ilustrasi dana desa. (Solopos-Dok)

Solopos.com, WONOGIRI — Pagu dana desa (DD) 2019 untuk 251 desa di Wonogiri tercatat Rp227,393 miliar atau naik Rp31,205 miliar dari pagu 2018 senilai Rp196,188 miliar. Jatah DD untuk setiap desa pun naik.

Tahun ini DD setiap desa rata-rata Rp800 juta-Rp1 miliar, sedangkan tahun lalu Rp600 juta-Rp800 juta. DD naik karena pemerintah pusat menaikkan alokasi dasar. Alokasi dasar tahun ini Rp672,421 juta/desa sedangkan tahun sebelumnya Rp616,345 juta/desa.

Data yang solopos.com peroleh dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Wonogiri, Kamis (17/1/2019), DD 2019 terdiri atas tiga alokasi, yakni alokasi dasar, afirmasi, dan formula. Alokasi dasar atau dana yang nilainya sama bagi setiap desa totalnya Rp168,772 miliar, total alokasi afirmasi Rp3,169 miliar, dan total alokasi formula Rp55,446 miliar.

Alokasi afirmasi merupakan dana khusus untuk desa berklasifikasi tertinggal dan sangat tertinggal. Alokasi untuk desa tertinggal Rp211,289 juta/desa dan desa sangat tertinggal Rp422,578 juta/desa. Alokasi afirmasi tahun lalu hanya untuk desa tertinggal, yakni Rp157,549 juta/desa.

Sementara itu, alokasi formula merupakan dana yang dialokasikan berdasar penghitungan jumlah penduduk miskin, luas wilayah, dan indeks kesulitan geografis.

Kabid Pemerintahan Desa (Pemdes) Dinas PMD Wonogiri, Zyqma Idatya Fitha, mengatakan tahapan penyaluran DD tahun ini masih sama dengan tahun lalu, yakni tiga tahap. Tahap I 20 persen, tahap II dan II masing-masing 40 persen. Hingga Januari ini DD dari pemerintah pusat belum masuk ke kas daerah.

Biasanya, pencairan dapat dilakukan mulai Maret. Perempuan yang disapa Fitha itu menyebut jumlah desa yang mendapat alokasi afirmasi 2019 turun dibanding 2018. Tahun ini desa yang memperoleh alokasi afirmasi 14 desa yang terdiri atas 13 desa tertinggal dan satu desa sangat tertinggal. Desa yang memperoleh alokasi afirmasi tahun lalu 25 desa berklasifikasi tertinggal.

“Tahun lalu yang diberi alokasi afirmasi adalah desa tertinggal, belum ada klasifikasi desa sangat tertinggal. Kalau tahun ini pemberian alokasi afirmasi ditambah untuk desa berklasifikasi sangat tertinggal,” kata Fitha.

Menurut dia, turunnya jumlah desa yang mendapat alokasi afirmasi menunjukkan bahwa realisasi dana desa berdampak positif bagi perkembangan desa, terutama secara ekonomi. Ada desa yang sebelumnya mendapat alokasi afirmasi, tahun ini tidak mendapatkannya karena klasifikasi desa dari sebelumnya tertinggal menjadi berkembang.

Pencermatan solopos.com terhadap data alokasi afirmasi 2019, desa tertinggal itu terdapat di Kecamatan Baturetno (Setrorejo), Bulukerto (Bulurejo, Nadi, Ngaglik), Eromoko (Baleharjo, Basuhan), Kismantoro (Miri), dan Paranggupito (Gendayakan, Sambiharjo, Gambirnamis). Selain itu di Pracimantoro (Gambirmanis) dan Tirtomoyo (Dlepih, Hargosari, Sendangmulyo). Sementara, desa sangat tertinggal adalah Pucung, Eromoko.

“Sampai sekarang ada satu desa yang belum mendapat DD 2018 secara penuh, yakni Tremes [Sidoharjo]. DD 2018 yang disalurkan baru tahap I dan II. DD tahap III akan disalurkan tahun ini dengan catatan semua syarat terpenuhi. DD tahun ini pun tetap bisa disalurkan setelah kewajiban desa terpenuhi. DD 2018 untuk Tremes mulai disalurkan akhir tahun karena kades setempat menghadapi masalah hukum,” imbuh Fitha.

Sekretaris Desa (Sekdes) Tremes, Heri Purnomo, mengaku sudah merealisasikan DD 2018 tahap I dan II. Dana direalisasikan untuk membangun talud dan rabat jalan. Saat ini pihaknya sedang mengurus pencairan tahap III. Dia berharap dana tahap III bisa cair. Jika mendapatkan dana tahap III, dia berjanji segera merealisasikannya agar bisa mengurus pencairan DD 2019. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten