Pak Ko Bandar Judi Kelas Kakap di Klaten Bertobat, Ini Kisahnya

Pak Ko akan lebih giat mendalami ilmu agama dan bertekad melaksanakan ibadah haji dan umrah.

 Aditya Kristiawan alias Kocrit atau Pak Ko. (Solopos.com-Ponco Suseno)

SOLOPOS.COM - Aditya Kristiawan alias Kocrit atau Pak Ko. (Solopos.com-Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Pak Kocrit alias Pak Ko, 55, seorang bandar judi kelas kakap di Klaten, Jawa Tengah, menyatakan bertobat.

Pak Ko yang menjadi bandar judi togel selama 30 tahun terakhir dengan omzet Rp80 juta per hari itu telah membulatkan tekad meninggalkan dunia hitam.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Lepas dari dunia preman dan bandar judi kelas kakap, Pak Ko memutuskan mencari duit halal. Saat sekarang, Pak Ko membuka berbagai usaha wisata dan kuliner.

Cerita Umrah di Masa Pandemi: Hanya Boleh Nginap di Hotel Bintang 5, Ongkos Nyaris Dua Kali Lipat

Sebagai bentuk penebusan dosa, Pak Ko mengaku akan lebih giat mendalami ilmu agama dan bertekad melaksanakan ibadah haji dan umrah paling cepat tahun depan.

Bukan dengan uang hasil judi, tapi Pak Ko akan mengumpulkan uang halal dari bisnis barunya di bidang wisata dan kuliner tersebut untuk modal naik haji dan umrah.

Berpamitan dengan Teman-Teman

Di dunia premanisme dan perjudian di Klaten, nama besar Pak Ko telah berkibar sejak tahun 1990. Saat memutuskan meninggalkan dunia hitam, Pak Ko juga berpamitan dengan teman-temannya yang masih berkecimpung di dunia premanisme dan perjudian.

Meski godaan untuk kembali ke dunia hitam itu masih ada, Pak Ko mengaku tak akan mencla-mencle dengan keputusan yang telah diambil.

Pak Ko bernama lengkap Aditya Kristiawan. Suami dari Yeni Imelda Fiatun ini saat sekarang berdomisili di Jl. Dewi Sartika, Kelurahan Klaten, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten.

Debat Publik I Cabup-Cawabup Klaten akan Disiarkan Langsung di TV dan Radio

Sebelum menjadi bandar judi kelas kakap di Klaten, Pak Ko dikenal sebagai tukang jambret, tukang copet, dan sebutan lainnya yang bernada negatif.

"Aku ngrugekke [merugikan] masyarakat wis akeh [sudah banyak]. Aku wis tobat dan berhijrah. Saiki aku pengen nulung [menolong] masyarakat. Agar dosaku sedikit terkurangi. Agar sing gawe urip [Tuhan] iso ngampuni aku. Aku pengen mendalami ilmu agama. Jika ada rezeki halal, aku ingin umrah dan naik haji tahun depan. Tak sekadar haji-hajian. Harus resik tenan atiku dan dari uang yang halal," kata Pak Ko saat ditemui wartawan di Kedai Kopi Bima 66 di pojok Alun-alun Klaten, Senin (2/11/2020) malam.

Menangis Mendengar Takbir

Langkah Pak Ko pensiun dari dunia preman dan bandar judi berawal dari pergolakan batin yang panjang. Kali pertama hati Pak Ko tergugah ingin meninggalkan dunia hitam saat dirinya berada di dalam penjara.

"Selama di dunia hitam, saya sudah tiga kali masuk penjara. Pertama tahun 2006 (lima bulan), 2015 (enam bulan), dan 2019 (1 tahun 4 bulan). Setiap saya di penjara itu pasti pas hari raya [Idul Fitri]. Saya menangis saat mendengar takbir. Saat di penjara di tahun 2019 itu, saya sudah membulatkan tekad untuk bertaubat," kata Pak Ko.

Ternyata Ini Orang Pertama yang Jadi PNS di Indonesia, Enggak Nyangka Kan?

Di samping muncul dari lubuk hatinya paling dalam untuk bertaubat, kisah Pak Ko yang kembali ke jalan yang benar juga banyak dipengaruhi anggota keluarganya.

Yeni Imelda Fiatun, 46, selaku istri Pak Ko, mengaku bahagia melihat suaminya telah bertobat. Sebagai seorang istri, Yeni berharap apa yang menjadi keinginan Pak Ko, yakni ingin pergi berhaji dan umrah dapat terlaksana dengan baik.

