Jemaah Islam Aboge di Kecamatan Leces, Probolinggo, Jatim, seusai menjalankan Salat Idulfitri di masjid setempat, Kamis (6/6/2019). (Detikcom)

Solopos.com, PROBOLINGGO -- Sejumlah warga jemaah Islam Aboge (Ahad Rabu, Wage), mulai anak-anak hingga orang dewasa, memadati ruangan dan pelataran masjid Al Barokah di Dusun Krajan, Desa Leces, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Kamis (6/6/2019) pagi.

Sambil mengumandangkan gema takbir diiringi tabuh Jidor, jemaah Aboge secara khidmat mengikuti tahapan ibadah Salat Id yang dipimpin imam Islam Aboge setempat. Seusai melaksanakan Salat Id, perayaan Idulfitri ditutup dengan acara makan bersama antara sesama jemaah Aboge.

Jemaah Aboge memang baru melaksanakan Salat Id pada Kamis pagi tadi atau mundur sehari dari ketetapan pemerintah. Hal itu dikarenakan jemaah Aboge menggunakan kalender khusus.

Tokoh Islam Aboge, Ustadz Buri Mariyah, seperti dikutip detikcom, Kamis, mengatakan perayaan Lebaran jemaah Aboge selisih sehari dengan ketetapan pemerintah. Hal itu didasarkan hasil perhitungan kitab Mujarobat yang menjadi pedoman Islam Aboge dan diyakini turun temurun sejak nenek moyang.

"Tahun ini Lebaran Idul Fitri Jemaah Aboge jatuh pada Kamis pagi sesuai kalender dan kitab Mujarobat. Model perhitungannya Wal-Ji-Ro, atau hari 1 Syawal pasaran loro atau dua,"kata Ustadz Buri Mariyah.

Buri Mariyah menjelaskan penentuan hari-hari besar jemaah Aboge mengacu pada tahun baru Islam atau 1 Muharram, dan tahun ini 1 Muharram bertepatan dengan Kamis Legi.

Oleh karenanya, jika menggunakan rumus Waljiro 1 Syawal jatuh pada hari pertama (dari 1 Muharram) dengan pasaran dua. Jadi disimpulkan 1 Syawal 1440 H jatuh pada hari Kamis Pahing.

Meskipun terdapat perbedaan dalam perayaan Lebaran yang ditetapkan pemerintah, warga muslim penganut Aboge dan warga setempat yang berbeda ajaran tetap hidup rukun berdampingan. Mereka beraktivitas seperti biasa tanpa adanya konflik.

Salah seorang jemaah Aboge, Ismail Sholihin, menyampaikan selama ini tak ada pertentangan di masyarakat sekitar, meski jemaah Aboge merayakan Lebaran dan Salat Id di hari yang berbeda. Mereka tetap rukun.

"Umumnya mereka malah memberi dukungan," tandas Sholihin.

Sebagai informasi, di Probolinggo jemaah Aboge jumlahnya mencapai seribuan orang. Selain di Lecamatan Leces, jemaah Aboge juga tersebar di beberapa kecamatan lainnya, yakni Dringu, Tegalsiwalan, Bantaran, dan Kuripan.

Diberitakan liputan6.com, Sabtu (2/6/2019), jemaah Aboge juga ada di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Banyumas. Seperti halnya jemaah Aboge di Probolinggo, jemaah Aboge di Banyumas juga memperkirakan Lebaran jatuh pada Kamis (6/6/2019).



Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten