PAJAK SOLO: Wah, Karyawan Lebih Patuh daripada Usahawan Soal Lapor SPT Tahunan
Wajib pajak memanfaatkan layanan akhir pekan pelaporan SPT tahunan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Solo, Sabtu (24/3/2018). (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI-Solopos)

Karyawan lebih patuh daripada usahawan soal lapor SPT Tahunan.

Solopos.com, SOLO—Wajib pajak (WP) orang pribadi (OP) karyawan lebih patuh melaporkan surat pemberitahuan (SPT) tahunan pajak penghasilan 2017, daripada WP OP usahawan.

Hal ini ditandai tingginya angka pelaporan WP OP karyawan melalui e-filing yang mencapai 77,81% hingga Kamis (29/3/2018). Sedangkan pelaporan WP OP usahawan baru mencapai 14,75%. Sementara itu, WP diimbau memanfaatkan hari terakhir layanan pelaporan SPT, Sabtu (31/3/2018).

Di sisi lain, layanan tambahan pelaporan SPT tahunan dibuka pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB. Kantor pajak tidak akan menambah jam pelayanan hingga malam hari, namun melayani seluruh WP yang sudah antre di kantor pajak.

Kepala Kanwil DJP Jateng II, Rida Handanu, mengatakan dari 332.208 sasaran e-filing, tercapai sebanyak 199.173 WP atau 59,95%. Dari dua kategori WP OP, capaian untuk OP usahawan masih sangat minim, jauh dari target 62%. Dari 55.713 WP OP usahawan, hingga Kamis baru 8.222 WP yang lapor SPT, atau hanya 14,75%.

Sedangkan capaian WP OP karyawan  jauh lebih baik, yakni 77,81% atau sudah di atas target 75%. Pencapaian tingkat kepatuhan WP OP karyawan tersebut banyak didukung layanan jemput bola, baik jemput bola ke perusahaan maupun layanan pojok pajak di mal.

Rida menduga rendahnya pelaporan SPT dari kalangan WP OP usahawan terkait kondisi ekonomi saat ini. Banyak pelaku usaha yang kinerjanya menurun sehingga merasa tidak perlu lapor SPT.

“Padahal, meskipun sudah tidak ada usaha pun seharusnya tetap lapor SPT. Dengan keterangan nihil atau mendatangi kantor pajak untuk pencabutan NPWP [nomor pokok wajib pajak]. Tapi pencabutan NPWP juga repot kalau suatu saat usaha itu akan dijalankan lagi,” jelas Rida saat meninjau Pojok Pajak di Solo Grand Mall (SGM), Kamis.

Minimnya pelaporan WP OP usahawan itu juga dipicu faktor keengganan WP dan pengetahuan yang kurang sehingga minat untuk datang ke sosialisasi pelaporan SPT masih kurang.

“Kalau sosialisasi dari petugas pajak kami kira setiap tahun selalu kami laksanakan, kami sosialisasi terus nggak ada habisnya,” ujarnya.

Rida mengimbau WP memanfaatkan kesempatan hari terakhir pelaporan SPT untuk WP OP, Sabtu. Menurut dia, sedianya Kamis adalah pelayanan terakhir pelaporan SPT berdasarkan kalender hari kerja. Pada Jumat (30/3/2018), kantor pajak tidak membuka layanan karena hari libur nasional, sedangkan pelayanan di mal berakhir Kamis.

“Bagi WP yang belum sempat laporan sampai Kamis ini, kami harapkan bisa memanfaatkan kesempatan yang tinggal satu hari untuk lapor SPT, yakni Sabtu ini. Tidak harus datang ke kantor pajak pratama, datang ke Kanwil juga bisa,” kata dia.

Angka pelaporan SPT tahunan hingga Kamis terealisasi 73,11% dari total WP di lingkungan Kanwil DJP Jateng II sebanyak 791.454 WP. Rida berharap waktu yang tersisa bisa dimanfaatkan WP untuk melaporkan SPT sehingga target kepatuhan 75% tercapai.

Sementara itu, pada Kamis layanan Pojok Pajak di SGM diserbu WP. Kendala paling banyak dalam pelaporan e-filing adalah WP lupa electronic filing identification number (EFIN) atau belum punya EFIN. Antrean terbanyak ada di konter pelayanan EFIN.

Seorang wajib pajak asal Jajar, Laweyan, Anggri, 29, memilih antre lapor SPT di mal karena antrean di kantor pajak terdekat cukup banyak.

“Jadi kemarin diarahkan untuk memanfaatkan layanan Pojok Pajak. Sayangnya di sini juga antre, saya datang pukul 10.00 WIB pas buka, antreannya juga sudah banyak sekali,” kata Anggri.

Karyawan Bank Woori Bersaudara Solo tersebut diimbau oleh manajemen bank untuk patuh lapor SPT.

“Ya, jadi setiap tahun selalu diberi bukti potongan pajak dan diimbau untuk lapor SPT,” ujar dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom