Penampakan lokasi IPAL limbah alkohol di Desa Ngombakan, Polokarto, Sukoharjo, Jumat (6/9/2019). (Solopos-Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sejumlah pengrajin etanol di wilayah Desa Ngombakan, Polokarto, Sukoharjo, masih membuang limbah alkohol atau ciu secara sembarangan ke saluran irigasi yang mengalir ke sungai.

Hal itu mengakibatkan air Kali Samin tercemar limbah alkohol sehingga tak layak diolah Perumda Air Minum Toya Wening (PDAM) Solo.

Demikian diungkapkan Ketua Paguyuban Pengrajin Etanol di Desa Ngombakan, Polokarto, Sri Purnomo, saat ditemui solopos.com di rumahnya, Jumat (6/9/2019).

Sri tak memungkiri ada beberapa pengrajin etanol yang membuang limbah alkohol ke saluran irigasi yang mengalir ke sungai.

“Memang ada beberapa pengrajin etanol yang masih membandel membuang limbah secara sembarangan. Saya mendorong agar teman-teman [pengrajin etanol] membuang limbah ke instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang letaknya di tengah areal persawahan,” kata dia.

Paguyuban pengrajin etanol mendapat bantuan berupa pembangunan IPAL yang lebih modern dari Pemprov Jateng. Rencananya, pembangunan IPAL itu dikerjakan di lahan seluas 2.000 meter pada 2020.

Apabila pengerjaan pembangunan IPAL itu rampung, para pengrajin etanol diminta membuang limbah alkohol di lokasi IPAL.

“Jumlah pengrajin etanol di wilayah Desa Ngombakan tak lebih dari 100 orang. Selain Ngombakan, ada puluhan pengrajin etanol lainnya di wilayah Desa Bekonang, Mojolaban. Mereka juga kerap membuang limbah alkohol ke saluran irigasi dan sungai,” kata dia. 

Diberitakan, Perumda Air Minum Toya Wening kembali mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Kamis (5/9/2019) malam, setelah dihentikan selama lebih dari 12 jam.

Hal itu karena kondisi air baku Sungai Bengawan Solo dinilai sudah membaik, lebih jernih, dan tak lagi berbau alkohol atau ciu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten

%d blogger menyukai ini: