Pajang Patung McJesus, Museum Ini Picu Kemarahan Umat Kristen
Patung McJesus di Haifa Museum of Art, Israel. (Timesofisrael.com)

Solopos.com, HAIFA — Patung yang diberi judul McJesus yang dipajang di Haifa Museum of Art, Haifa, Israel, sejak Agustus 2018 lalu, memicu kemarahan umat Kristen yang kemudian berdemonstrasi menuntut patung tersebut dicopot dari museum. Bukan tanpa sebab, patung tersebut dianggap telah menghina simbol Kristen.

Patung karya seniman asal Finlandia, Jani Leinonen, itu menampilkan maskot salah satu restoran cepat saji, Ronald McDonald, yang disalip dan dianggap seperti Yesus Kristus. Tak pelak patung tersebut memicu aksi protes dari umat Kristen yang menganggap patung tersebut merupakan bagian dari penistaan agama.

Dikutip dari Times of Israel, aksi protes akan hadirnya patung tersebut di Haifa Museum of Art itu terus berlangsung sejak Jumat (11/1/2019) lalu. Bahkan, musem tersebut telah diserang dengan dilempari batu yang melukai tiga karyawan museum.

Direktur Haifa Museum of Art, Nissim Tal, menduga aksi protes itu muncul karena foto McJesus telah beredar di media sosial. Ia menduga pengunjung museum adalah pihak yang menyebarkan foto McJesus kepada netizen.

Meski memicu protes dan kemarahan sejumlah umat Kristen, Tal menegaskan tak akan mencopot patung tersebut dari museumnya. Dilaporkan Fox News, pihak museum hanya memasang tanda peringatan yang menegaskan patung McJesus merupakan karya seni yang sangat sensitif tidak dimaksudkan untuk menyinggung pihak mana pun.

Sayang, pemasangan tanda peringatan itu tak memuaskan para pengunjuk rasa. Sejumlah orang masih berdemo hingga Senin (14/1/2019) waktu setempat menuntut pencopotan patung tersebut demi menghormati agama, dalam hal ini Kristen.

Salah seorang seniman di Haifa yang juga merupakan kristiani, Amir Ballan, mengatakan pameran patung McJesus itu sangat menyinggung dan akan terus memicu protes jika tak dicopot dari museum. "Protes tidak akan berakhir sampai kami mencapai solusi," ujarnya.

Namun pihak museum, melalui Nissim Tal, telah tegas bahwa museum tidak akan tunduk pada tekanan religius maupun tekanan politik dengan mencopot patung McJesus karena mengangap patung itu tak menyinggung agama apa pun dan hanya menampilkan sindiran terhadap pemujaan terhadap kapitalisme. "Kami akan membela kebebasan berbicara, kebebasan seni dan kebebasan budaya dan tidak akan mencopotnya," tegasnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom