Pajang Patung Tak Mirip dengan Aslinya, Museum Lilin Dihujat Netizen
Museum Patung Lilin gereja di Parana. (Daily Mail)

Solopos.com, BRASILIA — Sebuah museum patung lilin di Brasil diejek karena memajang beberapa patung selebriti yang sangat aneh dan tidak mirip dengan tokoh itu.

BNPB: Korban Gempa Sulbar Menjadi 56 Jiwa, 637 Orang Luka-Luka

Melansir Dailymail, Jumat (15/1/2021) patung karya Arlindo Armacollo, 77 tahun, pertama kali dibuat untuk sebuah gereja di Parana, Brasil selatan sejak enam tahun lalu. Belakangan ini museum itu viral dan menimbulkan perdebatan internasional atas tampilan patungnya yang aneh.

Museum ini memperkenalkan banyak patung lilin seperti Marylin Monroe, Putri Diana, Ratu Elizabeth II hingga Mahatma Gandhi. Namun banyak netizen berkata mereka tak bisa mengenali wajahnya.

Seorang pengguna Twitter menggambarkan patung-patung tersebut terbuat dari kombinasi mannequin, kulit jeruk, dan lilin lebah seberat 11 pon, sebagai kisah horor Brasil. Salah seorang netizen membela karya seni tersebut mengatakan setidaknya mereka sudah mencoba.

Tunggu Hasil Swab, Seorang Satpam di Purbalingga Meninggal di Kos Saat Isolasi Mandiri

Tak Mirip Aslinya

Sementara netizen lainnya menulis, patun- patung itu terlihat seperti action figure tahun 80-an yang diperbesar hingga skala ukuran manusia. Sementara lainnya menyamakan patung lilin Christiano Ronaldo, yang diejek banyak orang saat diresmikan tahun 2017 di Bandara Madeira.

Selain itu ada juga netizen yang mengatakan patung lilin Marilyn Monroe tampak seperti mimpi buruk. Sementara patung Putri Diana dikatakan lebih menyinggung dari pada perdebatan apa pun tentang episode The Crown.

Wajah-wajah terkenal lainnya yang dipamerkan di museum itu termasuk mendiang penyanyi Elvis Presley, Charlie Chaplin, sosok akademisi Albert Einsten, mantan Presiden Amerika Serikat John F Kennedy dan Mahatma Gandi.

Deretan Bencana di Awal 2021: Pesawat Jatuh hingga Gunung Meletus, #PrayforIndonesia

Pematung itu juga membuat patung lilin aktivis Martin Luther King yang mengenakan jas hitam dengan dasi. Meskipun mendapat kritikan dan ejekan, seniman berumur 77 tahun itu mengaku kepada Guardian tidak merasa terganggu. Dia mengatakan seni bukanlah tentang menghasilkan uang.

“Namun saya melakukan itu karena saya menikmatinya. Saya melakukan itu untuk kota kami. Jika orang menyukainya, datang dan kunjungilah. Jika tidak, jangan. Jadi kenapa aku harus khawatir,” jelasnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom