Pahami Penggunaan Gawai Demi Kesehatan Mata
Pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan gawai bisa berdampak pada kesehatan mata. (Ilustrasi/Freepik)

Solopos.com, SOLO--Pembelajaran jarak jauh (PJJ) menambah frekuensi penggunaan gawai pada peserta didik meningkat, bahkan berlebih. Segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik bagi tubuh.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan waktu penggunaan layar harian berdasarkan usia 18-24 bulan kurang dari 1 jam, 3-5 tahun 1 jam, 6-10 tahun 1-1,5 jam, 11-13 tahun 2 jam.

Jika berlebih, salah satu efeknya adalah computer vision syndrome (CVS). Keluhan yang sering muncul umumnya mata terasa pegal, sulit untuk memfokuskan atau pandangan kabur, dan keluhan mata kering/dry eyes (seperti mata berair, terasa panas, mengganjal, seperti berpasir).

Baca Juga: KKN Di Tengah Pandemi, Mahasiswa UNS Membuat Tempat Handsanitizer Injak

CVS ini juga bisa disertai dengan keluhan pusing atau keluhan terkait musculoskeletal (pegal di leher, bahu atau pinggang). Efek yang sering saya temui pada pasien anak adalah pusing atau pandangan kabur. Keluhan-keluhan CVS umumnya bersifat sementara.

Sering juga dtemukan munculnya miopia atau yang biasa disebut mata minus (rabun jauh). Namun, hubungan mata minus dengan penggunaan gawai masih perlu diteliti lebih lanjut. Keluhan-keluhan di atas bisa disebabkan gawainya (kecerahan yang berlebihan, tulisan terlalu kecil, silau), bisa juga dari posisi saat menggunakan gawai (jarak terlalu dekat, tidak posisi duduk tegak).

Apabila timbul keluhan tersebut, maka sebaiknya diperiksakan ke dokter mata terdekat. Oleh dokter mata akan dilakukan pemeriksaan mata, seperti status refraksi anak, apakah terdapat gangguan tajam penglihatan atau tidak. Jika didapatkan, maka diberikan koreksi kacamata yang sesuai. Jika terdapat keluhan mata kering, bisa diberikan tetes mata lubrikan.

Baca Juga: Waduk Cengklik Park Boyolali Dibuka, Ada Kampung Sakura Di Dalamnya

Tips Aman dengan Gawai

dr. Nisita Suryanto Sp.M (istimewa)
dr. Nisita Suryanto Sp.M (istimewa)

Biasakan anak menggunakan aturan 20-20-20, yaitu setelah 20 menit melihat layar gawai (atau aktivitas melihat dekat lainnya), istirahat selama 20 detik, dengan cara melihat sejauh 20 kaki (6 meter).

Selain itu, peran orang tua juga diperlukan, dengan cara memperingatkan anak untuk beristirahat setelah selesai 1 level permainan atau 1 bab cerita.

Biasakan anak duduk di kursi yang ada sandarannya dan kaki tidak menggantung selama menggunakan laptop atau komputer, posisi layar sejajar atau sedikit di bawah mata, dan jaraknya sekitar 70 cm (sepanjang lengan).

Baca Juga: PPnBM Mobil Gratis, Ini Hitungannya Menurut Dealer

Jika menggunakan ponsel, jaraknya kurang lebih 30 cm. Duduk sebaiknya tidak membelakangi cahaya dan tidak terkena langsung AC atau kipas angin. Ingatkan anak untuk sering berkedip.

Terkadang anak tidak langsung menyampaikan keluhan yang dirasakan. Oleh karena itu, orangtua perlu mencermati apabila anak melihat dengan

mata, mengucek-ucek mata atau sering berkedip agar dapat melihat lebih jelas, maka periksakan ke dokter mata.

Untuk itu bisa datang ke RS JIH Solo di Jl. Adi Sucipto No. 118 Jajar, Solo, telepon (0271) 7469100, WhatsApp 081911500805. Bisa juga bisa kunjungi akun Facebook: Rumah Sakit JIH Solo, Instagram: rs.jihsolo, dan Twitter: rsJIHSolo Dengan peran orang tua dalam penggunaan gawai pada anak, kejadian CVS dapat dicegah lebih dini.



Berita Terkini Lainnya








Kolom