Tutup Iklan
Ilustrasi jerawat (Reuters)

Solopos.com, SOLO Sejumlah orang memercayai pemakaian antibiotik jangka panjang mampu membasmi bakteri dan virus penyebab jerawat. Namun, ">hasil penelitian terbaru menunjukkan terlalu sering menggunakan antibiotik tak dapat menyembuhkan jerawat.

Dilansir dari Cleveland Clinic, Senin (19/8/2019), penggunaan antibiotik sebagai obat ">jerawat tidak dapat dilakukan selama dua bulan atau lebih secara berturut-turut. Dalam perannya, antibiotik hanya berfungsi untuk mengurangi pertumbuhan jerawat bukan menghilangkannya.

Penggunaan antibiotik untuk mengobati ">jerawat diterangkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemkes). Dalam Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik Kemkes RI disebutkan, pemakaian antibiotik berlebihan meningkatkan resistansi bakteri dan virus terhadap antibiotik.

Intensitas penggunaan antibiotik yang relatif tinggi menimbulkan berbagai permasalahan dan merupakan ancaman global bagi kesehatan, terutama resistansi bakteri terhadap antibiotik,” demikian penjelasan Kemkes soal penggunaan antibiotik, seperti dikutip dari situs resminya.

Dihimpun dari Healthline, selain antibiotik, sebenarnya pengobatan jerawat dapat dilakukan dengan cara sederhana seperti, penggunaan masker ">teh hijau atau lidah budaya minimal dua kali sepekan. Jerawat juga dapat dicegah dengan gaya hidup sehat dengan mencuci muka dua kali sehari, mengurangi konsumsi makanan berminyak, serta membersihkan muka setelah memakai riasan.

Perlu diketahui, ">jerawat disebabkan berbagai faktor. Mulai dari produksi minyak berlebihan, bakteri, kosmetik, makanan, stres, obat-obatan, benda kotor yang menyentuh permukaan kulit wajah, dan masih banyak lagi. (Egitya Eryaningwidhi/Solopos.com)

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten