Pakai Kalung Bandul Rajamala, Wali Kota Solo Gibran Tuai Pujian

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menuai pujian dari kalangan pencinta sejarah gara-gara tampil dengan mengenakan kalung berbandul replika Rajamala.

 Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengenakan kalung berbandul Rajamala saat mengecek pengamanan area Plaza Manahan, Solo, Kamis (2/12/2021) siang. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengenakan kalung berbandul Rajamala saat mengecek pengamanan area Plaza Manahan, Solo, Kamis (2/12/2021) siang. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menuai pujian dari kalangan pencinta sejarah Kota Bengawan. Gara-garanya ia memakai kalung berbandul miniatur atau replika Rajamala.

PromosiIni Alasan Maluku Utara Jadi Provinsi Paling Aman di Indonesia

Seperti diketahui, Rajamala merupakan salah satu bagian penting dalam sejarah Kota Solo. Rajamala merupakan canthik atau hiasan pada haluan kapal yang dibuat putra mahkota Paku Buwono (PB) IV, Raden Mas Sugandi (KGPAA Mangkunagoro III), pada masa pemerintahan PB IV antara tahun 1788 hingga 1820.

Bandul miniatur atau replika Rajamala itu dipakai Gibran saat mengecek pengamanan kawasan Plaza Manahan Solo dari massa reuni 212 yang rencananya digelar di tempat tersebut, Kamis (2/12/2021). Berdasarkan catatan Solopos.com, baru kali itu Gibran memakai kalung tersebut.

Baca Juga: Ada MCK Kuno Era Mangkunagoro VII di Kestalan Solo, Begini Sejarahnya

Gibran terlihat percaya diri memakai kalung itu saat bertugas. Saat itu ia juga bertemu dengan Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak yang juga memantau Plaza Manahan Solo.

Saat Solopos.com bertanya kepada Gibran melalui pesan Whatsapp, pekan lalu, mengenai asal usul kalung tersebut, laki-laki 34 tahun itu tidak membalas. Pada sisi lain, gaya Gibran memakai kalung bandul Rajamala mendapat apresiasi warga.

Salah satunya dari Ketua Solo Societeit, sebuah komunitas pencinta sejarah Solo, Dani Saptoni, saat dimintai komentarnya oleh Solopos.com. “Bagus itu.Ya mungkin dimaksudkan untuk menunjukkan salah satu ikon atau ciri khas Kota Bengawan,” ujarnya.

Baca Juga: WCC Solo Jadi Wadah Terbesar Pesepeda Wanita Soloraya

Apa pun bentuk dan caranya, menurut Dani, yang penting langkah nyata apresiasi terhadap kekayaan budaya atau artefak yang ada. “Setidaknya dengan itu ada apresiasi dari orang nomor satu di Solo terhadap keberadaan artefak sejarah kita,” urainya

Dani menjelaskan dalam konsep budaya modern saat ini memang biasa menggunakan ikon khas daerah ke sebuah karya kreatif. Seperti kalung atau gelang, kaus bergambar artefak atau warisan budaya, hingga berbagai karya kerajinan tangan lainnya.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berminat Adu Nasib di IKN? Segini Loh Biaya Hidup di Kalimantan Timur

+ PLUS Berminat Adu Nasib di IKN? Segini Loh Biaya Hidup di Kalimantan Timur

Sebagai calon Ibu Kota Negara (IKN), Nusantara yang berlokasi di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akan menjadi magnet kaum urban untuk mengadu nasib di sana. Berikut perkiraan biaya hidup tinggal di Kalimantan Timur yang bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan.

Berita Terkini

Dugaan Rudapaksa Wanita Boyolali, Terlapor Ngaku Kenal R Tapi Tak Akrab

Tukinu menjelaskan GWS ingin membantu R untuk bertemu suaminya dan akan dibantu bertemu dengan penyidiknya.

