Pakai APD, PPDP KPU Sragen Coklit ke 7 Kades & 355 Tomas Serentak
Kepala Desa Galeh Triyono (dua dari kanan) menerima bukti hasil coklit yang dilakukan PPDP di wilayah Desa Galeh, Tangen, Sragen, Sabtu (19/7/2020). (Istimewa/Mastoni)

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 71 Petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) di wilayah Kecamatan Tangen, Sragen, melakukan encocokan dan penelitian atau coklit data pemilih dengan data keluarga tujuh kepala desa (kades) dan 355 orang tokoh masyarakat (tomas) secara serentak dalam satu hari, Sabtu (18/7/2020) lalu. Dalam pencocokan dan penelitian (coklit) tersebut, semua PPDP dan pengawas menggunakan alat pelindung diri (APD).

Penjelasan itu disampaikan anggota Bidang Data Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tangen, Mastoni, kepada Solopos.com, Minggu (19/7/2020). Dia menjelaskan sebelum melakukan coklit serentak para PPDP menggelar apel kesiapsiagaan yang ditandai dengan penyerahan APD secara simbolis dan sosialisasi penggunaan APD selama pelaksanaan coklit.

Dia mengatakan selain PPDP, ada lima PPK dan 21 PPS juga ikut mendampingi. Selama coklit juga langsung diawasi Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dan pengawas pemilu desa (PPD).

Bioksop di China Mulai Buka Hari Ini, Makan dan Minum di Bioskop Dilarang

"Dalam coklit serentak itu kebetulan tidak ada temuan di lapangan karena sebelumnya para Kades dan tokoh masyarakat sudah mengikuti sosialisasi terkait dengan coklit untuk kepentingan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020. Coklit serentak juga dilakukan di kecamatan lain, bahkan di tingkat daerah juga melakukan coklit untuk tokoh-tokoh kabupaten," jelas dia.

Mastoni menerangkan jumlah pemilih yang dicoklit selama Sabtu lalu itu terdiri atas 530 orang laki-laki dan 575 orang perempuan sehingga totalnya 1.105 orang. Para kades dan 355 tokoh masyarakat itu, jelas dia, sudah masuk di dalam angka tersebut.

"Intinya coklit serentak berjalan lancar dan semua pakai APD. Penggunaan APD tetap dilaksanakan sampai selesai tahapan coklit, seperti masker, face shield, dan sarung tangan," imbuh dia.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen juga melakukan coklit langsung terhadap Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno, dan Ketua DPRD Sragen Suparno.

Dirawat di RS, Korban Pengeroyokan Kader PDIP di Solo Merasa Mual & Pusing



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom