Dari 47 orang itu, 36 di antaranya diminta melakukan rapid test. “Dari 36 orang yang di-rapid test, dua di antaranya hasilnya dinyatakan reaktif. Sisanya nonreaktif. Untuk yang reaktif langsung kita minta melakukan isolasi,” imbuh Fajar.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Berita Terbaru

ICRC Bantu Jateng Atasi Covid-19, Ponpes Kebagian...

Solopos.com, SEMARANG – International Committee of the Red Cross atau Komite Internasional Palang Merah memberikan bantuan ke Provinsi Jawa...

Gubernur Jateng Sambut Positif Pemangkasan Libur Akhir Tahun

Solopos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bereaksi positif keputusan pemerintah yang memangkas atau mengurangi libur dan cuti...

Dituduh Langgar Kapasitas, Wisata Objek Dusun Semilir Ditutup

Solopos.com, UNGARAN — Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Semarang, Minggu (29/11/2020), menutup objek wisata Dusun Semilir di Kecamatan Bawen,...

Ini Kiat Disdikbud Jateng Hadapi Covid-19...

Solopos.com, BOYOLALI — Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Disdikbud Provinsi Jawa Tengah, Padmaningrum, meminta para guru dan...

Bioskop di Semarang Kembali Dibuka, Begini Ketentuan Menonton...

Solopos.com, SEMARANG — Beberapa gedung bioskop di Kota Semarang, ibu kota Jawa Tengah, mulai Sabtu (21/11/2020), kembali dibuka setelah...

Distribusi Vaksin di Jateng Mulai Desember, Bukan Berdasar Jumlah Kasus Covid-19

Solopos.com, SEMARANG -- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) akan mulai mendistribusikan vaksin Covid-19 pada Desember 2020. Distribusi vaksin...

IDI Sebut Warga Kota Semarang Sulit Mematuhi Jaga Jarak

Solopos.com, SEMARANG – Ikatan Dokter Indonesia atau IDI Kota Semarang menilai tingkat kepatuhan masyarakat Kota Semarang dalam menerapkan protokol...

Gubernur Jateng Tuntut Agresivitas 7 Daerah Kendalikan Covid-19, Mengapa?

Solopos.com, SEMARANG — Tujuh zona merah baru di Jawa Tengah tercatat di data pusat per 8 November 2020. Untuk...

Langgar Prokes, 50 Warga Semarang Ogah Jalani Rapid Test

Solopos.com, SEMARANG -- Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Kota Semarang kembali menggelar operasi penegakan protokol kesehatan atau...

Pemohon SIM di Satltantas Grobogan “Dijemur”, Ternyata Ini Tujuannya

Solopos.com, PURWODADI -- Puluhan orang pemohon Surat Izin Mengemudi atau SIM di Satlantas Polres Grobogan diminta keluar ruangan. Mereka...