"Keputusan ini di luar dugaan saya sebagai istri. Saya juga selalu berdoa saat malam hari. Saat suami ingin hijrah, saya dan anggota keluarga juga diajak ngobrol sebanyak 4-5 kali," katanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Mengenang Tragedi dan Petaka di Gunung Lawu yang Tewaskan Banyak Orang

+ PLUS Mengenang Tragedi dan Petaka di Gunung Lawu yang Tewaskan Banyak Orang

Di balik keindahan Gunung Lawu yang menjadi magnet bagi para pendaki, rupanya menyimpan tragedi dan petaka yang tewaskan banyak orang, di antaranya Tragedi Gunung Lawu 1987 dan Petaka Kebakaran Gunung Lawu 2015.

Berita Terkini

Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Bakul Boyolali: Ribet!

Pembelian minyak goreng curah di Boyolali belum menggunakan aplikasi PeduliLindungi per Selasa (28/6/2022), tetapi pedagang menyebut kebijakan tersebut lebih ribet dibandingkan memakai KTP.

Misteri Burung Jalak Lawu, Jelmaan Pengikut Prabu Brawijaya V?

Burung Jalak Lawu yang kerap membantu pendaki diyakini sebagai jelmaan patih Prabu Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit.

Puluhan SD Negeri di Solo Kekurangan Siswa, Ada yang Dapat 2 Pendaftar

Sebanyak lebih dari 20 Sekolah Dasar (SD) negeri di Kota Solo, Jawa Tengah kekurangan siswa saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2022.

Soal Warga Karanganyar Meninggal di Saluran Irigasi, Polisi: Dia Pikun

Polisi tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh Sukardi, 71, warga Kaling, Tasikmadu, Karanganyar yang ditemukan meninggal di saluran irigasi Desa Nangsri, Kebakkramat, Karanganyar, Selasa (28/6/2022).

Kisah Misteri Lokasi Pasar Setan Gunung Lawu

Inilah lokasi dan wujud Pasar Setan di Gunung Lawu yang menyimpan sederet kisah misteri.

Mengenang Tragedi dan Petaka di Gunung Lawu yang Tewaskan Banyak Orang

Di balik keindahan Gunung Lawu yang menjadi magnet bagi para pendaki, rupanya menyimpan tragedi dan petaka yang tewaskan banyak orang, di antaranya Tragedi Gunung Lawu 1987 dan Petaka Kebakaran Gunung Lawu 2015.

Hilang 3 Hari, Warga Tasikmadu Karanganyar Ditemukan di Saluran Irigasi

Warga Desa Kaling, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Sukardi, 71, ditemukan meninggal di saluran irigasi Desa Nangsri, Kebakkramat, Karanganyar, Selasa (28/6/2022) pagi.

Ada Pemeliharaan Jaringan, Cek Pemadaman Listrik Sragen Sekarang

Berikut ini jadwal pemeliharaan dan pemadaman listrik yang terjadi di Sragen, Jawa Tengah, pada hari ini, Selasa, 28 Juni 2022.

Setelah Denny Caknan, Giliran Abah Lala Konser Cendol Dawet di Solo

Pencetus jargon cendol dawet, Abah Lala, rencananya mengisi konser rangkaian acara Bulan Bung Karno 2022 di Kota Solo, Jawa Tengah pada Rabu (29/6/2022) pukul 19.00 WIB.

Selain Erick Thohir, Gibran Juga Temui Hary Tanoe Demi Sponsor APG 2022

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, ternyata juga menemui pemilik MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, untuk meminta dukungan sponsor acara ASEAN Para Games (APG) 2022.

Kenapa Naik Gunung Lawu Dilarang Pakai Mrutu Sewu?

Pendaki dilarang menggunakan batik bermotif mrutu sewu saat naik Gunung Lawu. Kira-kira apa alasannya?

Gibran Temui Erick Thohir, Minta Sponsor untuk ASEAN Para Games 2022?

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menemui Menteri BUMN, Erick Thohir, untuk meminta dukungan dalam bentuk sponsor dari BUMN pada acara ASEAN Para Games (APG) 2022.

Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Lewat Kustati on The Road

Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Kustati Solo berupaya menggugah kesadaran masyarakat akan Kesehatan, melalui program Kustati On The Road, Minggu (26/6/2022).

Cemlorot Lur! Tangga Gunung Lawu Bakal Dipasang Lampu Panel

Tangga menuju puncak Gunung Lawu bakal direalisasikan pada tahun ini dan bertujuan untuk mencegah pendaki tersesat.

Rumah Mbah Senen di Ngrampal Sragen Ludes Terbakar, Begini Nasibnya

Seorang kakek di Dukuh Bendungan RT 014, Desa Pilangsari, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, Mbah Senen, 74, tak punya rumah lagi lantaran terbakar pada Minggu (26/6/2022).