2021, DKPP Deteksi 65 Pelanggaran Peredaran Daging Sapi di Kota Solo

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Solo menemukan ada 65 pelanggaran dalam pengawasan peredaran daging sapi di Kota Bengawan.

Kantongi Sertifikat, Wisata OMAC Klaten segera Dipermak

Sebelumnya Pemkab Klaten terkendala mengembangkan kawasan OMAC lantaran belum mengantongi sertifikat.

Ratusan Bidang Tanah Pemkab Klaten Ternyata Belum Bersertifikat

BPN menyerahkan 770 sertifikat hak atas tanah aset Pemkab Klaten yang terdiri atas  tanah perkarangan dan jalan sebanyak 649 bidang atau 743 sertifikat.

Ribuan Koleksi Buku Perpustakaan Mangkunegaran Solo Dipindah, Ada Apa?

Ribuan koleksi perpustakaan Reska Pustaka di Pura Mangkunegaran Solo dipindahkan dari sebelumnya di lantai II ke lantai dasar.

Pelaku UKM di Karanganyar Bakal Dipetakan Sesuai Klaster Usaha

Pemkab Karanganyar akan mendata ulang UKM yang dipetakan sesuai dengan klaster usaha. Ini untuk memudahkan pendampingan.

Sulitnya Dapatkan Minyak Goreng Bersubsidi di Karanganyar

Ibu-ibu di Karanganyar mengeluhkan sulitnya mendapatkan minyak goreng dengan harga murah. Ritel modern yang menjual minyak goreng seharga Rp14.000 liter selalu kehabisan stok.

Luas dan Bikin Bingung, Pasar Legi Solo Butuh Banyak Penunjuk Arah

Pasar Legi Solo yang luas dan terdiri atas beberapa lantai dan blok membutuhkan banyak penanda atau penunjuk arah agar pengunjung tidak bingung.

Ingin Tampil Beda, Desa Ngabeyan Klaten Dihuni Banyak Patung Hewan

Banyak patung hewan menghiasi Desa Ngabeyan, Karananom, Klaten.

Disebut Bukan Korban Pemerkosaan, Wanita Boyolali Ungkap Kronologi Ini

R mengatakan terlapor GW akan membantunya membebaskan sang suami dengan bantuan orang dalam namun dengan syarat membawa sejumlah uang.

Dana BOS 2019 Klaten untuk Buku Matur Jujur Sebenarnya Bagus, tapi...

Wali murid di Klaten menyatakan penggunaan buku Matur Jujur tidak konsisten sehingga terkesan mubazir.

Asyiknya Keliling Desa Pasung, dari Naik Jip hingga Petik Buah Sendiri

Pengunjung di Desa Agrowisata Pasung, Wedi, Klaten, bisa menumpang jip offroad, menikmati kesejukan dan keindalan alam, hingga memetik buah sendiri.

Tanjungsari Boyolali Jadi Contoh Pengendalian Hama dengan Agens Hayati

Tanaman padi di Banyudono tetap mendapatkan serangan hama padi seperti serangan tikus, penggerek batang padi, serta Bacterial Leaf Blight (BLB) atau dikenal sebagai penyakit kresek atau hawar daun.

Eks Napiter Atok Ngaku Deg-degan Tiap Lewat Polsek Pasar Kliwon Solo

Eks napiter Roki Apris Dianto alias Atok mengaku selalu merasa deg-degan dan takut tiap lewat di depan Polsek Pasar Kliwon Solo.

2 Kali Teror Polsek Pasar Kliwon Solo, Eks Napiter Datang Minta Maaf

Seorang eks napiter Roki Apris Dianto datang ke Polsek Pasar Kliwon Solo untuk meminta maaf atas aksi teror bom yang pernah ia lakukan beberapa tahun lalu.

Prabowo Dihina, Gerindra Klaten Laporkan Edy Mulyadi ke Polisi

DPC Partai Gerindra Klaten tak terima dengan pernyataan Edy Mulyadi di YouTube yang dinilai menghina Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra, Prabowo Subianto.