PAJAK SUKOHARJO: Dianggap Tak Relevan, Pajak Air Tanah Sukoharjo Naik 30%

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Pajak air tanah di Sukoharjo naik 30%.

Solopos.com, SUKOHARJO–Pajak air tanah di Sukoharjo naik sekitar 30% sejak 2017 lalu lantaran pajak yang berlaku sebelumnya tak revelan dengan kondisi faktual.

PromosiMengintip Kemolekan Capitoline di Roma Italia, Museum Tertua di Dunia

Hal itu sesuai Peraturan Gubernur Jawa Tengah No. 19/2017 tentang Pedoman Perhitungan Harga Dasar Air untuk Menghitung Nilai Perolehan Air Tanah di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah.

Badan Keuangan Daerah Kabupaten Sukoharjo menyosialisasikan kenaikan pajak air tanah kepada para pelaku usaha seperti pengelola hotel dan restoran di Gedung Sekertariat Daerah Kabupaten Sukoharjo, Senin (5/3/2018).

Kegiatan itu dihadiri Kepala Seksi Pembinaan Air Tanah Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah Joko Wiyanto dan Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Sukoharjo R.M. Suseno Wijayanto.

Kenaikan pajak air tanah itu telah dipertimbangkan dan dikaji secara mendalam. Instansi terkait telah berkoordinasi dengan DPRD Provinsi Jawa Tengah untuk membahas rencana kenaikan pajak air tanah. (baca juga: PERPAJAKAN SUKOHARJO : NJOP akan Dinaikkan Mendekati Harga Pasar)

”Kenaikan pajak air tanah di wilayah Jawa Tengah terakhir pada 2010. Sudah tujuh tahun pajak air tanah tidak naik,” kata Joko Wiyanto. Sesuai regulasi, pembagian wilayah harga dasar air berdasarkan potensi dan risiko dampak pengambilan air tanah.

Kabupaten Sukoharjo termasuk wilayah B dengan potensi besar atau kecil dan risiko dampak pengambilan air tanah kategori menengah. Menurut Joko, kenaikan pajak itu diterapkan pada kelompok niaga berskala kecil hingga besar untuk mengurangi penyedotan air tanah secara berlebihan.

Nilai pajak air tanah tergantung volume pengambilan air tanah, misalnya di bawah 100 meter kubik untuk kategori niaga kecil naik dari Rp4.000 menjadi Rp5.500. Sejauh ini para pemilik sumur menyedot air tanah secara berlebihan.

”Saya berharap para pelaku usaha tak melakukan itu [menyedot air tanah secara berlebihan] untuk mencegah penurunan air tanah. Di Sukoharjo banyak pabrik, hotel, dan restoran. Semua butuh air,” kata Joko.

R.M. Suseno Wijayanto mengatakan hampir 80% industri di Sukoharjo menggunakan air tanah untuk menjalankan roda bisnis. Selama ini tingkat kesadaran wajib pajak untuk membayar pajak air tanah cukup tinggi. Ada beberapa wajib pajak yang telah melunasi pajak air tanah.

Suseno mengungkapkan pajak bumi dan bangunan serta pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan menjadi penyumbang terbesar pendapatan asli daerah Kabupaten Sukoharjo.

Kawasan Solo Baru yang menjadi pusat bisnis menjadi daerah potensial penyumbang pendapatan asli daerah Kabupaten Sukoharjo.

”Saya mengapresiasi wajib pajak yang telah melunasi pajak air tanah,” kata dia.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Digelar di Tawangmangu, Deklarasi CB150X Chapter Jawa Tengah Meriah

Sepeda motor sport adventure CB150X kian menjadi sorotan sebagai idaman bagi anak muda sejak diluncurkan secara Regional Jawa Tengah pada Desember lalu. 

BNI (BBNI) Akuisisi Bank Mayora

Dengan pengambilalihan itu, BNI (BBNI) memegang sebanyak 1.198 229 838 saham Bank Mayora.

Semarang, Kota Terpanas di Jawa Tengah

Semarang adalah kota terpanas di Provinsi Jawa Tengah.

IHSG Dibuka Menguat, Saham GOTO, EMTK, BUKA, dan WIRG Melejit

Saham-sahan emiten teknologi terapresiasi pagi ini yang mampu menopang penguatan IHSG.

Viral Wanita Nikah 8 Hari Langsung Diceraikan, Alasannya Jadi Sorotan

Viral kisah tragis seorang perempuan yang hanya menikah 8 hari langsung diceraikan suaminya. Kira-kira apa alasannya?

Ratusan Orang Berkumpul di Joglo Sunyan Klaten, Ada Apa?

Ratusan orang di Klaten, Jawa Tengah mengikuti Senam Indonesia Cinta Tanah Air (Sicita) tahun 2022 yang digelar DPC PDIP Klaten, Jumat (20/5/2022) untuk ikut memecahkan rekor Muri dengan peserta terbanyak.

Mantan Agen Sebut Karier Johnny Depp Meredup Karena Tak Profesional

Mantan agen Johnny Depp menyebut karier aktor Hollywood itu sudah lama meredup karena sikap tidak profesionalnya.

Kronologi Ustaz di Magelang Cabuli Santri: Minta Kopi, Lalu Merayu

Inilah kronologi pengasuh ponpes di Magelang, Jawa Tengah, melakukan pencabulan terhadap santrinya sebanyak sembilan kali.

Tarif Pelanggan PLN 3.000 VA Naik, Begini Alasan Pemerintah

Kenaikan tarif listrik segmen 3.000 VA ke atas dapat menjaga keadilan dan berbagi beban. Tujuannya agar beban dari kenaikan harga energi tidak hanya menekan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Salurkan 32,34% KUR Hingga April 2022

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI terus menyiapkan banyak strategi untuk mendorong pelaku UMKM naik kelas.

Ini Daftar Wisata Candi di Klaten, dari Prambanan hingga Merak

Salah satu daya tarik Kabupaten Klaten, yakni menyimpan deretan candi bersejarah.

Ramos Horta Resmi Jadi Presiden ke-5 Timor Leste, Ini Foto Pelantikan

Sebelum terpilih menjadi Presiden Timor Leste untuk periode 2022-2027, Ramos-Horta sudah pernah terpilih menjadi Presiden Timor Leste pada periode 2007-2012

Ini Beda Cacar Monyet dan Cacar Air

Nama cacar monyet bisa jadi masih asing di telinga kita, lalu apa bedanya dengan cacar air?

61 CPNS & 788 PPPK Terima SK, Bupati Sragen: Jangan Terus Beli Mobil!

Sebanyak 61 CPNS dan 788 PPPK mendapatkan SK pengangkatan, Jumat (20/5/2022), Bupati Sragen berpesan jangan menambah motor atau mengganti dengan mobil.

Mewabah, 6 Kasus Cacar Monyet Ditemukan di Inggris

Sampai saat ini ditemukan enam kasus cacar monyet (monkeypox) di Inggris.