Pakai Baju Bekas Biar Gaul

Pemakaian baju bekas impor alias thrifting menjadi tren fesyen anak muda masa kini.

 Kios pakaian bekas impor atau awul-awul di Pasar Klithikan Notoharjo, Solo, Selasa (21/12/2021). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

SOLOPOS.COM - Kios pakaian bekas impor atau awul-awul di Pasar Klithikan Notoharjo, Solo, Selasa (21/12/2021). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, SOLO — Pemakaian baju bekas belakangan menjadi budaya populer yang terus berkembang pesat. Bukan hanya kalangan menengah ke bawah, pakaian bekas saat ini justru menjadi salah satu tren fesyen di kalangan anak muda. Akan tetapi, baju bekas yang dimaksud adalah produk impor yang didatangkan dari luar negeri ke Indonesia.

Sebagai informasi, baju bekas impor atau biasa disebut produk thrift yang diperdagangkan di Indonesia ini biasanya berasal dari China, Jepang, serta Korea. Barang-barang yang dianggap sampah itu biasanya dijual dengan harga murah. Padahal selama ini impor baju bekas dilarang oleh pemerintah. Lantas, mengapa produk thrifting tersebut selalu laris manis di pasar lokal?

Hasil penelitian Shelly Steward dari University of California bertahuk What does that shirt mean to you? Thrift-store consumption as cultural capital, yang dikutip Solopos.com, Minggu (24/9/2022), menemukan ada dua kelompok konsumen produk thrifting.

Espos Plus Lainnya

+ PLUS Opioid Fentanil Ubah Jalanan Los Angeles bak Kota Zombie

Jalanan Los Angeles dipenuhi manusia mabuk bak zombie atau mayat hidup yang kecanduan fentanil.

+ PLUS Candi Borobudur Dikepung Empat Sungai, Empat Gunung, dan Sesar Gempa Aktif

Candi Borobudur memiliki potensi ancaman bencana alam tak sedikit, karena dikepung empat sungai, empat gunung, dan satu sesar aktif. 

+ PLUS Menjelajahi Geopark Dunia di 7 Geosite Wonogiri

Wonogiri menyimpan keindahan situs taman Bumi yang indah serta kekayaan arkeologi di zaman purbakala.

+ PLUS Jadi Video Terpopuler Youtube, Joko Tingkir Ngombe Dawet Penuh Kontroversi

Video musik Joko Tingkir Ngombe Dawet versi Yeni Inka dan Farel Prayoga berada di urutan ketiga video musik terpopuler Youtube tahun ini, meski liriknya penuh kontroversi.

+ PLUS Pengendalian IMEI Bikin Handphone Batangan Black Market Hilang di Pasaran

Penerapan pengendalian IMEI nasional membuat handphone atau ponsel batangan black market menghilang di pasaran.

+ PLUS Ladosan, Jamuan Makan Bak Raja di Pernikahan Wong Solo

Jamuan makan di pernikahan warga Kota Solo, Jawa Tengah, memiliki ciri khas tersendiri yang unik, yaitu melayani tamu seperti raja.

+ PLUS Menyusuri Rel Berusia 100 Tahun Rute Solo-Wonogiri

Sejarah mencatat jalur rel Solo-Wonogiri yang sampai saat ini masih berfungsi berusia sekitar 100 tahun.

+ PLUS Masa Depan Indonesia Cerah dari Energi Bersih

Sumber energi terbarukan yang lebih bersih di Indonesia sangat berlimpah dan belum dimanfaatkan dengan maksimal.

+ PLUS Poerwosariweg Kini Jl. Slamet Riyadi Belah Wilayah Mangkunegaran dan Kasunanan

Jalan Slamet Riyadi yang dahulu bernama Poerwosariweg membelah wilayah kekuasaan Kadipaten Mangkunegaran dan Kasunanan Keraton Surakarta.

+ PLUS Cianjur Sudah Sering Hancur Diguncang Gempa

Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merupakan zona rawan gempa yang telah sering kali rusak akibat bencana alam.

+ PLUS Gapura Mangkunegaran dan Kasunanan Surakarta Bertemu di Koridor Ngarsopura

Dua gapura baru bergaya Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran saling bertemu di perempatan Kawasan Ngarsopura dan Koridor Gatot Subroto Solo.

+ PLUS Deretan Penghuni Pertama IKN Nusantara

Inilah deretan orang yang akan menjadi penghuni pertama Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada 2024 mendatang.

+ PLUS Kupu-Kupu Malam Berperan di Era Revolusi Kemerdekaan

Presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno, menganggap jasa kupu-kupu malam sangat besar dalam revolusi kemerdekaan Indonesia.

+ PLUS Sianida, Racun Mematikan tapi Kok Dijual Bebas di Online Shop

Sianida yang merupakan racun mematikan ternyata dijual bebas di online shop dalam bentuk potas ikan.

+ PLUS Ketika Media Sosial Pengaruhi Kebiasaan Belanja Produk Lokal

Kampanye fesyen hingga produk kencantikan di media sosial (medsos) tak bisa dipungkiri sangat ampuh dalam membentuk presepsi, mendorong daya beli, dan menciptakan tren.

+ PLUS Produk Fesyen Lokal Tak Gentar, Media Sosial jadi Patokan

Produk fesyen lokal mulai digandrungi masyarakat, dengan media sosial yang menjadi ceruk promosi menarik konsumen baru.

+ PLUS Sakit Hati Berujung Pembunuhan

Rasa sakit hati, kecewa, dan amarah yang berlarut bisa berubah menjadi dendam hingga membuat seseorang mengambil tindakan keji, seperti membunuh.

+ PLUS Harum Manis Mutiara Ajaib dari Dieng

Dataran Tinggi Dieng menyimpan mutiara ajaib beraroma harum yang khas sebagai salah satu kekayaan kuliner.

+ PLUS Potret Sukses Petani Muda, Kombinasi Ide dan Teknologi Jadi Kunci

Peningkatan kelompok usia milenial bahkan generasi Z (Gen Z) menjadi petani mulai terlihat, dimana mereka mengkombinasikan ide dan teknologi sebagai kunci meraih kesuksesan.

+ PLUS Alasan di Balik Usulan Provinsi Soloraya Sejak Dulu Selalu Gagal

Usulan membentuk Soloraya sebagai provinsi baru yang terlepas dari Jawa Tengah sejak dulu selalu hanya menjadi wacana.